by

Buanglah Sampah Pada Waktunya

Kalau membuang sampah pada tempatnya, mungkin sudah sering Anda baca atau dengar, namun membuang sampah pada waktunya mungkin bagi Anda yang berada di luar Kota Makassar, belum pernah mendengarnya. Hampir setiap hari Jumat diumumkan di Masjid bahwa khususnya di RW 6 Kelurahan Batua, jadwal pembuangan sampah di luar rumah atau di depan lorong Batua Raya 4, 7, dan 9, yaitu setiap pukul 18.00-20.00 WITA. Diluar jam tersebut tidak diperbolehkan. Mengapa? Karena pada jam tersebut, petugas sampah akan menyisir jalanan untuk memungut sampah yang dibuang oleh warga.

Mengapa bukan buanglah sampah di tempatnya? Mungkin karena di kelurahan Batua tidak ada disediakan tong sampah, itu setau saya. Kalaupun ada, saya tidak tahu di mana. Lagipula, tidak semua warga bisa membuang sampah di tong sampah, terutama yang tidak punya kendaraan.

Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sepertinya belum bisa diwujudkan di kota ini, terutama di kelurahan Batua, termasuk jadwal pembuangan sampah yang telah ditentukan, buktinya, Anda masih bisa melihat sampah di sudut-sudut lorong. LISA = Lihat sampah Ambil, rupanya belum bisa diterapkan sepenuhnya.

Beberapa bulan yang lalu pernah diterapkan penjemputan sampah di rumah-rumah warga, dengan dipungut biaya Rp. 16.000,- per bulan. Tapi mungkin ini agak susah diterapkan dengan berbagai macam alasan. Kita tahu orang-orang sangat sensitif dengan pungutan biaya, belum lagi jika penghuni rumah susah ditemui.

Di kelurahan Batua, khususnya di RW 6 sendiri, setiap bulan diadakan kerja bakti, bahkan ketua RT sebelah malah setiap hari membersihkan sendiri di lorong. Tapi tiu tidaklah cukup jika kesadaran membuang sampah sesuai dengan jadwalnya tidak diterapkan, begitu juga dengan LISA.

Baca juga: Gerakan Mengurangi Sampah Plastik.

Keinginan Kota Makassar menuju kota dunia yang bersih seperti di negara lainnya sepertinya masih belum bisa diwujudkan, meskipun pemerintah telah menetapkan Perda mengenai pengelolaan sampah, yaitu Perda No. 4 tahun 2011 yang memuat aturan yang panjang lebar, bisa Anda baca di sini. Serta Perda Kota Makassar Nomor 11 Tahun 2011 tentang retribusi  pelayanan persampahan/kebersihan. Kabid Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Edward Supriadi, menyikapi warga Makassar yang tidak taat akan kebersihan lingkungan, yaitu oknum yang tak taat dalam kebersihan lingkungan akan diberi sanksi tegas sesuai dengan amanat Perda no. 4 tahun 2011. Masyarakat harus tahu bahwa bagi yang melanggar Perda tersebut akan dikenakan denda Rp 50 juta atau kurungan 3 bulan penjara.

Demikianlah artikel tentang buang sampah pada tempatnya ini. Jika tidak bisa membersihkan atau tidak bisa ikut kerja bakti, minimal jangan mengotori, jangan buang sampah sembarangan.

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 12 =