by

Kehilangan Sandal di Masjid

Saya terinspirasi membuat artikel Kehilangan Sandal di Masjid ini setelah kemarin kehilangan sandal. Ceritanya kemarin saya datang melayat di Jalan Sukamulya atas meninggalnya menantu kepala sekolah TK tempat istri saya mengajar. Tiba waktu shalat dzuhur, karena kebetulan dekat sekali dengan masjid, saya pun pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Masjidnya cukup besar, berlantai 2, dilengkapi dengan AC, dan kebetulan saat itu banyak sekali jamaah yang shalat dzhuhur, sekitar 6-7 shaf laki-laki dan 2 shaf perempuan. Sangat nyaman untuk beribadah, dan saya tidak pernah berpikir akan kehilangan sandal, apalagi saya rapikan di rak sepatu/sandal, sehingga saya tidak pernah merasa was-was, bahkan saya keluar masuk teras sambil menunggu istri saya dan teman-teman lain selesai shalat sunat dan berkemas.

Nanti setelah saya order Go-car dan hendak memakai sandal, baru saya lihat kalau sandal saya sudah tidak ada di situ. Tak bisa lagi saya berpikir mau mencari kemana, karena Go-car yang saya pesan sudah tiba.

Kehilangan sandal di masjid sebenarnya bukan hal yang aneh atau luar biasa, ini sudah sering saya alami selama seumur hidup, mulai dari masjid di kampung, ketika kuliah dulu, sampai sekarang, entah sudah berapa kali kehilangan sandal di masjid.

Kehilangan sandal di masjid membuat orang-orang banyak yang malas pergi ke masjid, dan juga mengganggu konsentrasi jamaah. Di makassar, ada beberapa masjid yang menyediakan jasa titipan sandal, seperti di masjid raya dan di masjid Al. Markas Al islami, dan mungkin beberapa masjid lainnya. Kehilangan sandal di masjid ini biasanya paling sering terjadi pada saat shalat tarwih dan shalat jumat, yaitu pada saat ramai-ramainya orang melakukan shalat berjamaah, namun tidak menutup kemungkinan pada saat shalat lima waktu yang lain.

Kehilangan sandal di masjid, ada beberapa kemungkinan:

  • Diambil oleh pencuri yang memang sengaja mengincar sandal di masjid
  • Diambil oleh salah seorang jamaah yang memang sengaja ingin menukar sandalnya, tapi kasus seperti ini sangat jarang terjadi
  • Tertukar oleh jamaah yang lain (ini mungkin yang terjadi dalam kasus saya kali ini)
  • Ada jamaah yang menggunakannya untuk berwudhu dan lupa atau tidak mengembalikan ke tempatnya semula
  • Ada jamaah yang sengaja membuang sandal jamaah lain (ini juga sangat jarang terjadi)

Itulah beberapa kemungkinan penyebab kehilangan sandal di masjid. Nah, untuk mengindari kehilangan sandal di masjid, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Agar tidak kehilangan sandal di masjid
Agar tidak kehilangan sandal di masjid
  • Jangan menggunakan sandal baru ke masjid
  • Jangan menggunakan sandal mahal ke masjid
  • Jangan menggunakan sandal sejuta umat, gunakan sandal yang jarang kesamaannya agar tidak tertukar dengan sandal jamaah yang lain.
  • Gunakan sandal yang bukan pasangannya (Ini sih kocak)
  • Bawa gembok dan gembok sandal di masjid 😀
  • Simpan di tempat penitipan sandal (kalau ada)
  • Bawa kantong plastik dan simpan di dekat Anda atau di dalam tas Anda (Ini sih tidak disarankan, sebaiknya tidak dilakukan kalau ada cara yang lain)
  • Tempatkan sandal di tempat terpisah antara yang kiri dan kanan
  • Sandalnya ditulisi dengan kata-kata yang unik, seperti nama dan lain-lain (Ini juga tidak disarankan)
  • Menggunakan sandal kiri semua atau kanan semua (Ini juga tidak disarankan)
  • Sembunyikan di tempat yang aman

Saran saya, janganlah peristiwa kehilangan sandal di masjid membuat Anda malas pergi ke masjid. Dan jika Anda kehilangan sandal di masjid, sebaiknya Anda ikhlaskan, karena sandal tersebut kemungkinan besar akan bermanfaat bagi orang lain, syukur-syukur jika selalu dipakai pergi ke masjid, bisa jadi tambahan amal kebaikan, asal jangan dipakai pergi berbuat jahat seperti mencuri.

Demikianlah pengalaman kehilangan sandal di masjid, apakah Anda juga pernah mengalaminya? Silahkan share pengalaman dan tips atau masukan dari Anda.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − ten =