by

Pengalaman Berpindah-Pindah Hosting

Saya pertama kali ngeblog menggunakan WordPress seft host pada tahun 2008, dengan memilih penyedia layanan hosting dengan menggunakan Google Search engine dengan kata kunci “webhosting terbaik”, dan waktu itu saya menemukan IDwebhost di urutan pertama. Saya kemudian membandingkan semua layanan hosting diantara kesepuluh layanan yang muncul di hasil pencarian.

Setelah menimbang dan membaca beberapa review di internet, maka saya memutuskan untuk mendaftar di IDwebhost, yang waktu itu saya mencoba menggunakan layanan blog hosting untuk website ini (monitoringclub.org). Seiring dengan perkembangan waktu, saya sampai saat ini telah mendaftarkan sebanyak 32 domain, 16 diantaranya masih aktif.

Pengalaman Berpindah-Pindah Hosting 2
Web hosting di Idwebhost

Jika Anda ingin menyewa web hosting di IDwebhost, silahkan registrasi di sini

Pengalaman Berpindah-Pindah Hosting 3
Dari 32 domain yang pernah saya daftarkan di idwebhost, 16 diantaranya masih aktif

Seiring dengan pertumbuhan website, maka suatu waktu muncullah masalah pada salah satu website saya, yaitu website toko online saya. Yang kemudian memaksa saya untuk mencoba web hosting yang lain. Pada tanggal 26 Juni 2015, saya kemudian mencoba WordPress hosting dari Beon.co.id, dan sayangnya hanya sampai bulan Juni 2016 karena masih terus mengalami error pada toko online saya.

Hosting di Beon
Hosting di Beon

Dari Beon, saya kemudian beralih ke Niagahoster pada 29 Juni 2016 – Juni 2017. Di Niagahoster, juga ternyata masih tetap sering terjadi error.

Hosting di Niagahoster
Hosting di Niagahoster

Dengan penuh kegalauan, saya mencoba untuk membeli hosting luar, dari riset kecil sampai membaca review tentang layanan hosting luar, saya kemudian memilih Hostgator sebagai penyedia hosting saya, dan sejak itu, jarang sekali ada masalah, hingga akhirnya saya memindahkan satu per satu website saya ke Hostgator.

Hosting di Hostgator
Hosting di Hostgator

Jika Anda ingin menyewa hosting di Hostgator, silahkan mendaftar di sini

Sebenarnya, saya pernah menggunakan Hostgator dari bulan Juni-November 2012 sewaktu masih bermain Amazon affiliate, tapi hanya website luar saja yang dihosting di sana. Kemudian dari 8 Juli 2013, saya menyewa hosting kembali di Hostgator, dan sejak Juli 2017 satu per satu website lokal yang error saya pindahkan satu persatu ke Hostgator, termasuk yang masih berhosting di Idwebhost sementara sebagian (website luar) saya pindahkan ke Hawkhost sejak 25 Maret 2016 dengan alasan lebih murah dibandingkan di Hostgator.

Hosting di Hawkhost
Hosting di Hawkhost

Jika Anda ingin menyewa hosting di Hawkhost, silahkan mendaftar di sini

Selama berhosting di Hostgator, semua website lancar-lancar saja, dan salah satu website berbahasa Indonesia dengan niche kesehatan sampai menembus 3.000 UV perhari. Namun badai datang lagi, website yang mendapat trafik banyak itu mendapat gangguan dari salah satu provider tanah air dengan menyuntikkan iklan. Sangat mengganggu, dan atas saran dari teman-teman blogger, supaya saya menginstal SSL, namun di Hostgator tidak menyediakan SSL gratis, dan saya tidak tahu caranya, maka saya mencoba untuk mencari penyedia hosting luar yang menyediakan SSL gratis, dan ternyata saya baru mengetahui bahwa Hawkhost menyediakan Let’s Encrypt di cPanel hostingnya, padahal saya sudah lama menggunakan layanan hosting ini.

Dengan berat hati, sayapun memindahkan semua website lokal saya ke Hawkhost pada tanggal 3 Oktober 2017 dengan memasang SSL gratis dari Let’s Encrypt, sehingga website saya aman dari inject iklan dari provider lokal. Sampai artikel ini saya tulis, semua website saya masih berhosting di Hawkhost, kecuali website klien saya yang ada berhosting di Idwebhost dan Niagahoster. Meskipun sebenarnya, saya sangat menyukai Hostgator yang tidak pernah sekalipun website saya mengalami gangguan server selama berhosting di sana.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =