by

Nantikan Debat Capres 2014 Malam Ini

Dua pasang peserta Pemilu Presiden 2014, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mengikuti debat calon presiden dan calon wakil presiden, pada Senin (9/6/2014) malam ini. Debat dijadwalkan pukul 19.30 WIB, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Acara ini akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi.

Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari, mengatakan bahwa debat pertama capres-cawapres ini akan sangat strategis. Apalagi, tema yang akan dibahas adalah masalah demokrasi, pemerintahan bersih, dan kepastian hukum.

Menurut Qodari, dalam beberapa survei Indobarometer, ketiga isu itu menjadi perhatian publik paling utama. Terutama, soal pemberantasan korupsi dan kepastian hukum.

Komposisi debat capres-cawapres mengalami perubahan. KPU semula menjadwalkan debat pasangan capres-cawapres dihelat 1 kali. Sedangkan debat capres 2 kali dan debat cawapres sebanyak 2 kali.

Hanya saja atas permintaan dan diskusi dengan tim kampanye kedua pasangan calon diputuskan komposisi menjadi debat pasangan, debat capres 2 kali, debat cawapres, dan diakhiri debat pasangan capres-cawapres.

Berdasarkan agenda yang disusun KPU, ada lima debat kandidat yang akan digelar. Berikut jadwal debat kandidat capres dan cawapres:

  1. 9 Juni: Debat capres dan cawapres disiarkan SCTV, Indosiar, dan Berita Satu dengan Tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum.
  2. 15 Juni: Debat capres disiarkan Metro TV dan Bloomberg dengan Tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
  3. 22 Juni: Debat capres disiarkan TV One dan ANTV dengan Tema Politik Internal dan Ketahanan Nasional.
  4. 29 Juni: Debat cawapres disiarkan RCTI, MNCTV, dan Global dengan Tema Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek.
  5. 5 Juli: Debat capres dan cawapres disiarkan TVRI dan Kompas TV dengan Tema Pangan, Energi, dan Lingkungan.

debat capres

Debat Capres, Jokowi Klaim Sudah Terbiasa Debat

Juru bicara tim Jokowi-Jusuf Kalla, Hasto Kristianto, mengklaim tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Joko Widodo, atau akrab disebut Jokowi, jelang debat calon presiden yang akan dilakukan Senin, 9 Juni 2014. Menurut dia, Jokowi, sudah terbiasa menghadapi debat politik dalam berbagai ragam pemilihan umum sehingga tidak ada persiapan yang spesial.

“Karena kan sudah terbiasa saat mencalonkan menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta,” kata Hasto, saat dihubungi, Ahad, 8 Juni 2014. “Semuanya itu kan konsepnya hampir sama. Jadi, tidak ada persiapan khusus yang gimana-gimana.”

Hasto mengatakan gaya debat yang akan disampaikan Jokowi sama seperti pada debat saat mencalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, kata Hasto, Jokowi terkesan santai. “Namun, gagasannya lebih mengena dan langsung tertuju untuk masyarakat banyak,” ujarnya. (Tempo.co)

Durasi Singkat, Debat Capres Dinilai Kurang Substantif

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Harris menilai masa debat pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang singkat, membuat substansi dari tujuan diadakan debat tak sesuai target.

“Kalau cuma hitungan jam saja maka yang diharapkan tidak banyak, pemilih kembali bolak-balik diberi pengenalan pada popularitas pasangan calon saja, jadi hanya secara umum tidak substantif pada adu gagasan apa yang akan dikerjakan,” ujarnya Minggu (8/6/2014).

Semestinya, debat capres yang penuh dengan adu gagasan dilakukan selama berbulan-bulan jelang pemilu presiden (pilpres) sehingga rakyat tahu siapa yang akan dipilihnya berdasarkan gagasan yang ditawarkan.

Debat Capres Perdana, Prabowo atau Jokowi yang Bakal Kuasai Panggung?

Malam nanti debat capres cawapres edisi perdana digelar. Siapa yang bakal menguasai panggung, Prabowo Subianto ataukah Jokowi?

“Prabowo Subianto (PS) dinilai lebih unggul dari aspek retorika dan penampilan. Retorika PS dianggap lebih bagus, percaya diri, dan simpatik,” kata pengamat politik yang juga direktur eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Senin (9/6/2014).

Namun demikian bukan berarti Prabowo bakal mendominasi. Jokowi selama ini juga cukup lihai menjawab pertanyaan mendasar, apalagi temanya yakni pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih dan kepastian hukum, cenderung menguntungkan Jokowi.

“Joko Widodo (Jokowi) lebih diuntungkan dari aspek tema. Jokowi tidak pada posisi dipertanyakan apakah akan jadi otoriter atau demokratis. Prabowo kemungkinan akan dipertanyakan soal ini. Soal good governance Jokowi juga relatif diuntungkn karena sudah pengalaman praktik dalam pemerintahan Solo dan DKI Jakarta. Sementara Prabowo belum pengalaman dalam konteks pemerintahan sipil,” katanya. (Detik.com)

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − one =