by

Surat Yasin: Manfaat, Keutamaan, Khasiat, dan Faedahnya

5/5 (1)

Surat Yasin (Yaa siin) merupakan Surah ke 36 dari Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat. Surah sebelum Surah Yasin ialah Surah Fathir, dan Surah sesudah surah Yasin ialah surah Ash Saffat. Surat Yasin merupakan Juz ke 22-23 dan termasuk Surah Makiyyah (diturunkan di Makkah). Berikut ini beberapa manfaat, keutamaan, khasiat, dan faedah membaca Surat Yasin:

Surat Yasin: Manfaat, Keutamaan, Khasiat, dan Faedahnya

  1. Setiap sesuatu mempunyai jantung, dan jantungnya Al-Qur’an ialah surat yasin. Menurut beberapa sumber, Allah menetapkan surat yasin seperti membaca Al-Qur’an sebanyak 10 kali.
  2. Rasulullah SAW juga bersabda: Barang siapa yang menjadikan Surat Yasin sebagai permulaan keperluannya, maka Insya Allah akan dikabulkan hajatnya.
  3. Barang siapa yang membaca Surat Yasin pada malam Jumat, maka Insya Allah akan diampuni dosanya keesokan harinya.
  4. Jika dibacakan Surat Yasin kepada orang yang akan meninggal, maka  Insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan kepada orang yang sekarat tersebut untuk menghadap kepadanya.
    Ini jangan disalahartikan kalau setiap orang sakit yang dibacakan surat yasin akan mempercepat kematiannya. Memberikan kemudahan kepada orang yang akan menghadap kepada-Nya di sini ialah agar orang yang sakit atau sekarat tidak menderita terlalu lama.
  5. Di dalam Kitab Taurat, surat Yasin dinamakan Al-Mu’ammah. Ditanyakan, Ya Rasulallah, apakah Al-Mu’ammah itu Beliau menjelaskan, yang menjadi penyebab bagi orang yang membaca dan mendengarkannya mendapatkan kebaikan di dunia dan menghilangkan ketakutan di akhirat
  6. Surat Yasin juga disebut Ad-Dafi’ah dan Al Qadiyah. Ditanyakan, Ya Rasulallah, apa maksudnya Jawab Beliau: karena dapat menolak kejahatan, dan dikabulkan segala hajatnya bagi orang yang membacanya.

Surat Yasin dan Terjemahannya

1. Yaa Siiin
– Yaa siiin

2.  Wal Qur’ aanil hakiim
– Demi Al Qur’an yang penuh hikmah

3. Innaka laminalmursaliin
– Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rosul-rosul

4. ‘Alaa shiroothimmustaqiim
– (yang berada) di atas jalan yang lurus

5.  Tanziilal ‘aziizir rohiim
– (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang

6.

Li tundzira qoumam ma undzira aabaauhum fahum ghoofiluun
– agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

7.

Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
– Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

8.

Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun
– Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

Surat Yasin Ayat 9

9.

Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun
– Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

10.

Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun
– Sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11.

Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim
– Ssungguhnya kami hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada TuhanYang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

12.

Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin
– Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan beka- bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

13.

–  Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun
– Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara)  ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

14.

Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
– (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu “.

15.

Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun
– Mereka menjawab: ”Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

16.

Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun
– Mereka berkata: ”Tuhan kami mengetahui bahwa ssungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

17.

Wa maa ‘alaina illal balaaghul mubiin
– Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

18.

Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim
– Mereka menjawab: ”Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami “.

19.

Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun
– Utusan-utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kmu diberi peringatan (kamu bernasib malang) Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “.

20.

Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin
– Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utussan-utusan itu.

21.

Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun
– ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

22.

Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun
Mengapa kamu tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan

23.

A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun
– Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku

24.

Innii idzal lafii dlolaalim mubiin
– Ssungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

25.

Innii aamantu birobbikum fasma’uun
– Ssungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26.

Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun
– Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

27.

Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin
– apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

28.

Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin
– Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

29.

In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun
– Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

30.

Yaa hasrotan ‘alal ‘ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun
– Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

31.

Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya uma- umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32.

Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun
– Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

33.

Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya ’kuluun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka dari padanya mereka makan.

34.

Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun
– Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35.

Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun
– supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur

Surat Yasin Ayat 36

36.

Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min amfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun
– Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

37.

Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

38.

Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim
– dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikian ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39.

– Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim
– Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (stelah dia sampai ke manzilah yg terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yg tua.
Note: Jika anda sedang membutuhkan surat yasin bahasa indonesia saja, silahkan anda cari surat yasin terjemahan pada blog ini.

40.
– Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun
– Tidaklah mungkin bagi matahari mndapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya..

41.

– Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
– Dan suatu tanda (kebesaran Allah yg besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yg penuh muatan,

42.

– Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun
– dan Kami ciptakan untuk merreka yg akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

43.

– Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun
– Dan jika Kami mnghendaki niscaya Kami tenggelamkan mreka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44.

– Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin
– Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yg besar dari Kami dan untuk mmberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.

45.

– Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun
– Dan apabila dikatakaan kpada merreka: Takutlah kmu akan siksa yg dihadapanmu dan siksa yg akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

46.

– Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin
– Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.

47.

– Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin
– Dan apabila dikatakan kpada merreka: Naffkahkan lah sebahagian dari rezeki yg diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yg kafir itu berkata kpada orang orang yg beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yg jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kmu melainkan dalam kesesatan yg nyata”.

48.

– Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin
– Dan mreka brkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yg benar ”

49.

– Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun
Mreka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mreka sedang bertengkar.

50.

– Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun
– Lalu mreka tidak kuasa mmbuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kmbali kpada keluarganya.

Surat Yasin Ayat 51

51.

– Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun
– Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mreka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kpada Tuhan mereka.

52.
>- Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun
– Merreka berkata: ‘Aduhai celakalah kami Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ‘ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

53.

– In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun
– Tidak adalah terriakan itu selain skali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

54.

– Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun
– Maka pada hari itu sesseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55.

– Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun
– Ssungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).

56.

– Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun
– Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yg teduh, bertelekan di atas dipan dipan.

57.

– Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun
– Di surga itu mreka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yg mereka minta.

Surat Yasin Ayat 58

58.

– Salaamun qoulam mir robbir rohiim
– (Kpada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan slamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59.

– Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun
– Dan (dikatakan kpada orang orang kafir): ‘Brpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yg berbuat jahat.’

60.

– Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin
– Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mnyembah setan Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”

61.

– Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
– Dan hendaklah kammu menyembah Ku. Inilah jalan yg luurus.

62.

– Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun
Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kaamu tidak memikirkan

Surat Yasin Ayat 63

63.

– Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun
– Inilah Jahannam yg dahulu kamu di ancam (dengannya).

64.

– Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun
– Masuklah ke dlamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Surat Yasin Ayat 65

65.

– Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
– Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mreka dan mmberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yg dahulu mreka usahakan.

66.

– Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mncari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

67.

– Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68.

– Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun
– Dan barangsiapa yg Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kpada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan

69.

– Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin
– Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yg memberi penerangan,

70.

– Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin
– supaya dia (Muhammad) mmberi pringatan kpada orang orang yg hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) trhadap orang orang kafir.

71.

– Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun
– Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yg telah Kami ciptakan dengan kkuasaan Kami sndiri, lalu mreka menguasainya

72.

– Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun
– Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya mnjadi tunggangan mreka dan sebahagiannya mereka makan.

73.

– Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun
– Dan mreka mmperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur

74.

– Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun
– Mereka mngambil sembahan sembahan slain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

75.

– Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun
– Berhala berhala itu tiada dapat mnolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk mnjaga mereka.

76.

– Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun
– Maka janganlah ucapan mereka mnyedihkan kamu. Ssungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77.

– Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin
– Dan apakah manusiaa tidak memperhatikan bahwa Kami mnciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.

78.

– Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim
– Dan dia mmbuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: ‘Siapakah yg dapat mnghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh ‘

79.

– Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim
– Katakanlah: ‘Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80.

– Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun
– Yaitu Tuhan yg mnjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81.
– Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim
– Dan tidakkah Tuhan yg mnciptakan langit dan bumi itu brkuasa menciptakan yg serupa dngan itu Benaar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Surat Yasin Ayat 82

82.

– Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun
– Ssungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka trjadilah ia.

83.

– Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun

– Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas sgala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dkembalikan.

Doa sesudah membaca Surat Yasin

Doa sesudah membaca surat yasin
Doa sesudah membaca surat yasin

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa.

“Ya Allah, kami memohon penjagaan-Mu dan menitipkan kepada-Mu agama kami, dari kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta benda kami, dan apa saja yang telah engkau berikan kepada kami.”

Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin‘ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
“Ya Allah, semoga engkau menjadikan kami dalam penjagaan, tanggungan, kedekatan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang menggoda, orang yang kejam, zalim dan durhaka, dan dari kejahatan penjahat, sesungguhnya engkau adalah maha kuasa atas segala sesuatu.”

Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i.
“Ya Allah, baguskanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan, dan sejatikanlah kami dengan takwa dan istiqamah, jagalah kami dari penyesalah, karena sesungguhnya Engkau maha mendengarkan doa.”

Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin.
“Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami seagama, sahabat-sahabat kami, kekasih-kekasih kami, orang yang mengasihi kami karena Engkau, dan kepada siapa saja yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan orang-orang yang beragama Islam laki-laki dan perempuan, wahai Tuhan semesta alam.”

Warzuqnaa kamaalal mutaaba’ati lahu zaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin wa salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiin.
“Dan limpahkan kepada kami kesempurnaan mengikutinya lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang.”

Wa shallilaahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba dan utusan-Mu. Yaitu junjungan kami Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga dan sahabatnya.”

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =