Planet Merkurius Memiliki Tektonik Aktif

Sebuah pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika (NASA), telah menemukan bukti bahwa planet Merkurius masih memiliki tektonik aktif.

Dilansir dalam situs Nature World News, wahana ruang angkasa MESSENGER (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry and Ranging) menangkap gambar dari tebing curam yang disebut Scarps pada permukaan Merkurius, dengan panjang sekitar 10 kilometer di kerak planet.

Planet Merkurius Memiliki Tektonik Aktif
Planet Merkurius Memiliki Tektonik Aktif (Ilustrasi/By NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington [Public domain], via Wikimedia Commons)
Scarps serupa juga bisa ditemukan di planet ini, tapi semua terlihat lebih besar dan lebih terkikis, serta telah hadir sejak lebih dari 3,5 miliar tahun yang lalu, laporan Science News.

Namun, scarps baru ditemukan berbeda. Menurut Thomas Watters dari Institut Smithsonian di Washington, tebing tersebut berumur 50 juta tahun. Hal tersebut karena ukuran yang lebih kecil, tepi tajam dan kurangnya tumpang tindih kawah.

Gambar ditangkap oleh pesawat ruang angkasa MESSENGER selama 18 bulan terakhir misinya, ketika terbang lebih dekat ke permukaan Merkurius. Probe mulai mengorbit Merkurius pada tahun 2011 dan berakhir pada bulan April 2015.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa Merkurius secara bertahap mengalami pendinginan meskipun kedekatannya dengan Matahari. Pendinginan ini menyebabkan gempa dan kontraksi di planet tersebut. Namun, tidak jelas apakah scarps baru ditemukan terkait dengan gempa.

Sebuah studi sebelumnya yang dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters, menunjukkan bahwa Merkurius lagi menjadi vulkanik aktif sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu dan planet ini telah berhenti berkembang sama sekali. Menurut penulis studi Paul Byrne, Merkurius memiliki mantel yang lebih kecil, sehingga kehilangan panas yang jauh lebih awal dari Venus, Mars, dan Bumi.

Sebuah pemeriksaan dekat dari planet ini, akan memberikan informasi lebih lanjut tentang evolusi dan aktivitas gunung berapi. Pesawat ruang angkasa BepiColombo Eropa-Jepang, yang merupakan misi kedua untuk Merkurius, dijadwalkan untuk memulai operasi pada 2018 dan akan tiba di planet ini pada 2024. Ini akan memiliki ketinggian yang sama dengan wahana MESSENGER.  Tetapi, akan menyelidiki belahan bumi selatan Merkurius dan memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik dari planet.

Sumber Video: NASASolarSystem

Gravatar Image

Alan Saumulandi Rosan

Tim Blogger Media Monitoring Club, Founder & First Leader in Rancah Astronomy Club (RAC) - Ciamis - Jawa Barat
Gravatar Image

Artikel Terkait dan Link Sponsor

Planet Merkurius Memiliki Tektonik Aktif Post in | Last updated: September 30th, 2016 - 25 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − five =