by

Radio Republik dan China Radio International Tandatangani Kerjasama Penyiaran

Radio Republik Indonesia (RRI) menandatangani kerjasama penyiaran dengan Radio Internasional Cina (China Radio International / CRI) pada hari ini (29/6/2010) di Auditorium Jusuf Ronodipuro Gedung RRI, Jakarta.
Penandatangan itu dilakukan oleh Direktur Utama RRI, Parni Hadi dengan Direktur Utama CRI, Wang Gengnian. Acara penandatanganan kerjasama tersebut turut dihadiri Dewan Pengawas RRI, Direksi RRI dan CRI, serta pewakilan Komisi Penyiaran Indonesia, dan Kementrian Luar Negeri.

Menurut Presiden China Radio Internasional (CRI) Wang Gengnian, dipilihnya Indonesia dalam hal ini RADIO REPUBLIK INDONESIA sebagai mitra kerjasama karena CRI dan RRI merupakan media utama di masing-masing negara sehingga dengan kerjasama ini diharapkan dapat membangun keselarasan antar kedua negara.

Direktur Utama RADIO REPUBLIK INDONESIA Parni Hadi dalam wawancara live kepada RRI hari di Jakarta mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu langkah RRI untuk menguatkan eksistensi reputasi Indonesia di mata dunia internasional. Parni Hadi mengharapkan, kerjasama tersebut bertujuan untuk mendekatkan hubungan antar masyarakat Indonesia dan Cina dan diharapkan kerjasama dapat segera diwujudkan melalui pertukaran jurnalis kedua radio antar negara itu.

“Bagi RRI dan bagi Rakyat Indonesia saya pikir ini sebagai sebuah kehormatan bahwa RRI mewakili bangsa Indonesia hari ini mendekatkan hubungan antara orang china dan orang Indonesia langsung lewat udara, dan RRI telah menjadi “Jembatan Udara” antar bangsa, RRI dan CRI sama-sama memiliki tugas untuk menjelaskan masalah China kepada Rakyat Indonesia dan menjelaskan masalah Indonesia kepada rakyat China” ujarnya.

Menurut Parni Hadi, RRI mempunyai siaran berbahasa China melalui Voice Of Indonesia, dan tentunya kerjasama ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan RRI untuk menguji reputasi Indonesia dimata dunia.

Sementara itu Presiden China Radio Internasional Mister Wang Gengnian menjelaskan, animo masyarakat Tiongkok terhadap kebutuhannya terhadap Radio cukup besar, hal ini terlihat bahwa China memiliki media penyiaran Radio dan televisi sebesar 97 persen dengan tingkat pemirsa dan pendengar Radio sebanyak 1,1 milyar orang.

Wang menambahkan, hal ini cukup membawa banyak keuntungan dan memenuhi kebutuhan rakyat China pada umumnya terutama terkait dalam hal informasi perdagangan dunia dikarenakan pasar tiongkok merupakan pasar terbesar di dunia. (Sumber: VOI)

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- kerjasama cri rri - radio republij mm

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 19 =

1 comment

  1. Jika anda berminat memasang iklan anda melalui Radio Suara Kupang NTT 96 FM, silakan hubungi kami Paket yang kami tawarkan sebulannya adalah 3 juta rupiah dengan tayangan 5x tayang iklan Radio on air. Radio Suara Kupang memiliki pendengar terbanyak sekitar 73 ribu orang ( Hasil Survey Global Victory Research Centre) silakan Hubungi Ricky Foeh ( Direktur marketing ) PT. Radio Suara Kupang 96 FM. HP 081236694888