by

Tips Menyiapkan Makanan Bayi Pendamping ASI

Bayi seharusnya diberikan ASI eksklusif hingga ia berumur 6 bulan karena ASI merupakan makanan terbaik untuknya pada saat itu. Setelah bayi menginjak umur 6 bulan ke atas, ia mulai membutuhkan makanan pendamping lain guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin dewasa semakin tinggi.

Makanan yang diberikan harus disesuaikan dengan perkembangan sistem pencernaan si bayi, mulai dari makanan yang berwujud lembut dan cair seperti susu. Kemudian, ketika bayi sudah bisa menggerakkan lidahnya, bayi bisa diberikan makanan kental atau semi padat seperti puding dan bubur susu. Dan akhirnya bayi bisa diberikan makanan padat, seperti buah-buahan, jika sudah tumbuh gigi gerigi. Porsi yang diberikan juga berangsur–angsur sesuai kebutuhan bayi. Mulai dari satu sendok makan hingga bertambah menurut porsi si bayi.

Makanan pendamping ASI
Makanan pendamping ASI (Ilustrasi/pixabay)

Tanda–tanda kesiapan bayi untuk menerima makanan pendamping ASI antara lain:

  1. Bayi memasukkan tangannya ke mulutnya dan menguyahnya.
  2. Bayi membuka mulutnya saat akan disuapi makanan.
  3. Hilangnya kebiasaan menjulurkan lidah.
  4. Bayi hilang ketertarikan terhadap botol susu atau put*ng susu.
  5. Bayi rewel padahal sudah diberi ASI 4 – 5 kali sehari.
  6. Bayi mulai bisa duduk meskipun masih dibantu dan mampu menegakkan kepalanya.

Sebaiknya perhatikan respon bayi terhadap makanan yang diberikan, apakah si bayi mentoleransi atau tidak. Biasanya, bayi menyukai makanan yang manis dan akan memuntahkan makanan tersebut jika ia tidak suka. Untuk mengeceknya, berikan makanan yang manis di ujung lidah dan sayuran di bagian tengah karena ketrampilan mengecap bayi belum begitu sempurna. Sebaiknya, kenalkan dulu sayuran daripada buah karena rasa yang langu pada sayuran akan membuat bayi kurang menyukainya.

Tahap–tahap pemberian makanan pada bayi ialah sebagai berikut:

  1. Usia 6 – 9 bulan berikan makanan yang bertekstur lembut, cair atau yang telah disaring seperti bubur buah, bubur susu, atau bubur sayur.
  2. Usia 10 – 12 bulan bayi mulai dapat menelan makanan kental dan semi padat seperti nasi tim.
  3. Usia 1 – 2 tahun bayi mulai dapat memakan makanan padat seperti manusia dewasa pada umumnya tetapi tetap perhatikan respon si bayi.

Hindari makanan yang berbumbu tajam seperti pedas, asam, mengandung gas, dan berlemak karena dapat mengganggu pencernaan bayi yang belum seratus persen sempurna. Kenalkan makanan yang dapat dipegang seperti biskuit, nugget, potongan buah dan sayur. Hal ini berguna untuk menstimulasi ketrampilannya dalam memegang makanan dan pertumbuhan gigi.

Tidak hanya bubur susu atau bubur tepung, Anda juga bisa membuat bubur buah dan sayur sebagai variasi makanan bayi. Buah yang digunakan bisa menggunakan alpukat, sari jeruk manis, papaya, melon, semangka, dan pisang. Hindari penggunaan buah yang berserat kasar dan terlalu asam seperti nanas. Untuk sayurannya Anda bisa gunakan wortel, kacang merah, kacang hijau, tomat, dan kentang. Sedangkan untuk cairan yang digunakan bisa kaldu daging, kaldu ikan, kaldu ayam, atau kaldu sayuran.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- tinggi badan narji cagur

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =