by

Teater Radio Jepang: Nasib Baik Don Rodrigo

Tahun ini adalah peringatan 400 tahun persahabatan antara Jepang dan Meksiko. Semuanya berawal ketika sebuah kapal tenggelam di lepas pantai Chiba. Kapal itu membawa Gubernur Filipina yang dilahirkan di Nueva Espana atau kini dikenal dengan Meksiko, bersama dengan awak kapalnya.

Pada akhir abad ke 19, Jepang menderita karena perjanjian yang tidak adil dengan negara-negara modern yang lebih kuat. Meksiko adalah negara pertama yang menandatangani perjanjian yang tidak berat sebelah dan saling menguntungkan dengan Jepang. Di abad ke 21, Jepang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Ini menunjukkan bahwa bibit persahabatan antara kedua negara itu telah tumbuh dengan stabil dalam masa 400 tahun terakhir.

Tahun ini Propinsi Chiba menerbitkan sebuah brosur untuk memperkenalkan sejarah antara kedua negara. Radio Jepang memproduksi sebuah drama audio yang didasarkan pada sejarah tersebut, sementara situs webnya menawarkan versi ilustrasi dari drama tersebut.

Nikmatilah kisah yang menandai awal sebuah persahabatan antara kedua negara itu.

Ringkasan Cerita

Pada bulan September 1609, sebuah kapal yang membawa Rodrigo de Vivero, pejabat Gubernur Filipina dan awak kapalnya dilanda badai dan tenggelam di Samudera Pasifik, di lepas pantai Propinsi Chiba, Jepang. Kapal itu tengah dalam perjalanan ke Nueva Espana, sebuah kawasan milik Spanyol yang kini dikenal dengan nama Meksiko. Rodrigo dan sekitar 300 awak kapal nyaris tidak bisa mencapai pantai. Mereka menggigil kedinginan dan ketakutan, ketika para nelayan asal desa yang kini dikenal dengan Onjuku datang menolong. Meskipun terkejut karena itu baru pertama kali mereka bertemu orang asing, namun para penduduk desa berdatangan dan memberikan mereka makan serta menghangatkan tubuh mereka yang menggigil.

Rodrigo dan awak kapalnya sudah pernah mendengar soal penumpasan penganut Kristen di Nagasaki, sebuah kota pelabuhan di Jepang Barat. Awalnya mereka ketakutan akan dibunuh juga. Tapi rasa takut mereka perlahan hilang berkat dedikasi nelayan setempat dan sambutan hangat yang mereka terima dari Honda Tadatomo, penguasa kelompok bangsawan Otaki.

Rodrigo dan anak buahnya kemudian berkunjung ke Edo yang kini dikenal dengan nama Tokyo, untuk bertemu dengan Tokugawa Hidetada, Shogun kedua dari Keshogunan Tokugawa. Rodrigo terkesan dengan kota itu yang menurutnya seramai Roma. Mereka disambut dan diperlakukan dengan sopan di Istana Edo. Prasangkanya terhadap orang Asia berganti menjadi bentuk penghormatan.

Rodrigo juga diizinkan untuk bertemu dengan pendiri dan shogun pertama dari Keshogunan Tokugawa, yakni Ieyasu, yang saat itu tinggal di Sunpu atau kini adalah Propinsi Shizuoka. Iapun meminta Ieyasu untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Spanyol.

Ieyasu telah lama memiliki minat untuk berdagang dengan Spanyol. Iapun menyatakan kesediaannya untuk berunding. Setelah memainkan perannya sebagai diplomat, Rodrigo akhirnya mendapat kesediaan untuk berlayar ke Nueva Espana. Pada bulan Agustus 1610, sekitar 10 bulan sejak mereka mencapai pantai Chiba, Rodrigo dan awak kapalnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal pemberian Ieyasu.

Kisah asli : Akira Ogura
Naskah : Tomoki Tominaga
Ilustrasi : Miyuki Kumagai

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + nine =