Kumpulan Kisah Inspiratif Dari Warga Indonesia di Australia

Kumpulan Kisah Inspiratif Dari Warga Indonesia di Australia – Tak sedikit warga Indonesia yang menunjukkan prestasinya di benua kanguru. Mereka tetap berdedikasi terhadap pekerjaannya. Ada pula yang memiliki pengalaman unik dan menarik selama tinggal di Australia.

Tinggal di negeri lain, baik untuk belajar atau bekerja, membutuhkan kesabaran.

Tidak selalu tinggal di luar negeri lebih nyaman dibandingkan di negeri sendiri. Banyak imigran yang mengaku perlu kerja keras untuk beradaptasi dengan budaya dan nilai yang berbeda dengan negara asalnya.

Berikut ini sejumlah kisah dari warga Indonesia yang tinggal di Australia. Sebagian cerita ditulis sendiri, yang dikirimkan melalui rubrik Ausnestia dari Australia Plus.

Bersekolah di Australia, kreativitas dan keterampilan hidup lebih diutamakan

Beberapa anak Indonesia sebagai pelajar sekolah dasar di Australia

“Australia mampu menghadirkan suasana yang menyenangkan untuk belajar,” tulis Muhammad Nur Rizal, Doktor lulusan Monash University di Melbourne.

Rizal dikenal sebagai penggagas gerakan Indonesia Belajar, yang didirikan di Melbourne dengan membuka program kakak asuh bagi para pelajar di Indonesia. Ia membawa keluarga untuk studi di Australia. Anak-anaknya disekolahkan di Melbourne.

Menurutnya, anak anak di sekolah dasar di Australia tidak dicekoki oleh hukuman, hapalan rumus, beban mata pelajaran yang banyak, tidak pula beban untuk berprestasi lewat ujian nasional yang fantastis.

Mereka hanya dilatih keterampilan hidup melalui pelajaran memasak, pertukangan, berkebun, pengenalan bahasa asing, dan penanaman karakter positif sejak dini.

Mahasiswa Indonesia di Australia terpilih jadi peneliti ekspedisi ke Mars

Bagus Nugroho, kandidat PhD dari University of Melbourne

Bagus Nugroho (30 tahun) akan meneliti parasut khusus yang akan digunakan pada proses pendaratan robot ekspedisi (probe) oleh badan eskplorasi ruang angkasa Jepang (JAXA).

Bagus, yang berasal dari Yogyakarta, sudah 12 tahun mengenyam pendidikan di Australia. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan program sarjananya di bidang Teknik Mekanik dan Fisika dari University of Melboutne. Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama.

Ia banyak melakukan riset di bidang aerodinamika dengan fokus pada peningkatan efisiensi pada fenomena gesekan yang sering terjadi di permukaan padat.

Bagus berangkat ke Jepang pada tanggal 12 Juli 2014. Selama sebulan, ia menjalankan penelitian yang dilakukan di pusat riset teknologi inofatif milik JAXA di Kota Chofu.

Mahasiswa Tunanetra yang mengaku mendapat perlakuan khusus di atas bis

Jaka Ahmad sedang menunggu bis di Adelaide. (Foto: koleksi pribadi)

Jaka Ahmad yang juga dikenal dengan nama “Jack” adalah mahasiswa tunanetra asal Indonesia yang sedang kuliah S2 program Social Work di Universitas Flinders, Adelaide, Australia. Selatan.

Seperti biasanya, ia sedang naik bisa menuju kota. Ia sampaikan kepada sopir bis kalau hendak turun dari pemberhentian bis nomer 22. Tapi ternyata sopir bis lupa.

Sopir bis kemudian meminta maaf kepada Jaka, yang akrab dipanggil Jack. Sopir tersebut kemudian keluar dari bis dan membantunya menyebrang, padahal ada penumpang lain yang menunggu dalam bis. Mereka menuju pemberhentian bis lain untuk bisa kembali ke tujuan asal Jack, yakni pemberhentian bis nomer 22.

Tak hanya itu, Jack pun kaget setelah tahu bahwa sopir tadi berkomunikasi dengan sopir bis lain yang mengantarkannya hingga ke pemberhentian bis nomer 22.

Prestasi akademis tidak selalu jadi satu-satunya kunci mendapat beasiswa

Perjalanan Achmad Taufik dari Purbalingga ke Wollongong lebih panjang dari banyak mahasiswa lain.(Koleksi pribadi)

Sekolah ke luar negeri dengan beasiswa biasanya banyak ditalikan dengan mereka yang berprestasi baik di sekolah. Namun tidak demikian dengan Achmad Taufik yang sekarang menempuh pendidikan S2 di Universitas Wollongong, Australia.

Pernah di-Drop Out, kemudian kembali kuliah untuk jenjang S-1 dan baru lulus di tahun 2004, tetapi dengan kegigihannya Achmad Taufik tetap berhasil mendapat beasiswa dari Faculty of Business di University of Wollongong, Australia.

“Kegagalan menajdi motivasi saya untuk berhasil,” kata Taufik.

Arsitek perempuan asal Indonesia ukir prestasi di Adelaide

Veronica Soebarto

Veronica Soebarto adalah profesor sekaligus menjabat sebagau ketua sementara Fakultas Arsitektur di University of Adelaide.

Menurutnya kaum perempuan masih kurang terdengar gaungnya di dunia arsitektur, bahkan di Australia sekalipun. Tak hanya itu lingkungan kerja di bidang arsitek pun terkadang keras dan tidak ramah bagi perempuan.

“Anda harus pergi ke lokasi pembangunan dan mengawasi. Saya ingat waktu saya masih berusia 23 atau 24 tahun. Saya harus pergi ke rapat di lokasi proyek, dan disiuli para pekerja,” kaya Veronica.

Tetapi Veronica berhasil membuktikan dirinya sebagai pelaku dan kini menjadi tenaga pengajar ilmu arsitektur di Australia. (Radio Australia)

Demikianlah Kumpulan Kisah Inspiratif Dari Warga Indonesia di Australia, semoga bermanfaat.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- dokter rizal markus - Rizal markus - rizal markus hartono - dokter rizal markus university of melbourne - dokter rizal markus yogyakarta - rizal markus university of melbourne - cerita australia jadi warga - dokter rizal kuliah di melbourne - siswa mendapat beasiswa ke melbourne Australia 2006 - Biodata Markus rizal dokter lulusan University of Melbourne
Gravatar Image

Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Gravatar Image

Artikel Terkait dan Link Sponsor

Kumpulan Kisah Inspiratif Dari Warga Indonesia di Australia Post in | Last updated: December 12th, 2016 - 154 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 7 =