by

Apakah Disney Kehilangan Sentuhan Ajaib?

Film “The Lone Ranger”, yang membuat Disney harus merogoh uang $190 juta (sekitar Rp1,89 triliun) terus terpuruk di box office. Dan ini bukan satu-satunya film Disney yang bernasib demikian. Apakah Disney telah kehilangan roh istimewanya untuk menghadirkan perasaan bahagia dan hiburan keluarga untuk sekian lama? Apakah debu peri Tinkerbell telah tersapu dari studio film itu?

Ya dan tidak. Disney memang melakukan kerja hebat lewat sekuel “Pirates of the Caribbean” dan “National Treasure” (yang anehnya hanya dibuat dua sekuel), namun sebagian besar film mereka yang sukses berasal dari film-film yang dirilis melalui Pixar dan Marvel Studios, dua perusahaan yang diakusisi Mouse House. Meski mereka tidak menyandang nama Disney, keuntungan film unggulan tahun ini “Monster University” dan film laris tahun lalu “The Avengers” masuk ke perusahaan yang sama.

"John Carter" dan "The Lone Ranger"
"John Carter" dan "The Lone Ranger" (Walt Disney Company)

Bahkan jika rumah produksi milik Disney sendiri tidak selalu sesukses atau “sekreatif” Pixar atau Marvel, sebenarnya tidak begitu penting karena… tentu saja, Disney adalah Disney, entah mereka berbagi logo dengan perusahaan di bagian pembukaan atau penutup filmnya. “Merek Disney tidak terganggu atau tenggelam – pada dasarnya mereka akan berkembang dan mencapai tingkatan baru,“ kata Phil Contrino, analis dari BoxOffice.com. “Mungkin film-film produksi Disney tidak akan sebagus ‘Iron Man’, namun itu tidak penting. Itu adalah Disney dan semuanya bagus.”

Saat Anda melihat film layar lebar , tidak ada studio yang memiliki rekam jejak yang sempurna di box office. “Setiap studio pernah mengalami pasang dan surut,” kata Paul Dergarabedian dari Hollywood.com.

“Perusahaan-perusahan film melakukan apa yang mereka bisa, beberapa di antaranya mendulang sukses, beberapa gagal. Dan Disney telah memahami masalah ini dan bisa terus melangkah maju.”

Selain “Lone Ranger”, berikut adalah daftar film produksi Disney yang gagal di abad ke-21 (referensi Box Office Mojo):

John Carter (2012)
Anggaran produksi: $250 juta (sekitar Rp2,49 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $73 juta (sekitar Rp727,1 miliar)
Pendapatan luar negeri: $209,7 juta (sekitar Rp2,09 triliun)
Pendapatan total: $282 juta (sekitar Rp2,81 triliun)

Mars Needs Moms (2011)
Anggaran produksi: $150 juta (sekitar Rp1,49 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $21,4 juta (sekitar Rp213,2 miliar)
Pendapatan luar negeri: $17,6 juta (sekitar Rp175,3 miliar)
Pendapatan total: $39 juta (sekitar Rp388,5 miliar)

The Sorcerer’s Apprentice (2010)

Anggaran produksi: $150 juta (sekitar Rp1,49 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $63,2 juta (sekitar Rp629,5miliar)
Pendapatan luar negeri: $152,1 juta (sekitar Rp1,51 triliun)
Pendapatan total: $215,3 juta (sekitar Rp2,14 triliun)

Prince of Persia: The Sands of Time (2010)
Anggaran produksi: $200 juta (sekitar Rp1,99 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $90,8 juta (sekitar Rp904,4 miliar)
Pendapatan luar negeri: $244,4 juta (sekitar Rp2,43 triliun)
Pendapatan total: $335,2 juta (sekitar Rp3,33 triliun)

Around the World in 80 Days (2004)
Anggaran produksi: $110 juta (sekitar Rp1,09 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $24 juta (sekitar Rp239,1 miliar)
Pendapatan luar negeri: $48,2 juta (sekitar Rp480,1 miliar)
Pendapatan total: $72,2 juta (sekitar Rp719,1 miliar)

The Haunted Mansion (2003)
Anggaran produksi: $90 juta (sekitar Rp896,4 miliar)
Pendapatan dalam negeri: $75,8 juta (sekitar Rp755 miliar)
Pendapatan luar negeri: $106,4 juta (sekitar Rp1,06 triliun)
Pendapatan total: $182,3 juta (sekitar Rp1,81 triliun)

The Country Bears (2002)
Anggaran produksi: $35 juta (sekitar Rp348,6 miliar)
Pendapatan dalam negeri: $17 juta (sekitar Rp169,3 miliar)
Pendapatan luar negeri: $1 juta (sekitar Rp9,9 miliar)
Pendapatan total: $18 juta (sekitar Rp179,3 miliar)

Treasure Planet (2002)
Anggaran produksi: $140 juta (sekitar Rp1,39 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $38,2 juta (sekitar Rp380,5 miliar)
Pendapatan luar negeri: $71,4 juta (sekitar Rp711,2 miliar)
Pendapatan total: $109,6 juta (sekitar Rp1,09 triliun)

Atlantis: The Lost Empire (2001)
Anggaran produksi: $120 juta (sekitar Rp1,20 triliun)
Pendapatan dalam negeri: $84,1 juta (sekitar Rp837,7miliar)
Pendapatan luar negeri: $102 juta (sekitar Rp1,01 triliun)
Pendapatan total: $186 juta (sekitar Rp1,85 triliun)

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- apakah film tinker bell 7 gagal produksi

Tentang Penulis: Summase Sanjaya

Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 20 =