11 Cara Menjadi Pemimpin yang Bijaksana

Setiap pemimpin adalah bos. Namun, tidak semua bos adalah pemimpin. Ada perbedaan besar antara menjadi seorang bos dan seorang pemimpin. Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang bijaksana, ada beberapa upaya yang harus Anda lakukan daripada sekedar memerintah bawahan Anda. Seberapa positif bawahan Anda merespon tergantung pada sikap yang Anda tunjukkan kepada mereka. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang memiliki penghargaan akademis yang lebih banyak daripada yang lain. Tetapi mereka yang memperoleh penghargaan dari lingkungannya karena tindakan mereka. Pemimpin harus bisa bertindak sebagai teman sekaligus mentor bagi bawahannya. Ia juga harus bisa menjadi teladan agar dapat mempengaruhi bawahannya menghasilkan output yang cemerlang. Organisasi yang sukses, kebanyakan menerapkan gaya kepemimpinan seperti “pengambilan keputusan bersama, partisipasi, dan penetapan tujuan bersama”.

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari karena hal ini tidak dibawa dari lahir, melainkan merupakan hasil dari belajar dan pengalaman. Jadi, tak perlu patah semangat jika saat ini Anda belum dapat menjadi seorang pemimpin. Berikut kami sajikan cara untuk mengubah diri Anda menjadi seorang pemimpin yang efektif.

Kriteria Pemimpin yang Bijaksana

Cara Menjadi Pemimpin yang Bijaksana
Cara Menjadi Pemimpin yang Bijaksana
  1. Visi

Hal yang pertama kali dilihat dari seorang pemimpin ialah visi yang dimilikinya. Pemimpin wajib memiliki visi tentang bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahan. Kemudian, ia harus mampu menjelaskan visi tersebut kepada bawahannya agar mereka paham dan tujuan dapat tercapai. Visi bukanlah sesuatu yang hanya berupa suatu rangkaian kalimat, tetapi visi harus bisa dijadikan sebagai pengikat, pemersatu, inspirasi, dan sumber semangat bagi seluruh komponen dalam organisasi.

  1. Motivasi Dan Inspirasi

Seorang pemimpin seharusnya bisa menjadi sumber inspirasi bagi bawahannya. Orang cenderung meniru apa yang mereka lihat daripada melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Oleh karena itu, berusalah menjadi contoh yang baik bagi bawahan Anda. Beberapa kebiasaan penting yang patut ditiru ialah fokus pada tujuan dan proses, patuh terhadap permintaan dalam kerja sama, menjadi individu yang energik, mengutamakan kejujuran, selalu berpikiran positif, serta mampu menarik emosi dan logika untuk menimbulkan semangat baru saat bekerja. 

  1. Komunikasi

Komunikasi merupakan hal penting dalam bekerja sama. Pemimpin harus memastikan bahwa setiap bawahannya menerima informasi yang benar agar rencana kerja dapat terlaksanakan dengan baik.

  1. Belajar Dan Mengajar

Sebagai pemimpin yang efektif, Anda diharuskan untuk bisa mengajar sekaligus belajar dari lingkungan Anda. Yang pertama, mengajar. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengajar dan mengembangkan bawahan antara lain, memberi pelatihan dan nasihat karir, membantu membuka potensi terpendam seseorang, memberi saran-saran untuk perbaikan,dan memberi pekerjaan yang sifatnya menantang. Pemimpin harus mampu melibatkan bawahannya dalam proses perbaikan terus-menerus. Dengan kata lain, pemimpin harus mampu menjadi agen perubahan untuk membantu orang terbebas dari keyakinan negatif yang menahan mereka. Hal ini membuat kinerja mereka semakin baik setiap harinya.

Selain mengajar, pemimpin juga harus segan belajar dari bawahannya. Tidak boleh ada kata gengsi. Seorang pemimpin harus bisa mengembangkan kesadaran diri dan memikirkan perannya sebagai pemimpin. Anda harus selalu melakukan koreksi terhadap diri Anda.

  1. Support

Sebagai pemimpin yang baik, Anda perlu memberikan dukungan atau dorongan moral kepada setiap bawahan Anda. Sebelum melakukan proses perbaikan, sebaiknya Anda mengadakan konsultasi dengan bawahan, apa masalah yang sedang mereka hadapi. Pahami kepentingan bawahan Anda. Hargai setiap keputusan mereka. Setelah itu, upayakan agar proses perbaikan tersebut dapat terakomodasi, sementara sasaran tujuan tetap dapat tercapai.

Anda juga perlu memperlihatkan simpati dan selalu siap membantu ketika bawahan Anda memiliki masalah. Misalnya dengan mendengarkan curhatnya, senantiasa bersikap ramah, penuh perhatian, dan sabar, memberikan saran yang membangun, dan membantu mencari minat seseorang. Dengan memberi dukungan kepada orang lain, mereka juga akan memberi respon balik yang positif kepada kita.

  1. Delegasi Tugas

Pemimpin perlu tahu kelemahan dan kelebihan setiap bawahannya agar dapat mendelegasikan atau mewakilkan tugas sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini penting dilakukan agar masing-masing individu dapat melakukan tugasnya dengan baik.

  1. Perencanaan Dan Pengorganisasian

Perencanaan dan pengorganisasian merupakan hal pokok dalam sebuah organisasi. Ini merupakan tugas penting dari seorang pemimpin. Perencanaan dan pengorganisasian meliputi hal-hal seperti, penentuan sasaran dan strategi jangka panjang, pengalokasian sumber daya dengan prioritas masing-masing, mengetahui cara menggunakan personil dan sumber daya agar terlaksana kerja efektif, dan mengkoordinasi setiap komponen dalam organisasi.

  1. Problem Solving

Ketika menjalankan sebuah organisasi, masalah akan datang silih berganti. Di sinilah peran pemimpin sangat diperlukan. Ibarat kata, pemimpin merupakan otak dari sebuah organisasi. Untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • mengidentifikasi masalah
  • menganalisis masalah
  • menemukan cara yang sistematis untuk memecahkan permasalahan tersebut
  • bertindak secara tegas untuk menerapkan solusi-solusi yang telah dihasilkan

Ketika mengatasi suatu permasalahan sebaiknya adakan suatu rapat atau musyawarah untuk membahas pemecahan masalah tersebut. Usahakan agar semua aspirasi dari setiap anggota dapat tersalurkan.

  1. Pemantauan

Pemantauan harus sering-sering dilakukan agar pemimpin dapat mengevaluasi kinerja setiap unit organisasi. Cara pemantauan antara lain sebagai berikut:

  • Mengumpulkan informasi mengenai kegiatan kerja dan faktor eksternal maupun internal yang mempengaruhi pekerjaan tersebut
  • Memeriksa kemajuan kualitas dan keefektifan pekerjaan
  • Memantau kinerja setiap individu dan unit organisasi agar dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan setiap unit
  • Meramalkan peristiwa yang akan terjadi sebagai antisipasi 
  1. Membangun Jaringan Kerja

Jaringan kerja sangat diperlukan dalam berorganisasi agar pekerjaan semakin mudah dilakukan. Sering-seringlah melakukan komunikasi informal dengan rekan kerja Anda. Kemudian kembangkan relasi Anda dengan kontak-kontak yang dapat menjadi sumber informasi dan dukungan bagi organisasi, dan hadiri pertemuan-pertemuan yang bersifat sosial.

  1. Rewarding

Ketika bawahan Anda melakukan suatu hal baik, maka ia perlu diberikan penghargaan. Hal ini bertujuan untuk memotivasi kerjanya di masa mendatang. Selain itu, ia akan merasa sangat dihargai oleh pemimpinnya sehingga akan memberikan respon balik positif kepada Anda. Pekerja yang lain juga akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Cara memberikan reward yang tepat bagi bawahan antara lain, memberi penambahan gaji atau promosi, serta memberikan pujian-pujian.

Demikian artikel saya mengenai 11 cara menjadi pemimpin yang bijaksana. Semoga bermanfaat.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- cara memberi saran sama seseorang - cara menjadi pemimpin yang bijaksana

Artikel Terkait dan Link Sponsor

11 Cara Menjadi Pemimpin yang Bijaksana Post in | Last updated: August 25th, 2017 - 85 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − six =