by

Voice of Vietnam: Impian dan harapan pada musim semi baru

Tahun 2008 lewat dengan banyak kesukaran dan tantangan. Krisis ekonomi dunia bukan hanya mempengaruhi perekonomian dunia pada umumnya, melainkan juga mempengaruhi kehidupan setiap keluarga Vietnam. Dalam menghadapi situasi yang penuh dengan kesukaran ini, setiap keluarga, setiap badan usaha dan yang lebih besar yalah seluruh perekonomian harus mencari kesempatan untuk mengatasi kesukaran dan tantangan itu. Namun semua orang Vietnam tetap mempunyai harapan besar pada tahun baru 2009. Berikut ini adalah sebuah reportase yang berjudul: “Impian dan harapan pada musim semi baru”.

Dalam tahun 2008, banyak petani di daerah lumbung padi di dataran rendah sungai Mekong- Vietnam selatan mengalami banyak kesukaran karena harga padi yang tidak stabil, tapi pada saat itu pula, bapak Truong Van Bay di desa No.5- kecamatan My Thanh Nam- kabupaten Cai Lay, provinsi Tien Giang tampaknya tidak seberapa menderita pengaruh tersebut. Bapak Bay telah memilih cara menanam padi berkualitas tinggi menurut patokan GAP patokan internasional dan telah memperoleh pendapatan lebih dari 90 juta dong Vietnam pertahun (kira-kira 5 ribu dolar Amerika). Ketika ditanya tentang bagaimana impian dan harapannya pada tahun baru 2009, bapak Truong Van Bay memberitahukan: EFEK SUARA

Impian dan harapan pada musim semi baru
Impian dan harapan pada musim semi baru

Pada tahun 2009, kami mengharapkan supaya harga bahan mentah dan barang-barang menjadi stabil dan kami melakukan bisnis secara berhasil guna serta harga tidak naik-turun seperti tahun 2008. Saya juga menginginkan supaya seluruh daerah dataran rendah sungai Mekong melaksanakan program GAP untuk mendatangkan pendapatan tinggi kepada kaum tani, mudah memasarkan padi barang dagangan dan kualitas padi bisa bersaing dengan padi dari Thailan.

Profesor Do Duc Binh, dosen Institut Ekonomi Nasional Hanoi- orang yang mengikuti situasi ekonomi Vietnam dalam tahun 2008 memberitahukan: Vietnam masuk menjadi anggota WTO dalam syarat yang tidak kondusif. Pada paro kedua tahun 2008, perekonomian dunia mulai mengalami krisis, dari Amerika melanda negara-negara maju seperti EU, Jepang dan serentetan negara lain. Vietnam juga bukan satu kekecualian. Namun, perekonomian Vietnam masih mempunyai bidang-bidang yang mencapai hasil berkad adanya integrasi, seperti misalnya usaha menyerap investasi asing, pekerjaan eksport dan lain-lain. Profesor Do Duc Binh menganggap bahwa pada tahun 2009, banyak kesukaran sedang menunggu Vietnam akibat resesi ekonomi dunia. Di antara lain mengatakan:

Dengan martabat sebagai seorang ilmuwan dan praktikus, pada tahun baru ini, saya mengharapkan kita akan mempunyai satu pemerintah yang sangat kuat. Pemerintah akan menggunakan para pakar tidak hanya yang di kantor-kantor praktek, melainkan juga pada pengkaji ilmu pengetahuan untuk bisa mengajukan solusi-solusi praksis, bisa melawan pengaruh-pengaruh jelek akibat kemerosotan ekonomi dunia. Kalau bisa demikian, maka Vietnam pasti akan mencapai sukses.

Sedangkan, mantan Deputi Perdana Menteri Vietnam Vu Khoan- seorang politikus yang walaupun telah pensiun, tetapi tetap hangat dengan masalah-masalah aktual telah menganggap bahwa di antara kehilangan-kehilangan yang terjadi pada tahun 2008, maka Vietnam juga berhasil menuai banyak hal, yaitu, pelajaran-pelajaran pengalaman. Semua pengalaman pada tahun 2008 akan membantu Vietnam lebih melihat jelas hal-hal yang diajukan untuk tahun 2009. Dan ini juga adalah saat yang perlu untuk melakukan restrukturisasi perekonomian. Mantan Deputi Perdana Menteri Vu Khoan menegaskan:

Lebih dari pada yang sudah-sudah, kita harus melakukan restrukturisasi perekonomian di tingkat makro dan mikro. Kalau kita tidak berbuat demikian, maka perekonomian Vietnam akan tertinggal di belakang. Yang pertama yalah harus memecahkan secara baik hubungan antara laju kecepatan dan hasil gunanya. Kalau hanya memperhatikan laju dengan semua harga, maka akibatnya akan berjangka panjang dan berat. Yang kedua yalah hubungan antara pasar dalam negeri dengan pasar luar negeri. Hubungan yang ketiga yalah peranan pasar dan negara harus memilih bagaimana supaya seimbang. Ini juga adalah hal yang harus restrukturisasi.

Mantan Deputi Perdana Menteri Vu Khoan juga menonjolkan 3 keunggulan dari Vietnam dalam tahun 2009 yaitu, yang pertama yalah Vietnam tetap berhasil mempertahankan kestabilan sosial- politik. Yang kedua yalah walaupun laju pertumbuhan turun tetapi tetap plus, jadi belum sampai taraf resesi pada saat banyak negara telah mengalami resesi. Yang ketiga yalah dalam menghadapi kesukaran-kesukaran itu, Vietnam telah mempunyai langkah-langkah untuk mengatasi situasi, khususnya telah menggalakkan pemanfaatan pasar domestik dan stimulasi dalam negeri. Kalau bisa mengerjakan secara baik solusi-solusi tersebut, maka akan bisa membangkitkan kemampuan-kemampuan dalam negeri untuk sedikit mengatasi kelemahan-kelemahan dari perekonomian Vietnam. (Sumber: Voice of Vietnam)

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − ten =