Awas Debt Collector, Bayar Utangmu!

5/5 (2)

Tidak semua orang yang lahir di dunia ini dikaruniai harta yang cukup. Ada yang tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya karena malas bekerja. Tapi ada juga yang mempunyai nasib yang sama walaupun sudah mati-matian bekerja keras membanting tulang, pergi pagi pulang malam penghasilan pas-pasan kata motivator MLM.

Dari kehidupan yang serba tidak berkecukupan, maka lahirlah utang piutang. Muncullah rentenir, bank-bank, koperasi simpam pinjam, dan sekarang yang lagi marak ialah perusahaan pinjaman berbasis online.

Aplikasi Pinjam Uang Online

Jika kita membuka Google Play Store, maka kita akan menemukan ratusan aplikasi pinjam uang online berbasis android yang bisa Anda temukan di sana.

Aplikasi-Pinjam-uang-online-Google-Play-Suggest

Karena banyaknya orang membutuhkan uang, namun terkendala untuk mencari pinjaman di bank atau instansi keuangan resmi, maka banyaklah yang mencari aplikasi pinjaman online.

Jika kita membuka mesin pencarian Google, ada banyak suggestion untuk aplikasi pinjam uang online, seperti:

  • Aplikasi pinjam uang online mudah
  • Aplikasi pinjam uang online bunga rendah
  • Aplikasi pinjam uang online tanpa slip gaji
  • Aplikasi pinjam uang online OJK, dan masih banyak lainnya
Aplikasi-pinjam-uang-online-Google-suggest

Dari Google suggest tersebut menandakan bahwa banyak orang mencari pinjaman uang, namun terkendala dengan berbagai syarat yang susah untuk dipenuhi, termasuk mereka yang tidak memiliki slip gaji, karena mereka bukan karyawan atau pegawai.

Begitu juga maraknya pinjaman yang bunganya begitu tinggi mencekik leher. Dan sebagian orang yang lebih cerdas ingin meminjam uang di instansi yang lebih resmi, dan aman (diawasi oleh OJK).

Berbicara mengenai pinjam meminjam online ini, saya ada sedikit cerita. Berhubung, karena nama lengkap dan nomor HP saya tersebar di internet, maka ada sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang online memanfaatkannya, dan memasukkannya sebagai kerabat (anggota keluarga), sehingga ketika pinjaman mereka jatuh tempo dan kabur, sayalah yang jadi kambing hitamnya. Siapa loh, emangnya gue bego.

Berikut percakapan WA saya hari ini dengan salah satu yang mungkin sebagai debt collector sebuah perusahaan pembiayaan berbasis online:

DC: selamat siang Bapak Summase S Pd selaku kerabat dari bapak Peter purnomo bintoro, kami dari aplikasi igiv** minta bantuan bapak untuk menyampaikan ke beliau supaya mengetahui mengenai tagihannya yang sudah jatuh tempo dan untuk segera dibayarkan. bisa hubungi wa ini untuk pembayarannya, terimakasih

S: Maaf, itu bukan keluarga saya

DC: jadi siapanya bapak?

S: Maaf, saya tidak mengenalnya
Kok bisa ya saya dianggap kerabatnya?

DC: bapak benar atas nama Summase S Pd kan

S: ya

DC: kami tidak tau pak, nomor ini dicantumkan oleh beliau

S: Nomor saya ada dimana2 Pak, cari saja di google

DC: nomor bapak disimpan dia juga dikontaknya

S: Pantas banyak pesan serupa

DC: apa hubungannya

S: Hubungannya banyak yang pakai nomor hp saya pinjam uang dan mengaku sebagai keluarga

DC: berarti nomor bapak banyak dicantumkan teman bapak untuk pinjaman

S: [15.10, 26/7/2019] : Bukan teman
[15.11, 26/7/2019] : Tapi lihat di internet
[15.12, 26/7/2019] : Yang saya heran perusahaan pembiayaan tidak cross check dulu sebelum memberi pinjaman

DC: kami bekerja berdasarkan data, jadi setiap nomor yang dicantumkan disini wajib kami hubungi

S: Tapi saya tidak pernah dihubungi sebelum ybs dipinjamkan uang.
[15.17, 26/7/2019] : Sekarang penipu banyak, dan data termasuk nama anggota keluarga bisa direkayasa
[15.19, 26/7/2019] : Masa banyak orang mengaku anggota keluarga saya cuma buat pinjam uang

Screeshot percakapan:

Awas Debt Collector, Bayar Utangmu! 1
Awas Debt Collector, Bayar Utangmu! 2
Awas Debt Collector, Bayar Utangmu! 3

Sampai di situ saja dulu percakapan saya dengan pihak peminjam online, soalnya kalau diperpanjang, ini bisa menjadi sebuah cerpen atau sebuah komik jika dibuatkan ilustrasi seperti Manga.

Rehat dulu sejenak, mau shalat Magrib nih.

Ingat! Kita dilahirkan untuk Shalat, jadi aktifitas yang kita lakukan saat ini, hanya untuk menunggu waktu shalat.

Dari kejadian ini, saya jadi berpikir untuk memberikan saran atau masukan, baik kepada nasabah ataupun kepada si peminjam uang.

Saran untuk perusahaan pinjaman online:

  • Walaupun semuanya serba online, namun ada juga yang bisa dicek kebenarannya, termasuk kerabat yang bersangkutan, misalnya terlebih dahulu melakukan verifikasi atas nomor HP yang diberikan oleh si calon peminjam uang. Jangan nanti si pengutang kabur, baru Anda menghubungi pihak kerabat yang jangankan kerabat, kenal aja nggak. Kenapa tidak diverifikasi memang sebelumnya?
  • Anda harus profesional,

Saran untuk si pengutang:

  • Walaupun Anda sudah susah payah melakukan upaya pinjaman uang ke sana kemari, tidak berarti Anda bebas mencopot nama dan nomor HP yang bisa Anda jadikan kerabat. Masa Anda yang menikmati uangnya, begitu jatuh tempo dan Anda kabur, orang lain yang dikejar debt collector. Enak aja.
  • Carilah pendanaan online yang bunganya rendah, dan kalau bisa yang bebas bunga. hati-hati dengan riba.
  • Kalau merasa tidak sanggup membayar utang sesuai dengan tanggal jatuh temponya, sebaiknya tahan diri dulu untuk berutang, kecuali memang sudah tidak ada yang bisa dimakan.
  • Daripada pinjam uang untuk berbisnis, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menjadi pebisnis tanpa modal.

Demikianlah sekelumit cerita dlam hal utang piutang, aplikasi pinjaman online, dan saran-saran bagi perusahaan pinjaman online, dan calon nasabah yang ingin meminjam uang, semoga bermanfaat.

Ruangan komen telah ditutup.