by

Memilih Layar Kaca atau Buku?

Anak kita saat ini menghadapi banyak tantangan. Yang paling besar ialah bagaimana mereka mengontrol diri agar tidak tergoda untuk menyenangi sesuatu secara berlebihan karena kita mampu menyediakannya.

Layar kaca merupakan salah satu contoh nyata di sini. Berbagai kemudahan dan iklan disodorkan ke anak kita saat ini, dari mulai TV berbayar, handphone berfasilitas canggih, internet, danlain sebagainya.

Kita tentu tidak punya kemampuan untuk melarang mereka. Dan lagi, larangan itu pun tidak sesuai dengan tuntutan zamannya. Tapi, kalau berlebihan, pasti ada keburukannya. Untuk mengantisipasi hal ini, melirik ke dunia buku menjadi penting. Buku bukan semata sebagai pengimbang, tapi buku adalah tuntutan dari kebutuhan perkembangannya.

Melatih anak untuk mencintai buku bisa gampang-gampang susah. Akan susah bila kita hanya menyuruh mereka untuk rajin membaca. Kalau pun ditaati, paling hanya sekali. Setelah itu akan dilupakan lagi.

Tapi akan mudah bila kita memulainya dari menciptakan rangsangan yang menarik. Kita mulai mengajaknya ke toko, membiarkannya memilih buku yang disenangi. Tidak usah dilarang atau dikritik dulu. Biarkan memilih buku apa saja.

Menjadikan buku sebagai hadiah ulang tahun atau reward dari prestasi yang mereka hasilkan, juga akan membantu mempermudah untuk melatih cintanya terhadap buku. Oleh-oleh dari luar negeri atau luar kota tidak harus berupa makanan atau baju. Perlu kita tambah dengan buku atau majalah.

Anak akan semakin bersemangat bila kita rajin memfasilitasi mereka, misalnya langganan majalah atau menjadi anggota perpustakaan. Lebih-lebih jika sebagian orang dewasa di rumah pun mencintai baca buku atau menghormati buku.

Membantu mereka untuk melatih kontrol-diri harus menjadi prioritas. Karena usianya, kita tidak bisa menawarkan pilihan dan kebebasan dengan mengatakan terserah mereka atau tergantung anaknya. Ini belum saatnya.

Kita perlu membantunya dengan perjanjian, disiplin, dan pembiasaan. Bikinlah kesepakatan berapa lama nonton TV, jam berapa saja browsing internet, atau disiplinkan jam berapa TV perlu dimatikan. Ini akan sangat membantu apabila cara menerapkannya dengan hati, bukan dengan reaksi dan emosi (marah).

Ditulis oleh Ubaedy, dari Sahabat Nestle.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 19 =