Cerita Unik Jumpa Pertama di Temu Pendengar Perdana RTI SI Jakarta

5/5 (1)

Cerita Unik Jumpa Pertama di Temu Pendengar Perdana RTI SI Jakarta

Persahabatan tanpa wajah. Itulah persahabatan antar sesama pendengar Radio Taiwan International Seksi Indonesia selama ini. Memang tidak semua begitu. Tapi itu yg terjadi antara saya, Susi,Cikampèk, begitu saya disebut di RTI SI dengan Bapak. Liem. Ketika peserta Temu Pendengar RTI SI mulai pada datang, saya dìperkenalkn Aris kepada sahabat2 sesama pendengar RTI SI, yang kebetulan ada salam yang dititipkan untuk disampaikn pada Mas Béno, Bapak Eddy Setiawan, Bp.Tony Ashar & Bp.Liem.

Titipan salam adalah amanat yg harus saya sampaikan,yang Alhamdulillah semua dapat saya sampaikan pada saat itu. Saat bertemu Bp. Liem itulah saya merasa terharu, bahagia tapi juga….LUCU. Karena,usai berjabat tangan,P’Liem bertanya: “Benarkah ini Susi Cikampèk?! Susi Cikampèk yang sakit itu?! Benar,ini Susi yang suka nulis di RTI dulu?!

Sayaa kan suka ndengerin tulisan2 Susi dibacain Maria?! Bahkan sy masih ingat surat2 yang awal2 dulu. Ah,saya tak percaya ini Susi Cikampèk yang itu!” Beliau menatap saya seakan tak percaya. Mungkin karena tak ada wajah kuyu,pucat&kurus, eh tapi saya kurus ya,tapi tidak kurus kering kok. Hé.hé.hé.

Dan pertanyaan itu terulang ketika kami bertemu untuk ngobrol usai makan siang. Beliau semakin memandangi saya dengan rasa tak percaya,saat saya katakan bahwa saya sekarang ngajar tari Jawa?! Hé.hé.hé. Saya tertawa namun benar2 merasa terharu.

Ada seseorang yg begitu baik menyimak tangis lara yg tertuang dalam sebuah tulisan dari orang yang tak dikenalnya. Meskipun saya sudah vacuum,Beliau masih ingat.
Terimakasih P’Liem. Jujur saja,saya juga merasa seakan tak percaya bahwa saya pernah sakit cukup parah selama puluhan tahun?! Tapi itulah Kuasa Ilahi. Beliau mengingatkan agar saya bersyukur atas mu’jizat-Nya.

P’Liem, sahabat sejati yang tulus, nasehat P’Liem akan selalu saya sematkan dalam hati. Insya Allah. Sayangnya,saya sampai lupa untuk berfoto dengan Beliau. Ternyata ada rasa persahabatan, bahkan persaudaraan yg begìtu dalam dapat kita temukan via udara RTI SI ini.

Semoga tak kan lekang oleh panasnya krisis global&tak kan aus oleh hujan materi (bagi yang sudah jadi kaya). Amin Hé.hé.hé.
Jabat erat persahabatan.

Ruangan komen telah ditutup.