by

Kejuaraan Janggut Dan Kumis Dunia

Budaya dunia
Jika Anda berpikir bahwa jenggot penuh gaya hanya ada pada foto menguning berabad lalu — itu keliru. Sekitar 300 peserta dari 20 negara memamerkan jenggot pada Kejuaraan Janggut dan Kumis Dunia tahun ini. Para pemenang tahun ini di Leinfeld-Echterdingen, Baden-Württemberg kebanyakan berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.

kejuaraan janggut dan kumis dunia

Gaya natural atau gaya bebas?

Apakah panjang dan lebat, dipangkas pendek atau dipelintir: hampir di semua kategori, janggut dikompetisikan. Ada juga kategori “gaya narural” atau “gaya bebas”. Untuk gaya natural, kreativitas pesertanya tanpa batasan. Aarne Bielefeld, yang memenangkan kategori janggut gaya bebas berasal dari Amerika Serikat.

Kejuaraan Janggut Dan Kumis Dunia 1

Dipangkas pendek

Untuk pertama kalinya ada kategori “tren jenggot” dan pemenangnya:Ricardo Hakan. Menurut penilaian Asosiasi Klub Janggut-Kumis Jerman (VDB): Peserta harus mencukur bagian-bagian penting. Yang menjadi bahan pertimbangan juri adalah keakuratan penampilan bentuk jenggot, polanya serta kreativitas pemilik janggut.

Kejuaraan Janggut Dan Kumis Dunia 2

Dari Dali hingga Garibaldi

Terdapat 18 kategori di kompetisi ini. Sederetan dari kategori-kategori itu adalah semacam penghormatan kepada ikon bersejarah. Selain gaya antene dipelintir model Dali dan janggut lebat mengitari raut wajah seperti Garibaldi, ada juga kategori Verdi, Cina, Inggris, dan Hungaria. Lihatlah pemenang tahun ini: Karl-Heinz Hille dengan janggut kekaisaran.

Material tambahan

Asosiasi Klub Janggut Jerman VDB memperbolehkan penggunaan semir rambut, hairspray dan mousse. Namun peserta dilarang menggunakan rambut palsu, jepit rambut, dan unsur pendukung sejenisnya. Dalam kompetisi, peserta tak diperbolehkan mengecat warna kulit di bawah jenggot (misalnya hitam) untuk memberi penekanan pada janggut. Di cabang gaya bebas, Hans Dieter berhasil meyakinkan juri.

Gaya modern

Meskipun banyak mengacu pada model sejarah dalam Kejuaraan Janggut Dunia ini, sejak tahun 1997 ada juga kategori jenggot masa kini. Awalnya dulu diperlombakan di Trondheim Norwegia, kemudian dalam siklus kejuaraan dua tahun, diperlombakan di Jerman, lalu juga di Swedia, Inggris dan Amerika Serikat. Lihat di sini: Hervé Diebholdt, peserta dari Perancis.

Trik khusus

Daniel Lawlor dari Amerika Serikat menggunakan trik khusus dalam berkompetisi di kategori ” kumis gaya bebas” : Dengan printer 3D ia menciptakan dua cetakan berbentuk bintang, yang didinginkan dengan es batu dan kemudian dibungkus rambut/janggut di sekelilingnya. Jenggot mengikuti bentuk bintang itu dan dengan gaya itu Lawlor diganjar sebagai pemenang.

Sumber: Deutsche Welle
Penulis: Andreas Grigo | Editor: Ayu Purwaningsih/Vidi Legowo-Zipperer

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- club kumis jenggot di dunia - janggut menguning

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + fourteen =