by

Merespon Sindiran

Aduh sakitnya hati ini saat seseorang menyindir kita, apalagi menggunakan kata-kata pedas dan ekspresi tidak suka. Seakan-akan, entah itu penampilan, sikap, tingkah laku, dandanan dan berbagai hal lain dari diri kita yang dapat dijadikan bahan oleh orang tersebut menyindir, begitu buruk atau tak pantas dalam penilaiannya. Sementara kita telah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tidak bermaksud menyinggung atau jahat, namun masih ada saja celanya. Saat mendapatkan sindiran, mungkin reaksi pertama yang ingin Anda lakukan ialah membalas sindirannya dengan tak kalah pedas dan lebih menyakitkan lagi, agar rasa sakit yang kita rasakan terbalaskan. Beberapa kasus, acara sindir menyindir bisa berkembang jadi perang mulut dan adu fisik.

Tidak setiap orang bisa merespon dan mengelola sindiran pedas dari orang lain dengan baik. Dalam arti tidak seketika menjadi emosi saat disindir dan dapat mengembalikan sindiran dengan sikap dan kata-kata yang bijaksana. Bagaimanapun kemampuan ini sangat bergantung dari banyaknya pengalaman, tingkat kedewasaan, dan pengetahuan. Pepatah dalam Bahasa Inggris menyebutkan, ‘Can’t win them all’, artinya kita tidak bisa selalu membuat semua orang senang dengan cara kita. Maka, kata sindiran bisa saja dilayangkan kepada kita sewaktu-waktu, dan sebelum kita terbenam dengan dendam kesumat yang membara, mari sekedar tahu tentang sindiran.

Merespon Sindiran
Merespon Sindiran (Ilustrasi/By Alejandrasotomange (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons)
Mengapa orang menyindir?

Sindiran, menurut beberapa sumber, berbeda dengan kritikan. Sindiran cenderung berupa kata-kata berkulit atau pada tahap tertentu terkesan ambigu. Bahkan, pada siapa sindiran itu dilayangkan mungkin perlu dikonfirmasi. Kita mesti hati-hati terhadap satu sindiran, kalau itu ditujukan untuk siapa, jika ternyata bukan kepada kita, nanti dikira kita ‘GeEr’.

Meskipun sama-sama bermaksud meluruskan sesuatu yang dianggap si penyindir atau pengkritik benar, sindiran disampaikan berbelit-belit, menggunakan kata-kata berkulit atau seperti tidak bernyali; sedangkan kritikan, lebih lugas disampaikan langsung kepada yang dikritik. Budaya orang timur yang tertutup dan menilai jika cara yang terang-terangan merupakan suatu hal yang tidak pantas, memupuk budaya sindiran. Banyak puisi-puisi pujangga yang dibuat untuk menyindir situasi kehidupan atau petinggi negara yang tidak peka terhadap rakyat. Dalam konteks lain, ada pejabat atau tokoh, ilmuwan terlibat dalam beberapa media, saling sindir tentang berbagai hal, baik itu melalui penyampaian pendapat maupun tingkah laku, seperti sikap politik.

Jadi kata-kata sindiran sebenarnya bermaksud menyampaikan kebenaran, namun di sisi lain dapat merugikan bagi yang disindir, karena kebenaran yang ingin ditanamkan si penyindir mungkin akan memberikan citra buruk pada yang disindir.

Manusia tidak ada yang sama karakternya, latar belakang budaya dan pendidikannya juga berbeda, selain dipengaruhi juga dengan sifat bawaan dan pengalamannya, menjadi alasan beberapa benturan saat berhubungan dan berkomunikasi dengan manusia yang lainnya. Manusia adalah mahluk individu yang menginginkan yang terbaik untuk diri mereka, memiliki kepecayaan yang diyakini, di sisi lain kebahagiaan mereka bergantung dengan keberadaan orang lain, secara otomatis ia ingin orang lain juga punya keyakinan yang sama dengan dirinya. Sindiran merupakan satu cara untuk menyampaikan kebenaran seseorang saat melihat orang lain yang tidak sejalan dengan kebenaran tersebut. Beberapa sindiran memang kemudian ada yang bernada tidak suka, bahkan sarat dengan rasa iri hati dan merugikan.

Merespon sindiran dengan bijak.

Pastikan sindiran itu memang ditujukan kepada Anda, bisa dengan menanyakan langsung kepada si penyindir, atau Anda langsung tahu saat konteks dalam situasi tersebut memang Andalah yang jadi pusat perhatiannya.

Put your feet in other’s shoes’. Mencoba mengerti jika kita ada pada posisi si penyindir dan merasakan perasaan mereka. Dengan demikian, kita bisa paham mengapa mereka mengeluarkan kata sindiran. Bisa jadi mereka sungkan mengkritik Anda secara langsung tentang suatu hal yang mengancam atau membuat dia tidak nyaman. Seperti kaus kaki kita yang bau membuat orang di dekat kita tidak tahan. Jadi kasihanilah si penyindir karena tidak mampu menyampaikan ketidaknyamanannya kepada kita, bukankah lebih baik untuk membantunya.

Siapa yang menyampaikan sindiran itu ‘matters’ atau menentukan penting tidaknya kita menanggapi sindiran tersebut. Beberapa sindiran yang disampaikan dari sumber yang tidak dapat dipercaya kebenarannya serta punya citra yang tidak baik di lingkungan atau masyarakat, maka akan hanya membuang energi untuk meresponnya.

Membalas sindiran dengan baik, jika memang kita pada posisi yang bersalah maka berinisiatiflah untuk memperbaiki, namun jika kita merasa kita telah melakukan hal yang benar, maka sampaikanlah pendapat kita yang berbeda dari pendapatnya. Berbeda pendapat itu wajar bukan?

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- ambigu sindiran - sindiran untuk kata yang berbelit belit - sikap kita jika disindir dengan terang terangan - sikap ketika disindir - sikap jika disindir - sikap disindir - Saat kita disin - menyampaikan kebenaran tanpa bermaksud menyindir - membalas sindiran orang - kata sindiran ambigu

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =