by

Cara membuat taman vertikal sendiri

5/5 (1)

Meskipun tinggal di lahan sempit, Anda tetap bisa memiliki ruang hijau dengan taman vertikal. Biayanya juga tidaklah mahal.

Bagi masyarakat perkotaan, memilik hunian lengkap dengan taman mungkin hanya impian. Pasalnya, membuat rumah seperti itu membutuhkan ruang tidak sedikit. Apa solusinya?

Jangan dulu risau. Kini, ada solusi jika Anda menghadapi masalah seperti itu. Yakni, dengan membuat taman vertikal (vertical garden). Dengan model ini, Anda tetap bisa menikmati keindahan tanaman meski terbatas ruang atau lahan untuk menanam.

Arsitek dari A Studio Architect, Probo Hindarto mengungkapkan, taman vertikal memang bisa menjadi alternatif yang sangat baik bagi orang yang ingin memilik tanaman di rumah. Namun, terkendala oleh terbatasnya ruang.

Sebab, dia menjelaskan, konsep tanaman yang ditemukan oleh ahli botani Prancis itu tidak membutuhkan ruang luas. Sehingga, hal itu bisa diterapkan untuk semua jenis rumah.

Baca juga: 5 Taman Kota Terbaik di Dunia.

“Konsep ini bisa diterapkan pada jenis rumah apapun,” ujar Probo saat.

Lebih lanjut dia menuturkan, dalam membuat taman vertikal, hal paling utama yang harus diperhatikan pemilik rumah adalah media taman yang digunakan. Biasanya, orang lebih banyak menggunakan Vertical Garden Module (VGM) sebagai media taman. Namun kendalanya, di Indonesia harga VGM itu sendiri tergolong cukup mahal.

“Sekadar untuk menyiasati tingginya biaya pembuatan taman vertikal, sebaiknya menggunakan media taman lainnya, seperti bingkai bertingkat, bingkai bergantung, sistem modular, ataupun sistim karpet (tekstil atau geotekstil),” ungkap Probo.

Selain pemilihan media taman, lanjutnya, pemilihan media tanam juga harus diperhatikan. Ada anyak pilihan media tanam yang biasa digunakan. Pada dasarnya, sepanjang asupan air tanaman cukup, tanaman yang digunakan pun bisa tumbuh dengan baik.

“Bisa menggunaka cocopeat, tali ijuk atau tanah sekali pun. Asalkan, kebutuhan airnya tidak kekurangan,” jelas Probo.

Lebih jauh, arsitek lulusan Universitas Brawijaya Malang ini menuturkan, jenis tanaman yang digunakan untuk taman vertikal haruslah selektif. Agar hasilnya maksimal, dia menyarankan, sebaiknya menggunakan tanaman yang memiliki bobot tidak terlalu berat dan memiliki kecepatan tumbuh yang rendah hingga menengah.

“Selain dua hal tadi, dalam membuat taman vertikal, usahakan juga agar tidak menggunakan tanaman merambat,” tegasnya.

Terkait perawatannya, menurut Probo, hal itu bukanlah sesuatu yang sulit asalkan sistem pengairan (irigasi) di taman vertikal sudah dipasang dengan baik pada kerangka media. Sementara untuk pengendalian hama penyakit tanaman, sebaiknya dilakukan dengan cara memberikan pestisida pada media tanam sebelum tanaman ditanam.

“Tidak terlalu rutin juga, cukup 7-10 hari sekali perawatannya,” ungkapnya.

Nah, dengan taman vertikal, keterbatasan ruang rasanya sudah tidak bisa menjadi alasan lagi untuk tidak membuat taman di rumah. Sebab, selain pembuatan dan perawatannya yang relatif mudah, dengan vertikal garden kita bisa menciptakan ruang hijau penyedia oksigen bagi sekitar. (Yahoo Indonesia)

Demikianlah artikel tentang cara membuat taman vertikal sendiri, semoga bermanfaat.

Comment

74 comments

  1. Memiliki Taman Hijau di sekitar rumah membuat kita nyaman dan terasa sejuk, Minim Tempat sekalipun, bukan masalah, dengan adanya taman vertikal bisa membantu ruang oksigen tersedia lebih banyak di sekitar rumah. Sangat Baik tentunya bagi kesehatan dan lingkungan dan terlihat asri.

  2. jadi adem y agan bikin taman sendiri di dalam rumah.. klo lagi suntuk tinggal liyat taman aja dirumah 🙂

  3. Kayaknya cocok sekali buat yg punya lahan sempit kayak rumah saya untuk mencoba Taman Vertical ini sob hehe…. boleh dicoba nih tips nya 🙂

  4. vertikal garden cocok nih dengan kondisi halaman rumah saya yang hanya satu meter kali tiga meter,Terimakaish Gan untuk infonya….

  5. Untuk jenis taman vertikal sangat cocok bagi kita yang memiliki halaman minim ya Kang. Walau minim kita tetap bisa menikmati udara segar dari efek taman yang kita buat di halaman rumah.

    Salam,

  6. dengan konsep ini, masyarakat perkotaan juga dapat membantu penyelamatan lingkungan, baik berupa pencemaran udara maupun banjir ^^

  7. jadi inget wejangan bapak Kolonel Inf. Danrem 062 Tarumanegara, agar disetiap rumah diupayakan membuat taman/tanaman obat/sayuran vertikal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pemanfaatan lahan walaupun lahannya minim.
    dan saya emang sedang memulai pembuatan taman vertikal ini…makasih kang ilmunya kang

  8. memanfaatkan halaman yang sedikit yaa mas, cocok sekali nih tipnya untuk masyarakat yang di daerah perkotaan
    thanks mas informasinya 🙂

  9. Saya harus rajin berkebun nih. Tempat sempit juga bisa bercocok tanam ya… Tapi masih malas nih. hiks…hiks…

  10. ini tips yang sangat berguna juga ne bang… thanks banget bang..

    maaf ne baru berkunjung… 🙂

  11. sekarang tidak hanya diperkotaan di daerah pedesaanpun udah banyak yang bikin hunian minimalis dan membuat taman seperti itu mas, ini karena kebanyakan orang sudah berfikir punya rumah besar malas ngurusnya katanya, mending kecil dengan taman yang kecil pula tapi tetap asri.

  12. Terima kasih atas ilmunya semoga bermanfaat bagi mabi masyarakat luas dan menambah amal bagi penulis…………..

    Sarekat mt.
    Yogyakarta

Comments are closed.