by

Ceramah tentang bulan Ramadhan “Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga”

Ceramah tentang bulan Ramadhan “Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga”

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, segala puji serta rasa syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan, terutama nikmat iman dan islam. KebaikanNya terus kita rasakan setiap waktu. Tidak lupa untuk bersyukur pada Allah karena umur kita masih sampai pada bulan ramadhan tahun ini. Semoga kita bisa selalu meningkatkan ketaqwaan kita hingga menjadi insan yang muttaqin. Tentunya, kita juga berdoa semoga ramadhan tahun ini bisa dilalui dengan baik dan umur kita disampaikan lagi pada Ramadhan selanjutnya.

Shalawat dan salam tetap kita sanjungkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang, yakni dengan adanya agama islam. Tak lupa kita berdoa, semoga kita senantiasa bisa meneladani Rasulullah dalam segala hal di kehidupan ini.

Hadirin yang berbahagia

Dalam Hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam muslim dikatakan “Jika datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu”. Sebagai umat muslim, kita patut berbangga dengan datangnya bulan Ramadhan ini. Tidak hanya itu, kita sudah sepatutnya dapat mengisi bulan ramadhan dengan ibadah-ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menempuh jalan menuju surga, dan menjauhi segala tingkah laku yang mengantarkan pada siksa neraka.

Sangat sayang sekali, jika bulan Ramadhan ini disia-siakan. Perbanyaklah amalan baik, jangan sampai amalan baik kita malah semakin berkurang di bulan Ramadhan ini. Di bulan penuh ampunan ini, mari kita manfaatkan dengan baik sehingga nantinya kita bisa benar-benar kembali fitrih, bersih dari dosa layaknya bayi baru lahir.

Banyak hal dan manfaat yang dapat kita raih di bulan Ramadhan ini. Di bulan ini, semua kbaikan dilipatgandakan ileh Allah dan derajat manusia diangkat di sisi Allah. Maka dari itu, bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan segala harapan dengan syarat kita dapat beribadah dengan baik, benar, dan bersungguh-sungguh.

Hadirin yang berbahagia

Sesungguhnya makna puasa bukan hanya menahan lapar, dahaga, dan hal lain yang membatalkannya, namun berpuasa juga harus mampu menjaga dan menahan semua anggota tubuh dari perbuatan dosa dan tercela. Bukan hanya lisan yang, namun pikiran juga harus dijaga dari prasangka buruk kepada Allah dan sesama. Termasuk pula, jika kita mendengar berita yang tidak menyenangkan dan tidak kita ketahui pasti kebenarannya, sebaiknya dilakukan klarifikasi terlebih dahulu. Hal ini penting untuk dilakukan agar tali persaudaraan dengan sesama tetap terjaga. Dengan berpuasa, kita sebagai manusia benar-benar dilatih untuk menjadi manusia yang lebih baik sehingga terhindari sifat baha’imiyah, sabu’iyah, terlebih syaithoniyah.

Adalah suatu keharusan bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap serta perilaku di bulan Ramadhan ini. Jangan sampai, puasa kita hanya sebatas menahan lapar dan dahaga saja. Lebih dari itu, jika di siang hari anda berpuasa, hendaknya perbanyaklah ibadah shalat malam dan juga ibadah sunnah lainnya di malam hari untuk meraih ampunan Allah SWT.

Demikianlah ceramah singkat kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah menerima segala amal ibadah yang kita lakukan. Tak lupa kita berdoa, semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangannya. Sebagai penutup, kita terlebih dahulu mengingat nasehat dari Jabir bin Abdillah bin ‘Amr al Anshari as Salami yang menyatakan “Jika kita berpuasa, sebaiknya puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dari hal yang haram. Jangan sakiti tetangga, jangan lukai perasaan yang lain, jadilah manusia yang lemah lembut serta tenang saat menjalankan puasa. Jangan jadikan antara puasamu dan tidak puasamu tidak ada bedanya”. Akhirul Kalam, Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Demikianlah Ceramah tentang bulan Ramadhan “Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga”, semoga bermanfaat.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + fourteen =