by

Sedekah: Jangan Lihat Kepada Siapa dan Berapa Banyak

Beberapa malam yang lalu, di Masjid Miftahul Jannah Batua, seorang da’i mengatakan: “sedekah itu bukan masalah berapa banyak, tapi masalah kebiasaan”. Betul juga kata Pak Ustadz itu. Kalau boleh saya tambahkan, Sedekah: Jangan Lihat Kepada Siapa dan Berapa Banyak.

Banyak diantara kita yang enggan mengeluarkan uang, apalagi jika yang datang meminta uang ialah seorang peminta-minta, mungkin seperti saya terkadang tidak ikhlas jika ada orang yang bertampang memelas dan menjulurkan tangan. Tapi bukan karena saya pelit loh. Tau saja kalau saya waktu itu juga lagi susah keuangan, apalagi kalau masih banyak utang. Tak mungkinlah menebar sedekah sementara utang tak bisa dilunasi.

Sebenarnya, sedekah itu bukan hanya soal materi. Kita sudah tahu bahwa tersenyum kepada orang yang bertemu mata dengan kita juga merupakan sedekah, begitu juga menyingkirkan duri di jalan, atau berbuat sesuatu yang menyelamatkan nyawa atau hidup orang lain.

Kalau kita ingin membahas tentang sedekah, sangat luas cakupannya. Namun yang saya angkat sebagai topik di sini ialah sedekah dalam bentuk materi. Mengapa kita atau banyak orang yang enggan untuk mengeluarkan uang kepada orang yang meminta? Itu mungkin karena di jaman ini, sudah agak susah membedakan yang mana orang yang mampu, yang mana orang yang tidak mampu.

Mungkin Anda akan kaget jika pernah membaca berita, seorang pengemis di Jakarta yang bisa mengumpulkan uang lebih dari 20 juta sebulan dari hasil mengemis. Coba kalau gaji Anda atau penghasilan Anda hanya berkisar 1-3 juta sebulan, dan rutin menyisihkan uang receh kepada seorang pengemis setiap Anda lewat di situ. tapi suatu waktu, tiba-tiba Anda tahu kalau orang tersebut ternyata punya rumah mewah dan kaya.

Sedekah: Jangan Lihat Kepada Siapa dan Berapa Banyak 2

Tapi, tak perlu berkecil hati dan semua itu menahan Anda untuk bersedekah. Bersedekah itu bukan hanya ke Masjid, dan panti asuhan, tapi juga kepada orang lain, walaupun nota bene orang tersebut ternyata menyamar sebagai orang miskin, padahal dia orang berada, bahkan melebihi apa yang Anda punya.

Karena semua amal ibadah kita tergantung pada niat, dan kata guru saya dulu, ikhlas atau tidak ikhlas, pasti Allah akan membalasnya. Mungkin Allah akan membalas dengan materi juga, atau Allah membalas dengan memberikan Anda sekeluarga keselamatan, atau imbalannya disimpankan oleh Allah untuk Anda di akhirat nanti.

Jadi, jika Anda punya uang, tidak punya utang, lalu mengapa Anda tidak mau bersedekah? Bukankah tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah? Mudah-mudahan artikel singkat ini dapat bermanfaat, terutama untuk saya sendiri. Mari kita saling mengingatkan di jalan kebaikan, karena iman manusia timbul tenggelam.

Jadi intinya, bersedekahlah kepada siapa saja yang menengadahkan tangan dengan niat sedekah, dan tentu Anda bisa membedakan yang mana yang datang dengan wajah memelas, dan yang mana datang dengan wajah dan gelagat preman. Insya Allah, Allah akan membalasnya. Untuk dalil-dalil tentang sedekah, silahkan search di Google. Salah satu manfaat sedekah yang lain yaitu untuk mengobati orang yang sakit:

Sedekah mengobati penyakit
Sedekah mengobati penyakit

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 1 =