by

Robot Taksi Nissan Akan Dirilis Pada Awal 2020

Di masa depan, hampir semua lini telah mengalami robotisasi, kecuali bidang yang benar–benar membutuhkan bantuan manusia. Tidak terkecuali dengan profesi sopir. Di masa depan, semua kendaraan akan memiliki sistem pengendalian otomatis, tanpa memerlukan bantuan manusia untuk mengemudikan. Sistem otomatisasi ini dilakukan, karena berdasarkan survei, ada sebanyak 1.25 juta orang yang meninggal akibat kecelakaan akibat kendaraan setiap tahunnya. Angka kematian sebesar itu akibat kendaraan disebabkan oleh kesalahan manusia. Sehingga banyak perusahaan kendaraan yang menilai bahwa dengan menggantikan peran manusia dalam mengemudikan kendaraan akan dapat menekan angka kematian diakibatkan kesalahan manusia yang kurang aman dalam berkendara. Dalam studi yang dilakukan oleh Intel di tahun 2017, perusahaan tersebut memprediksikan bahwa industri semacam ini akan bernilai $7 triliun di tahun 2050.

Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai macam perusahaan mobil sangat termotivasi dan melakukan berbagai macam kerja sama dan percobaan. Misalnya saja pada bulan Januari lalu, grup Volkswagen dan Hyundai mengumumkan akan bekerja sama dengan Aurora Innovation untuk mengembangkan kendaraan yang dapat mengemudi sendiri yang desainnya sangat futuristik. Pada perusahaan Hyundai, kerja sama dilakukan untuk menggunakan teknologi sel surya berbasis Sport Utility Vehicle (SUV) buatan Aurora Innovation. Sedangkan Volkswagen berencana untuk menggunakan teknologi perusahaan Aurora, seperti pengembangan truk, angkutan umum, dan van. Hal tersebut dilakukan Volkawagen dalam rangka untuk menciptakan kendaraan yang dapat digunakan untuk banyak orang di dalam kota. Hasil dari kerja sama kedua perusahaan tersebut terhadap Aurora Innovation akan dirilis pada tahun 2021.

Perusahaan Nissan Motor telah berkolaborasi dengan perusahaan komunikasi dan game seluler Jepang bernama DeNA untuk mengembangkan robot taksi yang tidak memerlukan pengemudi. Kerja sama ini sengaja dilakukan, supaya Nissan dapat bersaing dengan perusaahaan–perusahaan yang menjadi rivalnya di bagian trend kendaraan masa depan. Perusahaan Nissan menyadari bahwa memang perjalanan mereka masih akan sangat jauh untuk dapat membuat kendaraan dengan sistem otomatis yang dapat secara tepat melakukan penurunan dan penjemputan para penumpang. Bahkan, bulan lalu, perusahaan ini telah melakukan uji coba di lapangan mengenai robot taksi keluaraannya bersama dengan 300 partisipan. Pengujian yang melibatkan partisipan tersebut dilakukan dengan menjelajahi sejauh 2 mil dari markas Nissan yang terletak di Yokohama menuju ke fasilitas umum terdekat. Menurut CEO Nissan yaitu Hiroto Saikawa, uji coba terhadap robot taksi buatan mereka ini akan menjadi langkah besar untuk dapat mewujudkan kendaraan yang dapat berjalan dengan sendirinya.

Hyundai melakukan kolaborasi dengan perusahaan DeNA guna untuk memanfaatkan teknologi smartphone yang diproduksi oleh DeNA. Dengan smartphone atau tablet dari DeNA, Nissan akan dapat membuat taksi yang dapat dipanggil oleh penggunanya yang bebas melakukan pemilihan waktu sesuai yang mereka inginkan. Selain itu, pengguna akan dapat dengan mudah menentukan tujuan mereka. Komputer tablet atau smartphone yang terpasang di dalam taksi tersebut akan memberitahukan kepada pengguna taksi mengenai rekomendasi area dan situasi di area tersebut. Keunggulan lain yang akan diperoleh oleh pengguna taksi ini suatu saat setelah dirilis ialah akan mendapatkan kupon diskon untuk menyantap makanan di restoran yang berafiliasi dengan Easy Ride yang akan dikirim ke ponsel smartphone penggunanya. Easy Ride adalah sistem operasi pengendaraan yang dikembangkan oleh Nissan dari teknologi yang dibuat oleh NASA. Sistem ini memungkinkan kendaraan untuk membuat keputusan dalam situasi yang tak terduga dengan dukungan dari kecerdasan buatan dan manusia.

Pengalaman mendapatkan kupon secara online kepada penggunanya tidak mungkin dapat dilakukan tanpa menjalin kerja sama dengan DeNa, kata pejabat dari perusahaan Nissan. Dengan kata lain, kolaborasi tersebut dapat dinilai menjadi kolaborasi yang efisien dan efektif, karena kedua perusahaan memiliki keunggulan masing–masing. Hal tersebut dapat menjadi kunci kompetitif di masa depan.

Sedangkan dari pihak CEO DeNA mengatakan bahwa perusahaannya ingin turut berinovasi dalam mengembangkan sistem transportasi sebagai penyedia layanan mobilitas. Kedua perusaahaan tersebut berencana untuk melakukan komersial mengenai robot taksi itu pada awal 2020. Namun, sebelum hal itu terjadi, tentu saja mereka harus menyelesaikan perincian secara teknis untuk dapat diperkenalkan pada masyarakat sebagai layanan mobilitas di lingkungan perkotaan yang ramai atau padat. Walaupun demikian, sistem pengemudian ini tetap masih memiliki tantangan lainnya, seperti pengambilan keputusan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang saat ada konstruksi  di jalan atau saat diharuskan untuk parkir di pinggir jalan. Tentu saja hal itu sangat mudah bagi manusia, namun tidak mudah bagi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh manusia.

Saat robot taksi ini diuji coba, kendaraan ini dapat berhenti secara tiba–tiba dikarenakan ada pejalan kaki yang berjalan di depannya. Namun, ketika hendak bergerak kembali, kendaraan tersebut tetap menghentikan mode geraknya. Maka dari itu, percobaan tersebut harus diulang kembali untuk menjadi lebih baik dan dengan menambahkan pengembangan di dalamnya. Perusahaan Nissan sangat mengharapkan gangguan seperti ini terjadi untuk dimasukkan ke dalam pengembangannya. Pengembangan lainnya yang harus dilakukan ialah saat GPS menjadi lemah atau terputus karena adanya Gedung pencakar langit yang tinggi. Kemudian tantangan lainnya yang harus dilakukan yaitu menghindari adanya kendaraan yang sedang parkir atau saat kemacetan terjadi, karena Yokohama sendiri merupakan kota dengan jalan raya yang luas dan relatif sepi dari kendaraan mobil yang hilir mudik di jalan raya tersebut. Tentu saja keadaan tersebut akan sangat berbeda saat dicoba di jalan raya yang padat.

Tentang Penulis: Novia Nur Fitriana S - JV

Novia Nur Fitriana S - JV
Tim Blogger Media Monitoring Club from Yogyakarta. I am international master student at National Taiwan University of Science and Technology.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =