by

Sifat mementingkan diri sendiri

Setiap manusia punya ego, karena egois merupakan sifat dasar manusia dan orang yang selalu mementingkan diri sendiri disebut egois.  Mengapa ego itu merupakan sifat dasar manusia? Lihat saja anak kecil, kalau mereka bermain, pasti mereka akan berebutan mendapatkan mainan yang terbaik. Dalam setiap rumah tangga, selalu saja ada orang-orang egois di dalamnya. Begitu juga dalam hidup bertetangga, pasti ada saja tetangga yang egois. Di asrama, selalu saja ada teman yang egois. Di kantor begitu juga, pasti ada teman kerja yang egois.

Sifat mementingkan diri sendiri atau egois, atau biasa juga disebut individualis Antara egois, serakah, dan arogan, layaknya anak kembar yang kadang susah dibedakan. Terkadang orang yang egois, juga memiliki sifat keserakahan, bahkan arogan. Selalu saja keinginannya harus terpenuhi.

Di dalam rumah tangga, dalam kehidupan sehari-hari, selalu saja ada diantara keluarga itu yang egois. Tak hanya anak-anak bersaudara, ada diantara mereka yang egois, bahkan ada juga orang tua yang egois. Mereka tidak memperdulikan orang lain, yang penting kebutuhan pribadinya terpenuhi. Kalaupun mendahulukan kepentingan orang lain, namun orang ini biasanya ada maunya. Rela berkorban untuk mendapatkan sesuatu yang lebih.

Marilah kita mengintrospeksi diri, apakah kita ini termasuk orang yang egois? Karena terkadang kita tidak pernah sadar bahwa kita ini sebenarnya egois. Kita selalu mencari hak kita, namun tidak memperdulikan hak-hak orang lain.

Orang-orang yang egois selalu saja menganggap dirinya benar dan sering sekali menyalahkan orang lain jika ada masalah, dan kalaupun dia terbukti bersalah, dia selalu saja berdalih untuk bisa diterima kebenarannya. Tidak pernah mau kalah, tidak mau menerima kemenangan orang lain saat melakukan perlombaan atau pertandingan, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Tidak mau mendapatkan harta yang lebih sedikit dari pada saudara-saudaranya yang lain.

Kalau ada orang yang suka ceplas ceplos dan tidak peduli dengan perasaan orang lain, sementara dirinya sendiri sangat peka dan gampang tersinggung, ini juga merupakan ciri-ciri orang yang suka mementingkan diri sendiri.

Orang yang egois juga senang sekali mendapatkan pujian dari orang lain, sehingga ketika pujian datang bukan untuk dirinya, dia merasa iri dan marah. Misalnya seja, seorang adik yang mendapat prestasi di sekolahnya dan orang-orang memujinya bahwa dia anak yang pintar, maka si kakak yang egois akan mengatakan misalnya, ah dia bukan anak yang pintar, itu semua karena doa ibunya, itu hanyalah keberuntungan saja.

Sifat mementingkan diri sendiri dalam Islam merupakan salah satu penyakit hati yang berbahaya, yang dapat berkembang menjadi sombong, takabur, kikir, hingga menjadi iri dan dengki, yang nantinya akan kembali berdampak pada diri sendiri, yaitu dijauhi oleh teman-teman dan lingkungan sekitar.

Sifat mementingkan diri sendiri merupakan akar perpecahan antara suatu keluarga, hidup bertetangga, bahkan hidup bermasyarakat.

Lantas, bagaimana cara mengatasi sifat egois itu?

Salah satu caranya ialah membiasakan diri melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan menyadari bahwa semua orang di muka bumi ini mempunyai hak yang sama

Berbuat baik kepada orang lain

Janganlah menjadi orang yang egois, karena kamu tidak akan hidup tanpa kehadiran orang lain

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 17 =