by

Penemuan Spektakuler Peroleh Energi dan Teknologinya

Penemuan Spektakuler Peroleh Energi dan Teknologinya

  1. Energi dari Luar Angkasa

Jepang telah lama melakukan penelitian untuk dapat mengirim energi listrik tanpa kabel. Penelitian tersebut dilakukan oleh Japanese Space Agency  atau biasa disebut JASA. Penelitian tersebut sudah berlangsung mulai dari tahun 2008. Keinginan terbesar mereka ialah dapat mengubah panas dari matahari yang diperoleh di luar angkasa, mengubahnya menjadi energi listrik, dan mengirimkannya ke peralatan penangkap energi yang ada di bumi. Tentunya teknologi ini haruslah tanpa menggunakan kabel. Tidak bisa dibayangkan jika menggunakan kabel yang panjangnya mulai dari permukaan bumi sampai dengan alat yang ada di luar angkasa. Alat pengirim energi tersebut dinamakan Space Solar Power Systems (SSPS). SSPS diharapkan sudah mampu beroperasi pada tahun 2030. Pada tanggal 12 Maret 2015, Mitsubishi telah berhasil memimpin sebuah tes untuk mendemonstrasikan mengenai teknologi penangkap energi yang dikirim oleh SSPS.

Demostrasi tersebut telah berhasil dan mampu membuktikan bahwa listrik dapat dikirim tanpa menggunakan kabel. Energi yang dikirim ke bumi berupa gelombang mikro. Penerimaan energi ditandai dengan menyalanya alat pendeteksi yang dipasang 500 meter dari alat penerima energi. Namun tes saat itu baru bisa untuk skala kecil, jadi baru mampu mengirim dan menerima sebesar 10 kilowatt listrik. Hal tersebut akan terus dikembangkan menjadi skala besar demi tercapainya goal di tahun 2030. Alat lain yang digunakan bersamaan dengan SSPS yaitu teknologi sistem kontrol mutakhir. Alat tersebut digunakan untuk membuat aliran listrik yang dikirim dari luar angkasa ke bumi tetap berada pada jalurnya dan dapat dengan baik diterima oleh alat penangkap.

  1. Alga Penghasil Listrik

Bumi sudah menyediakan berbagai potensi untuk penggunaan energi yang bersifat ramah lingkungan. Energi tersebut seperti angin, air, dan metana. Namun semua itu sudah bukan lagi menjadi rahasia bahkan bagi orang awam sekaligus. Sebuah tim dari Universitas Concordia, telah berhasil mengembangkan teknologi alga penghasil listrik. Alga merupakan makhluk hidup yang terdapat melimpah di bumi. Alga yang mereka gunakan ialah alga dengan warna biru dan hijau. Alga jenis tersebut dipilih sebagai objek penelitian, karena kedua jenis alga tersebut mampu menghasilkan oksigen.

Pada dasarnya proses respirasi dan fotosintesi alga sama-sama melibatkan pertukaran elektron. Sel pada teknologi tersebut terbuat dari sebuah anoda, katoda, dan membran penukar proton, dimana anoda ditempatkan dengan alga biru dan hijau pada sebuah ruang.

“Teknologi ini merupakan terobosan baru yang memungkinkan untuk diproduksi dalam skala besar. Proses respirasi dan fotosintesis terjadi secara terus-menerus dan cepat, dan alga terdapat melimpah di seluruh dunia, sehingga pengembangan dari teknologi ini lebih murah diproduksi dan bebas polusi,” kata pemimpin dari tim Muthukumaran Packirisamy.

  1. Limbah Plastik Penghasil Energi

Plastik merupakan bahan tak terbarukan yang juga sulit untuk diurai bakteri. Penanggulangan sementara yang sudah sering dilakukan yaitu mendaur ulang plastik. Masalah berikutnya yang dihadapi ialah tidak selamanya sampah dapat didaur ulang dan akhirnya para peneliti berhasil menemukan suatu cara untuk mengubah limbah plastik menjadi sumber energi yang bisa dikategorikan ke dalam sumber energi bebas emisi.

Teknologi untuk mengubah plastik menjadi plastofuel dikembangkan di Pennsylvania. Prinsip kerja alat ini sangat mudah, yaitu plastik yang dimasukkan ke dalam alat ini akan mengalami proses pemanasan dan diberi tekanan. Saat proses pemanasan dan pemberian tekanan, maka hanya lapisan teratas dari plastik yang meleleh. Teknologi ini hanya membutuhkan sepersepuluh energi dari teknologi pembuat pelet plastik. Setelah melalui proses pemanasan, hasilnya disebut dengan plastofuel. Kemudian plastofuel tersebut dipotong, sehingga panjangnya sudah memungkinkan untuk dilakukan penyimpanan secara langsung. Teknologi ini sebenarnya dikembangkan dari teknologi pembakar plastik untuk menghasilkan energi milik Korea Selatan.

Tentang Penulis: Novia Nur FS

Novia Nur FS
Kontributor Media Monitoring Club from Yogyakarta. I am international master student at National Taiwan University of Science and Technology.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − two =