by

Facebook, WhatsApp, dkk Terancam Diblokir, Ancaman atau Peluang? Ini Tanggapan Pakar Digital

Perusahaan penyedia konten aplikasi populer atau over the top (OTT) seperti Facebook, WhatsApp, Netflix dan Twitter terancam diblokir di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya saat ini mendesak penerbitan peraturan menteri berkaitan dengan kewajiban badan usaha tetap (BUT) bagi perusahaan OTT yang beroperasi di Indonesia.

Facebook, WhatsApp, Twitter, Netflix Terancam Diblokir
Facebook, WhatsApp, Twitter, Netflix Terancam Diblokir (Ilustrasi/pixabay)

Menanggapi hal demikian, Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong, menyambut baik atas kebijakan Menkominfo yang tegas memang perlu ada langkah tegas yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para pelaku usaha OTT.

“Ini merupakan kebijakan yang ke depannya akan menghasilkan win-win solution. Karena ke depannya, ada regulasi yang jelas kalau aplikasi OTT ingin masuk ke Indonesia. Seyogianya saat masuk harus berbadan hukum atau sistem joint venture. Jadi, banyak stakeholder yang bisa dirangkul dan berkembang bersama di Indonesia,” ujar Komisaris PT Indo Menara Digital itu.

Anthony Leong
Anthony Leong, Pakar digital marketing Indonesia

Ia menyebutkan bahwa Indonesia dijadikan sebagai ladang bisnis bagi pengembang aplikasi OTT, pasalnya banyak pengguna yang dijadikan sebagai target sasaran penjualan oleh pihak pengembang.

“Jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan aplikasi dan media sosial tersebut bukan tergolong sedikit. Jadi tak heran, kalau banyak pengembang di luar sana melirik market Indonesia. Hanya saja, setiap platform itu kan ada fitur untuk iklan disana, jadi wajar saja kalau mereka menerima pendapatan di Indonesia harus mengikuti regulasi di sini,” papar Sekjen Asosiasi Pengusaha Digital Indonesia (APDI) itu.

Anthony memaparkan dengan dikeluarkannya kebijakan ini, akan memicu kreativitas para pemain OTT lokal untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang tidak kalah saing dengan aplikasi asing yang terus menjadikan Indonesia sebagai pasar strategisnya.

“Mungkin ini langkah ke depannya yang mendukung komitmen Presiden Jokowi yang pekan lalu berkunjung ke Silicon Valey untuk pro pengembangan technopreneurs lokal. Bahkan Presiden mau menciptakan 1000 technopreneurs lokal, bisa jadi ini cikal bakalnya,” tegas pria yang sukses mendigitalisasi ratusan UKM Indonesia ini.

Ia juga meminta agar pemerintah harus bijak dan solutif, bukan hanya sekadar melarang saja. Lantaran sosial media kini identik dengan media yang tanpa batas dan kehadirannya sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia itu sendiri.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- bentar - frekwensi radio makassar

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =