by

Kajian Makna Bhinneka Tunggal Ika

Kita diajarkan di sekolah mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi bahwa makna Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis dalam Lambang Negara Garuda Pancasila adalah Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua. Pernahkah kita kaji secara mendalam? Ya, …Kita disadarkan bahwa negara Indonesia dibangun dari perbedaan yang dipersatukan. Sebuah pernyataan berisi tetapi kita tidak pernah merasakan semangat yang ada di dalamnya. Terkesan menjadi sebuah slogan tanpa motivasi tinggi untuk mewujudkannya. Bahkan, pasca reformasi dan hingga kini telah bermunculan wadah-wadah yang mengatasnamakan primordial, dimana sesungguhnya pada tanggal 28 Oktober 1928 telah dipersatukan melalui Sumpah Pemuda. Artinya, ini bisa dimaknai sebuah kemunduran dari sejarah, buktinya kini sering terjadi tawuran baik itu pelajar, bahkan antar kelompok masyarakat juga sering terjadi.

Makna Bhinneka Tunggal Ika
Makna Bhinneka Tunggal Ika (Foto: Wikipedia)

Wadah-wadah baru yang ada walau saat ini masih bisa terus dikontrol, namun suatu ketika jika suasana berbeda memberikan potensi untuk terjadinya disintegrasi bangsa. Inilah yang perlu menjadi perhatian dan kita antisipasi jauh-jauh hari agar bangsa ini bisa selalu utuh. Maka ketika ada pernyataan “NKRI Harga Mati”, itu pernyataan yang sangat tegas sebagai upaya untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Meski pernyataan itu terkesan kaku dan tidak memberikan ruang untuk perkembangan yang lebih baik. Mengapa? Benar saat ini terbaik, tetapi sebagai sebuah konsep pemersatu, bukan tidak mungkin suatu ketika perlu penyempurnaan tanpa meninggalkan substansi yang melandasinya.

Kalau kita mempelajari dari yang kini diakui bahwa perancang Lambang Negara Garuda Pancasila adalah Sultan Hamid II, Sultan Pontianak (sumber: tesis Turiman Fathurachman), maka dalam rancangan otentiknya, makna Bhinneka Tunggal Ika adalah; Kesatuan dalam Keberagaman dan Keberagaman dalam Kesatuan. Coba kita renungkan dan rasakan, bahwa makna memang sama dengan Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu, namun ada “Ruh Perjuangan” yang tereduksi. Kesatuan dalam Keberagaman dan Keberagaman dalam Kesatuan, terasakan ada motivasi yang tinggi untuk benar- benar mewujudkannya secara utuh dan terus menerus tanpa henti. Sedangkan Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu hanya menjadi pernyataan, namun ruh perjuangan sangat kurang, meski maknanya sama. Inilah yang kiranya perlu dilakukan dan diajarkan mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi, dalam bentuk pelajaran Tafsir Bhinneka Tunggal Ika agar “Ruh Perjuangan” tidak hilang, sebagaimana yang diinginkan para perintis negara ini. Dalam tafsir harus menjelaskan penjabaran maknanya agar ruh perjuangan selalu melekat di hati generasi penerus bangsa.

Dengan demikian, motivasi yang tinggi untuk terus mempertahankan keutuhan bangsa dan negara benar-benar tertanam dalam hati sanubari generasi penerus kita. Bukan justru dengan menyalahkan kegagalan sebuah konsep seperti P4 dulu yang kemudian dihapuskan, padahal belum tentu gagal dalam arti yang sesungguhnya, tetapi justru semestinya harus disempurnakan dimana letak penyebab gagalnya bukan dengan cara menghapuskan dan justru kini yang terjadi semakin banyak yang awam tentang Pancasila. Disuruh menyebut ke 5 pasal belum tentu bisa, karena sewaktu menghapuskan tidak memberikan ganti yang lebih baik. Semoga pemikiran ini ada manfaatnya dan tentu ruang untuk diskusi selalu terbuka untuk hal yang lebih baik.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- satu club beda zone tapi tetap satu - mengkaji makna bineka tunggal ika - mengkaji makna beneka tunggal ika - mengkaji bhineka tunggal ika - kajian tentang bhineka tunggal ika - kajian pacasila bhinneka tunggal eka - Kajian bhinneka tunggal ika - kajian bginika tunggal ika - jurnal yang mengkaji binneka tunggal ika - Jelaskan perjuangan dan makna Bhinneka Tunggal Ika

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 3 =