by

Tawaran Menjadi Seller di Lazada

Pada hari Rabu, 30 Mei 2018, saya menerima telepon dari seorang mbak yang katanya dari Lazada. Mbak: “Halo, selamat siang, benar ini Tokoina?”, saya katakan benar. Sebenarnya, pihak Lazada menelpon saya dari melihat lapak di Bukalapak yang juga ada Tokoina. Kalau tidak salah, pelapak yang punya barang furnitur atau peralatan rumah tangga (lemari pakaian). Mungkin si Mbak ini menemukan pelapak di Bukalapak, kemudian mencari nomor HP di Google, dan menemukan nomor HP saya.

Pihak Lazada menawarkan kepada saya untuk menjadi seller di Lazada, pada awalnya saya ragu, apalagi kalau selama ini banyak sekali telepon penipuan, tapi saya pikir, selama dia tidak minta data-data rahasia, itu tidak masalah, apalagi sebagai penjual atau sebegai blogger, nama, nomor telepon, alamat email, maupun alamat rumah bukanlah rahasia.

Telepon dari pihak Lazada
Telepon dari pihak Lazada

Pada kesempatan itu, pihak Lazada menawarkan untuk menjadi seller, bahkan menawarkan untuk dibuatkan akun dan upload produk. Si Mbak itu kemudian meminta data-data saya, antara lain, nama lengkap, alamat email, dan alamat rumah, sementara scan KTP dan nomor rekening nanti saya disuruh upload sendiri di aplikasi atau di situs seller center Lazada.

Aplikasi Lazada Seller Center
Aplikasi Lazada Seller Center
Website Lazada Seller Center
Website Lazada Seller Center

Sayapun mengiyakan, tapi saya hanya ingin satu saja dulu produk yang diupload, karena saya ingin mempelajari dulu syarat-syarat menjadi seller di Lazada. kalau cocok, saya lanjutkan dan mengupload semua produk yang saya jual, kalau tidak cocok ya saya biarkan saja.

Setelah saya searching di internet, saya menemukan beberapa point berikut:

Sekilas tentang Lazada: Perusahaan Lazada Group didirikan pada tahun 2012, pemiliknya ialah Alibaba Group, CEOnya(mulai Maret 2018-) ialah Peng Lei, Kantor Pusatnya berada di Singapura, pendirinya antara lain Alexander Samwer, Rocket Internet, Marc Samwer, dan Oliver Samwer.

Sebenarnya untuk menjadi seller, Anda tidak perlu dihubungi dulu untuk menjadi seller, Anda bisa mendaftarkan sendiri. Menurut situs Lazada, kelebihan menjadi seller di Lazada, ialah:

  1. Lazada merupakan platform online shop nomor 1 di Asia Tenggara.
  2. Lebih dari 560 juta potensi pembeli
  3. Lebih dari 48 juta kunjungan perbulan (trafik)

Lanjut, menurut situs ini, keuntungan berjualan di lazada antara lain:

  1. Bebas penalti
  2. Gratis ongkir
  3. Bebas komisi.

Nah, jika Anda ingin jualan atau menjadi seller di Lazada, dan Anda tidak menerima penawaran langsung dari pihak Lazada, Anda bisa mendaftar sendiri, caranya antara lain:

  1. Registrasi online dan aktivasi akun di sini
  2. Upload dokumen yang dibutuhkan (KTP dan halaman buku tabungan)
  3. Upload produk
  4. Maka kamu sudah aktif berjualan di Lazada

Sebenarnya, sebelumnya saya pernah menjadi affiliate di Lazada, namun saya hentikan, karena setiap kali ada orang mau berbelanja, selalu saja saya dihubungi, padahal di situ sudah ada instruksinya untuk beli di lazada melalui link referal dari saya, tapi maklum di negeri kita, banyak sekali orang yang mencari sesuatu di Google, hanya melihat deskripsi halaman pencarian saja, dan langsung menghubungi yang bersangkutan. Akhirnya saya berpikir, alangkah baiknya kalau saya mengurus toko online saya sendiri.

Lazada Affiliate
Lazada Affiliate

Soal menjadi seller di Lazada, mungkin pending dulu, berhubung tidak ada modal buat mengantisipasi banyaknya orderan, sementara uang masih belum cair di Lazada, soalnya pencairan dana dari produk yang dijual dilakukan seminggu sekali. Tentu ini butuh dana untuk mengantisipasi hal ini.

Saya ingin sekali menulis banyak, tapi kondisi kurang memungknkan, karena jaringan internet selalu terputus. Jadi cukup sampai di sini dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin menjadi seller di Lazada.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + sixteen =