by

Pesta Blogger 2010: Kampenye “Makassar Tidak Kasar” via Internet

Stigma Makassar sebagai kota yang terjangkit penyakit premanisme dan perilaku kasar memang sudah meluas akibat derasnya pemberitaan anarkisme yang terjadi di Makassar. Untuk membalik stigma itu, para blogger berbondong-bondong mengkampanyekan Makassar sebagai kota damai.

Untuk mencitrakan Makassar lebih baik, para blogger pun memasukkan isu damai ke dalam agenda Pesta Blogger 2010, yang digelar, Sabtu (22/8/2010). Diselenggarakan di Restoran Dapur Makassar, para blogger itu menggelar diskusi “Makassar Tidak Kasar”. Acara yang bertajuk tudang sipulung, sharing komunitas dan diskusi “Makassar Tidak Kasar” yang dirangkaikan dengan buka puasa ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Panitia Pesta Blogger dari Jakarta.

Ada Irayani Queencyputri, dokter gigi lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar sekaligus ketua panitia Pesta Blogger 2010, Wicaksono alias Ndorokakung wartawan senior sekaligus figur penting di dunia blogging Indonesia, juga beberapa panitia yang diboyong dari Jakarta. Hadir pula inisiator gerakan “Makassar Tidak Kasar”, adalah Aan Mansyur, salah satu sastrawan Makassar.
Aan mengatakan, Makassar Tidak Kasar merupakan gerakan kolektif warga yang tidak semata-mata mengecam tindak destruktif tetapi memberi pilihan kreatif. Silakan bergabung untuk menunjukkan hal-hal positif apa yang dapat diberitakan kepada khalayak, bahwa terlalu banyak hal baik yang datang dari Makassar.
“Nanti akan disiapkan website untuk semua pihak dapat berkontribusi tentang hal-hal positif yang datang dari Makassar sehingga orang-orang tahu bagaimana Makassar sebenarnya,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan Makassar Tidak Kasar akan memediasi semua pihak untuk berkontribusi melalui kerja-kerja kreatif. Termasuk mahasiswa yang seringkali dicap anarkis dalam menyampaikan aspirasi mereka.
“Bagaimana pun, mahasiswa adalah bagian dari satu sistem sosial, dalam artian ulah mereka sangat dipengaruhi komunitas atau organisasi dimana mereka ada, bisa jadi rumah, kampus atau sistem sosialnya,” terangnya.

Hal senada dikatakan Irayani Queencyputri. Melalui gerakan Makassar Tidak Kasar, masyarakat di luar Sulsel akan tahu jika persepsi mereka tentang Makassar yang dinilai anarkis merupakan persepsi yang kurang tepat. “Gerakan ini merupakan residency, dimana kami mengajak mahasiswa luar untuk datang ke Makassar dan tinggal selama beberapa bulan. Kemudian, mereka akan menceritakan pengalaman mereka selama di Makassar melalui blog,” ujarnya.

Selain diskusi Makassar Tidak Kasar, beberapa event juga dilaksanakan pada Pesta Blogger 2010. Misalnya, blogshop yang digelar di Gedung ICT Universitas Negeri Makassar. Rangkaian blogshop diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia agar aktif menggunakan media sosial, termasuk blog, untuk mendorong perubahan positif di dalam masyarakat.
“Blogshop membawa misi untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, konstruktif, kritis, dan dengan kesadaran sosial yang tinggi,” urainya.
Irayani Queencyputri menuturkan, konsentrasi blogshop Pesta Blogger dipusatkan pada usaha-usaha yang menyangkut pendidikan, yang memiliki potensi untuk lebih banyak berbagi melalui blog dan media sosial lainnya.

Sumber

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 4 =