Wisata Sejarah di Benteng Fort Rotterdam Makassar

5/5 (2)

Jika Anda berkunjung ke Makassar, maka tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Benteng Fort Rotterdam.

Benteng Fort Rotterdam beralamat di Jalan Ujung Pandang No. 1, Kelurahan Bulogading, Kecatamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Untuk menjangkau Benteng Fort Rotterdam dari Bandara International Sultan Hasanuddin, dapat melalui 2 jalan, yaitu:

  • Melalui Jalan Tol Insinyur Sutami, jaraknya 21,5 Km. Bisa ditempuh selama 31 menit dengan menggunakan mobil kalau jalanan tidak macet, atau
  • Melalui Jalan Perintis Kemerdekaan, jaraknya 23,1 Km, dan bisa ditempuh selama 51 menit dengan menggunakan mobil jika jalanan tidak macet.
Lokasi Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam, nama aslinya ialah Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah kerajaan Gowa dan Tallo, dan terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar.

Benteng Fort Rotterdam dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa yang ke sembilan, yang bernama I Manrigau Daeng Bonto, Karaeng Lakiung, Tumaparisi’ kallonna.

Begini foto bagian depan gerbang Benteng Fort Rotterdam:

Benteng Fort Rotterdam tampak depan

Jika Anda hendak masuk ke kawasan Benteng Fort Rotterdam, maka hendaknya Anda mengisi buku tamu yang ada di pos piket.

Untuk masuk ke dalam kawasan Benteng Fort Rotterdam, tidak dipungut biaya.

Bentuk benteng Fort Rotterdam secara keseluruhan menyerupai seekor penyu yang menghadap ke laut, sehingga orang Gowa – Makassar menyebutnya sebagai benteng Pannyua, yang menjadi markas pasukan katak Kerajaan Gowa.

Jika Anda ingin melihat bentuk Benteng Fort Rotterdam secara utuh, maka Anda bisa melihat Maket Benteng Fort Rotterdam yang sekarang ada di Museum La Galigo:

Maket Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam secara keseluruhan luasnya sekitar 12,41 hektar. Memiliki 5 Bastion:

  1. Bastion Bone terletak di sebelah barat.
  2. Bastion Bacan di sudut Barat Daya.
  3. Bastion Buton di sudut Barat Laut.
  4. Bastion Mandarsyah di sudut Timur Laut.
  5. Bastion Amboina di sudut Tenggara.
Bastion Bone Benteng Fort Rotterdam

Selain Bastion di atas, ada juga sumur tua, parit dan tembok sekeliling benteng. Tembok benteng tingginya sampai 7 meter dengan ketebalan sekitar 2 meter.

Berdiri di atas tembok Benteng Fort Rotterdam

Benteng Jumpandang yang kala itu masih nama aslinya rusak akibat peperangan melawan VOC yang dipimpin oleh Admiral Cornelis Janszoon Speelman pada tahun 1655 (pertempuran ke dua dengan VOC), dan setelah pertempuran ke tiga, pihak Kerajaan Gowa yang waktu itu diperintah oleh Sultan Hasanuddin mengalami kekalahan pada tanggal 18 November tahun 1667.

Waduh sudah setengah malam nih saya tulis artikel ini tapi masih di awal-awal. Kita sambung lagi nanti deh, karena ini baru kulit-kulitnya saja. Di museum La Galigo, banyak jejak sejarah yang bisa Anda lihat

Ruangan komen telah ditutup.