by

KETIKA REKREASI MENJADI ANTI MAINSTREAM

KETIKA REKREASI MENJADI ANTI MAINSTREAM – Apa yang Anda lakukan setelah beberapa waktu merasa penat dan lelah bekerja? Ya, refreshing itu jawabannya. Refreshing membuat tubuh dan pikiran menjadi “fresh” sehingga mampu memulihkan kondisi jasmani rohani kembali fit dan siap bekerja dan berkarya lagi. Refreshing macam apa yang Anda pilih? Berkumpul bersama keluarga, nonton film, berkebun atau pergi berlibur? Nah, pilihan untuk pergi berlibur apalagi bersama keluarga bisa menjadi pilihan yang sangat menyenangkan. Pergi berlibur atau rekreasi sudah menjadi salah satu kebutuhan penting yang lebih bersifat rohani dan tahukah Anda bahwa rekreasi sudah menjadi salah satu komponen dalam. Komponen Hidup Layak (KHL) yang selalu terbit sebelum diterbitkannya Peraturan Gubernur tentang Upah Minimum Kota/Kabupaten atau yang kondang disebut UMK ? Sebelum Anda memutuskan untuk pergi berlibur ke mana, sebaiknya perhatikan dulu tips-tips unik berikut ini, karena dijamin Anda akan menggunakannya untuk liburan-liburan berikutnya.

KETIKA REKREASI MENJADI ANTI MAINSTREAM

  1. Pilih waktu liburan yang tepat. Jika Anda seorang karyawan swasta atau PNS, sebaiknya hindari pergi liburan di hari-hari libur nasional atau cuti bersama yang ditetapkan Pemerintah. Lho, kok bisa begitu? Ya, karena mayoritas orang berpikiran sama bahwa waktu yang tepat untuk pergi berlibur di saat hari libur nasional atau cuti bersama. Lihat saja destinasi favorit pada masa-masa libur nasional atau cuti bersama, penuh sesak, pengunjung berjubel berdesak-desakan. Sungguh liburan yang tak menyenangkan, bahkan bisa-bisa terjadi resiko yang tak diinginkan. Bukankah yang dicari saat rekreasi adalah kenyamanan, keamanan dan kegembiraan? Sungguh bukan rekreasi namanya jika kita menjalaninya dengan gerutu omelan bahkan penyesalan. Caranya, ambil cuti di tempat kerja Anda sesuai waktu yang Anda pilih dijamin Anda akan menikmati rekreasi Anda. Ini pun juga memudahkan Anda untuk memesan tiket kendaraan karena tak akan khawatir kehabisan. Ini yang disebut rekreasi anti mainstream !
  2. Pilih destinasi wisata yang tidak banyak dilirik orang namun memiliki pesona yang tak kalah hebatnya. Biasanya destinasi wisata yang sudah “mainstream” selalu diserbu pengunjung dan biasanya juga kita sudah bosan. Berkunjung ke tempat wisata yang sudah lazim itu biasa, namun berekreasi ke tempat yang eksotis yang tidak banyak diketahui orang itu yang luar biasa! Caranya bagaimana? Searching saja di google atau search engine, atau kontak teman-teman traveler/penghobi travelling atau komunitas backpacker yang banyak di sosial media. Banyak surga tersembunyi di negeri ini yang membuat penasaran para traveler! Bayangkan, saat Anda berfoto dengan background alam yang eksotis dan unik yang jarang diketahui banyak orang dan Anda posting di akun sosmed Anda. Jangan kaget bila Anda kebanjiran komen-komen seperti ini..”Woooww..keren banget..di mana ini ?”. Ini yang disebut rekreasi anti mainstream
  3. Tentukan moda transportasi pilihan Anda. Jika Anda memilih kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, pastikan kendaraan layak dan siap jalan, terlebih jika rute menuju destinasi wisata memiliki jalan yang ekstrem. Pastikan juga dokumen kendaraan dan berkendara Anda lengkap.
  4. Jangan membawa perbekalan dalam jumlah banyak, seperti pakaian dan perlengkapan makan. Lihat saja, banyak orang pergi berlibur membawa banyak pakaian dan perlengkapan super banyak seperti orang pindahan. Ribet sekali dan sangat menyulitkan Anda sewaktu perjalanan berangkat maupun pulang. Bukan rekreasi namanya jika kita membawa makanan dari rumah. Apa bedanya dengan pindah rumah? Anda harus mencicipi menu khas lokal andalan, karena itu yang disebut “truly vacation”. Bagaimana kalau ternyata mahal? Bukankah makanan di tempat wisata biasanya mahal? Tidak semua makanan di tempat wisata mahal, banyak juga yang terjangkau oleh kantong kita. Makanya Anda harus survei dan cari informasi dulu. Dijamin Anda tak akan ribet oleh perlengkapan bekas makan Anda, dan yang pasti praktis. Ini yang disebut rekreasi anti mainstream.

Demikianlah artikel KETIKA REKREASI MENJADI ANTI MAINSTREAM, semoga bermanfaat.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- wisata jawa timu anti mainstream

Tentang Penulis: Catur CH Nugroho

Kontributor Media Monitoring Club - Malang Jawa-Timur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *