by

Temu Pendengar Radio Jepang NHK World 2011

Walaupun redaksi Media Monitoring Club tidak sempat ikut serta dalam Temu Pendengar Radio Jepang NHK World 2011, namun kontributor Harjito Sangaji mengirimkan laporannya dari Yogyakarta.

Mari kita simak….

15.01.2011 (Sleman, Yogyakarta)

NHK, Nippon Hosso Kyokai atau Japan Broadcasting Corporation mengadakan Temu Pendengar atau NHK Gathering pada Sabtu, 15 Januari 2011 di Restoran Taman Pringsewu Jl Magelang Km 9 Sleman, Yogyakarta yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh 92 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Utusan dari NHK datang : Chou San (Produser, Kepala Sie Indonesia), Shino Kawabe, Prieka Khusnul Khatimah dan Riska Dwi Firmiyanti.

Alasan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat temu pendengar NHKkarena belum pernah dilaksanakan sebelumnya di kota ini NHK dan sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana letusan Gunung Merapi. Pada acara tersebut juga ditampilkan kesaksian dari warga yang menyaksikan letusan Gunung Merapi.

Pada acara Temu Pendengar ditayangkan:
1. Programa Amazing Japan, Jepun yang menakjubkan
2. Belajar Bahasa Jepang
3. Demo masak Takoyaki

Saran dan masukan untuk NHK dari Harjito Sangaji:

  1. Sekarang Jepang merupakan negara maju, hal menarik sebaiknya diangkat dalam mata acara NHK bagaimana Jepang bangkit dari puing dan abu kekalahan Jepang pada Perang Dunia II? Sebagaimana diketahui fase awal memulai (pembangunan, kemajuan) gaya gesekan paling besar dibandingkan ketika roda sudah berjalan
  2. NHK mengadakan lomba foto atau video eyewitness
    Japan Prize sepertinya menjadi event tahunan NHK, sayangnya hanya untuk wartawan. Pernah saya baca berita ada siswa SMA dari desa di Bali memenangkan lomba foto Anne Frank, hal serupa mungkin NHK mengangkat karya dari para penggemar NHK bukan hanya terbatas pada insan media. Jadi saya garis bawahi, mengangkat karya orang biasa bukan mengeksploitasi atau mempublikasikan kehidupan orang kecil (orang miskin) yang sebenarnya privacy juga.
  3. Sebaiknya Website NHK seksi Indonesia diperkaya sebagaimana NHK English department
  4. Konsep acara Temu Pendengar Radio Jepang NHK sepertinya “melulu” atau semuanya budaya Jepang. Saya mengusulkan gathering atau Temu Pendengar berikutnya ada cultural exchange (pertukaran kebudayaan), menampilkan dua budaya yang berbeda (Jepang – Indonesia).
  5. Lagu Kokoro no tomo mungkin sudah menjadi legend song lintas generasi, mungkin pada Temu Pendengar lain waktu dinyanyikan bersama. Arti lagu Kokoro no tomo diperluas menjadi Japan sebagai sahabat sanubari.

Tambahan dari Redaksi Media Monitoring Club:
Salah satu hal yang menjadi kendala terjalinnya komunisai dengan baik karena NHK tak bisa lagi dihubungi via email. Sejak kejadian itu, saya sebagai orang yang sibuk tak pernah sempat lagi mengirim kabar ke Jepang, dan mungkin bukan cuma saya.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- cara pengiriman email ke radio nhk japan - prieka khusnul khatima - prieka khusnul khotimah

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 10 =