by

Rumah Sakit Grestelina dan Setan Merah

5/5 (1)

Rumah sakit Grestelina merupakan rumah sakit pertama tempat anakku dirawat inap, ceritanya waktu pertama kali step saat usianya menginjak 1 tahun 3 bulan, yaitu sekitar bulan April 2013 lalu. Waktu itu, si Bungsu jatuh sakit (demam) pada hari Jumat. Karena terlalu sering ke dokter, saya berpikir, ah sebaiknya tunggu sampai 3 hari, kalau masih demam, saya baru akan membawanya ke dokter. Tapi, hari itu, minggu sore menjelang magrib, saat saya sedang jaga toko, tiba-tiba dia terkena step. Saya segera menelpon “Dedi”, sopir yang biasa kami sewa, dan sampai di rumah, langsung si bungsu dilarikan ke RS Grestelina, karena jalur ke arah RS 45 atau sekarang RS Ibnu Sina macet total, itupun mobil Kijang yang parkir di garasi tidak bisa keluar dan terpaksa si Bungsu dilarikan ke RS Grestelina dengan menggunakan angkot alias pete-pete.

Rumah Sakit Grestelina dan Setan Merah 1
Malam kedua di Rumah Sakit Grestelina 7 Mei 2018

Kali ini saya tidak akan bercerita tentang anak saya yang step. Tapi tentang RS Grestelina. Sebenarnya, anakku kali ke empat dirawat di sana pada tanggal 6 Mei 2018 karena demamnya mencapai 40 derajat Celcius. Yang ingin saya ceritakan di sini ialah tentang penghuni gaib rumah sakit ini. Sejak anakku selalu dirawat di sini, baru kali ini saya mendengar tentang penghuni gaib rumah sakit ini. Tapi saya kira, semua rumah sakit merupakan tempat tinggal bagi makhluk halus, karena di rumah sakit, hampir setiap hari ada yang meninggal di sana.

Saya mendengar cerita tentang penghuni gaib rumah sakit itu dari seorang satpam yang kemenakannya juga dirawat satu ruangan dengan anak saya di kamar 221. Katanya di rumah sakit itu ada penghuni gaib, yang oleh salah seorang driver Go-car menyebutnya dengan setan merah. Konon, jika ada pembesuk yang berbaju atau berpakaian merah, sering pasien yang dijenguk mengalami gangguan, seperti menangis, gelisah atau kesakitan.

Karena penasaran, saya korek-korek keterangan dari waitress kafe yang ada di kawasan rumah sakit, namun tidak ada yang pernah mendengar cerita itu, terus kebetulan ada pegawai yang masuk di kafe saya tanya. Katanya, bukan cuma baju merah sih, baju apa saja kalau mau diganggu sama penghuninya, ya diganggu. Katanya yang paling kuat di lantai 1 dan lantai 5 gedung nomor 2 dari depan. Tapi kalau driver Go-car bilang sama saya, semua area di tengah jalan, termasuk di tangga. Pak satpam bilang, paling kuat di ruangan ICU, dan salah satu waitress kafe bilang di area belakang dekat pembuangan sampah.

Saya bersyukur, selama anakku dirawat inap di rumah sakit ini, saya tidak pernah merasa sesuatu yang aneh, seandainya tidak pernah mendengar cerita itu, mungkin bulu kudukku tidak berdiri dan rambutku seperti terangkat saat suatu malam shalat Isya sendirian di mushollah lantai 1 gedung nomor 2. Waktu itu, saya tidak bisa menahan agar rambutku seperti terangkat. Saya tidak tahu, apakah ini karena perasaat takut, atau karena memang sinyal keberadaan makhluk itu.

Yang jelas, saya suka di rumah sakit itu, meskipun pernah sempat berpikir miring karena salah seorang teman kuliah saya, Musyarrafah pernah meninggal di IGD rumah sakit ini katarnya karena terlambat ditangani, waktu itu, temanku jatuh dari motor waktu dibe**gal di jalan.

Pesan saya, di rumah sakit manapun Anda masuk, jaga sikap Anda dan ingat selalu kepada Allah, Insya Allah, Anda akan terhindar dari gangguan makhluk halus, jika pun memang ada penghuni gaib rumah sakit yang Anda kunjungi.

Yang saya suka di rumah sakit ini, ialah ada mushollah di gedung nomor 2 lantai 1, juga ada di dekat pos satpam di sebelah kiri (sebelah kanan kalau kita dari dalam). Di sekitar rumah sakit, banyak penjual makanan, apalagi sekarang ada kafe di area rumah sakit, dan tentu saja ada dokter yang saya suka, diantaranya dr. Syatirah Jalaluddin, Sp. A, M. Kes. Dan di sini juga ada dr. R. Moh. Hadi Subroto, Sp. A yang dulu sering menangani anak saya di kliniknya di jalan Hertasning.

Lobi RS Grestelina Gedung 2
Lobi RS Grestelina Gedung 2
Loket antri BPJS
Loket antri BPJS
Suasana di Ruang tunggu poliklinik
Suasana di Ruang tunggu poliklinik umum
Loket pengambilan obat BPJS
Loket pengambilan obat BPJS

Rumah Sakit Grestelina.
Alamat: Jl. Hertasning Raya No. 51 Makassar, Indonesia
Telepone : +62-0411-448855,448851
E-mail : info@rs-grestelina.com

Peta Lokasi Rumah Sakit Grestelina Makassar

Rumah Sakit Grestelina dan Setan Merah 2
Nah, bagi Anda yang punya pengalaman di Rumah Sakit Grestelina Makassar, silahkan berbagi.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − thirteen =