by

Sejenak sebelum Anda Cemburu

Sesekali pernah kita melihat satu adegan yang muncul entah itu di film, sinetron atau iklan; saat seorang wanita cantik berlalu di depan layar, melintasi seorang atau beberapa pria yang terpana menatapnya hampir tanpa berkedip. Sejurus kemudian si istri menghampiri dan menarik telinga si pria yang tak lain ialah suaminya, sambil mengomel riuh rendah. Adegan diakhiri dengan senyum geli si wanita cantik melihat kedua pasangan yang setengah bertengkar itu berlalu. Istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya lebih tertarik kepada wanita lain, apalagi sampai ketahuan mencoba membina hubungan yang lebih serius. Bisa perang dunia tuh! Apakah baik punya rasa cemburu? Bagaimana mempositifkan rasa cemburu?

Setiap manusia memiliki rasa cemburu, seperti halnya iri hati merupakan bagian dari ketakutan manusia untuk melindungi apa yang menjadi miliknya. Dasar dari rasa cemburu ialah rasa kepemilikan atau keterikatan manusia dengan hal-hal di dalam hidupnya di dunia, entah itu benda, hubungan, status atau jabatan. Cemburu cenderung posesif, contoh kecil saja, betapa manusia tidak dapat lepas dari hp atau gadget di dalam kesehariannya. Bagaimana tidak, bangun pagi pertama kali yang kita lakukan ialah cek HP, melihat pesan-pesan yang masuk dan membuat berbagai janji untuk hari itu sambil mendengar kabar terbaru baik dari orang yang kita kenal atau orang dari antah berantah; berita di pagi hari sekarang sudah bisa diupdate lewat media online berkecepatan detik dan masih banyak sekali yang kita lakukan dengan sebuah benda segenggaman tangan tersebut hingga waktu kita kembali tidur lagi. Kita jadi bergantung pada sarana tersebut, ditambah lagi fitur HP yang semakin berinovasi setiap detiknya. kehilangan HP mungkin seperti kehilangan separuh dari hidupnya. Namun seberapapun manusia sadar dengan keterikatan fananya di dunia, manusia tak pelak enggan melepaskan dirinya. Begitu terikatnya hingga mereka berhalusinasi dan berimajinasi berlebihan tentang hal-hal yang bukan miliknya. Seperti rasa akulah yang pantas naik mobil mewah itu, maka apapun yang diceritakan seakan ia memiliki benda tersebut, dan begitu dia tahu ada orang lain yang memiikinya, maka muncullah rasa kecemburuannya.

Pengendalian cemburu
Pengendalian cemburu (Ilustrasi/pexels)

Mengelola rasa cemburu membutuhkan kemauan. Pasti tidak nyaman untuk hati dan jiwa kita bila kita merasa cemburu terhadap orang lain atau orang terdekat kita seperti suami atau istri. Cobalah memikirkan beberapa hal ini saat Anda merasa cemburu, dan jangan larutkan diri Anda menjadi buta dengan kecemburuan. Berhenti sejenak dan gunakan akal logika Anda.

Pertama-tama mari menganalisa sumber dari kecemburuan kita. Jika kita cemburu dengan orang lain yang memiliki sesuatu yang anda inginkan, maka cobalah melihat yang Anda miliki; cari kelebihan dari milik kita tersebut, pelajari dengan baik keunggulannya karena mungkin semua kebutuhan Anda sudah bisa dipenuhi dengan apa yang sudah Anda miliki sekarang. Jika kita cemburu dengan pasangan kita maka sebelum salah sangka, cari informasi yang sebenar-benarnya terlebih dahulu; karena cemburu buta justru membuat pasangan kita menjauh dari kita, seakan kita tidak punya rasa pecaya kepada pasangan. Belajarlah untuk mempelajari ‘gesture’ karena orang yang sedang merencanakan sesuatu pasti ada memberi petunjuk dari gerak-geriknya, dan Anda tahu banyak inforasi tentang membaca gerak-gerik apalagi tentang pasangan kita sendiri.

Kedua, mengingat hal-hal yang membuat kita bahagia atau kenangan-kenangan yang membahagiakan untuk kita, misalnya saat kita menerima penghargaan atas suatu prestasi, saat kelahiran anak kita ke dunia atau tempat rendezvous bersama teman yang tak terlupakan. Hal-hal tersebut membuat diri kita berharga dan menghindarkan rasa tidak percaya diri. ‘I am Happy as I am’.

Jika semua orang begitu bangga dengan mobil milik mereka, maka banggalah dengan motor anda yang selalu dapat diandalkan setiap saat, lincah dalam kemacetan dan tentunya perawatan mobil pasti jauh lebih mahal dibandingkan perawatan motor. Kenapa tidak menabung untuk mencoba perjalanan liburan ke luar negeri misalnya?

Buatlah hidup Anda bahagia dengan cara Anda sendiri. Jika ada orang yang lebih cantik atau berdandan lebih trendi dari Anda, maka banggalah menjadi diri Anda sendiri dengan model rambut yang Anda sukai, dengan dandanan yang nyaman untuk Anda, Anda akan rasakan kecantikan dan keindahan Anda akan terpancar dari rasa percaya diri Anda terhadap diri sendiri. Kebahagiaan sejati Anda akan memancarkan keindahan Anda.

Ketiga, meskipun cemburu itu tidak baik, karena kemudian membuat kita jadi memusuhi, membutakan mata batin dan menggelapkan dunia kita, maka alihkan rasa ‘cemburu’ kita kepada hal-hal mulia yang dilakukan untuk orang lain yang membutuhkan, seperti rajin bersedekah, suka membantu atau prestasi-prestasi orang lain seperti wawasan yang luas, berpendidikan tinggi dan tingkat kebijaksanaan. Hal-hal lebih dari nilai seorang manusia yang diciptakan dari cipta, rasa dan karsa Sang Pencipta.

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =