by

8 Kunci Bahagia Dalam Menghadapi Kesulitan

Kebahagiaan merupakan sesuatu yang semua orang inginkan, biasanya kebahagiaan cenderung pada hal yang baik, menyenangkan, dan lainnya. Jika kamu bahagia karena kamu senang, maka itu hal biasa. Kamu orang hebat jika bisa bahagia walau dalam keadaan yang sulit.  Berikut ini kunci agar kita bisa bahagia dalam menghadapi kesulitan.

Kunci bahagia dalam hidup

  1. Positive Thinking

Ada istilah bahwa “buah  jatuh tak jauh dari pohonnya”. Istilah tersebut memiliki banyak makna, yaitu sifat seorang anak tak jauh dari orang tuanya, ilmu seorang murid tak jauh dari gurunya, dan lain sebagainya. Selain itu, makna dari istilah tersebut juga berlaku untuk “perilaku seseorang tidak akan jauh dari pemikirannya”. Memiliki pikiran yang positif akan tercermin juga pada perilaku kita sehingga menghasilkan perilaku yang positif dan melakukan hal-hal yang bermanfaat, begitu pun sebaliknya, saat kita memiliki pikiran negatif, maka perilaku kita juga akan menghasilkan hal negatif dan melakukan hal yang kurang/ tidak bermanfaat. Misalnya saja, saat kita sedang ujian di sekolah dan kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, maka kita harus berpikiran positif, yang berati kita belum belajar dengan sungguh-sungguh dan kurang waktu dalam belajar, dan dengan pikiran tersebut, kita akan belajar lebih giat lagi agar mendapatkan nilai yang lebih baik. Berbeda halnya jika kita berpikiran negatif, pasti kita akan malas belajar lagi dan diam saja tanpa melakukan aksi apapun untuk memperbaiki nilai tersebut.

  1. Berdamai Dengan Nasib
Kunci bahagia dalam hidup
Kunci bahagia dalam hidup

Nasib sama halnya dengan  takdir , ada yang baik dan yang buruk. Berhubungan dengan nasib kita harus ingat satu hal, bahwa “kita akan menuai apa yang kita tanam”. Jadi, saat kita berhadapan dengan nasib yang baik, maka itu merupakan hasil yang kita peroleh, karena kita telah berbuat kebaikan sebelumnya, begitu pula saat kita menghadapi nasib yang buruk, maka kita harus ingat bahwa itu merupakan hasil dari kesalahan- kesalahan yang kita tanam. Oleh karena itu , kita harus selalu menanam kebaikan- kebaikan agar kita dapat menuai hasil yang kita tanam tersebut berupa kebaikan–kebaikan juga. Saat kita menghadapi nasib yang buruk, bukan berarti kita harus menyalahkan nasib tersebut, tapi kita harus memperbaiki masalah tersebut , ini merupakan hal yang paling utama, yaitu memperbaiki masalah / kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Berdamai dengan nasib, sama halnya berdamai dengan diri kita sendiri, yaitu menerima diri kita apa adanya, dan melakukan hal-hal agar menjadi diri yang lebih baik lagi.

  1. Jangan Mengeluh

Mengeluh hanya akan menambah beban pada apa yang kita kerjakan. Kita harus menghindari mengeluh. Mengeluh sebagai pertanda bahwa kita tidak sanggup mengerjakan, menyelesaikan dan terang-terangan menyatakan tidak sanggup dengan apa yang dihadapi. Kita harus menanamkan dalam pikiran kita bahwa “Mengeluh itu merugikan diri sendiri”. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, kita harus menghindari mengeluh, menggerutu, apalagi hingga putus asa. Jika kita menghadapi masalah/ kesulitan dengan sepenuh hati, jiwa dan raga, maka kita pasti dapat mengatasinya dengan baik. Dari pada kita mengeluh, lebih baik kita berdoa kepada Allah dan meminta diberikan kekuatan tambahan untuk menghadapi kesulitan tersebut.

  1. Hilangkan Kata “Tapi”

Kita semua tentu ingin mengalami hidup yang baik, bahagia, dan sukses. Namun, hal tersebut bidak akan terwujud jika kita masih mencari alasan dengan kata “Tapi”. Misalnya , ada seorang yang tidak kuliah lantaran tidak ada biaya dengan berkata “tapi mau bagaimana lagi, orang tua tidak ada biaya” , masih banyak usaha yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan biaya kuliah, beasiswa misalnya, tanpa harus meminjam/ berhutang. Ada lagi yang berkata “tapi, modal saya sudah habis”, padahal banyak bisnis yang bisa sukses dengan  modal pihak lain, hal tersebut bergantung pada ilmu yang dimiliki. Bukan berarti berkata “tapi, saya tidak punya ilmunya”. Kita harus belajar agar memiliki ilmu yang bermanfaat tersebut. Kata “tapi” hanya membuat kita sibuk mencari alasan, sehingga hidup tidak menjadi lebih baik.

  1. Optimis

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

”Barang siapa amalnya hari ini lebih baik dari hari kemarin maka orang itu termasuk yang beruntung. Dan barang siapa yang amalnya sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang rugi. Dan barang siapa yang amalnya lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang terlaknat.” (HR. Al-Hakim).

Dari hadis tersebut kita harus sadar agar berpikiran yang optimis, saat kita memiliki pikiran yang optimis, maka kita Akan melakukan aktivitas-aktivitas yang optimis produktif. Beberapa manfaat optimis:

  • Memperbesar potensi memiliki usia yang lebih panjang
  • Memperkecil resiko mengalami stres dan depresi
  • Meningkatkan kualitas kesehatan
  • Meningkatkan pencapaian prestasi yang lebih hebat
  • Memiliki ketekunan yang terus-menerus.

Baca juga: 7 Tips Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri Anak.

  1. Menghindari Kesulitan Permanen

Maksud dari kesulitan permanen ialah mengatasi suatu masalah dengan masalah yang lain. Contohnya : kita memiliki utang dengan bunga yang kecil, kemudian kita mengatasi hutang tersebut dengan meminjam uang (hutang kembali) dengan bunga yang lebih besar, itu sama saja menambah kesulitan yang kita hadapi, dan kita harus menghindari hal tersebut. Kesulitan akan selalu ada dalam kehidupan, tetapi jangan buat hal itu menjadi kesulitan permanen. Hidup kita di dunia itu singkat, tentu rugi jika kita menghadapi kesulitan yang sama secara terus-menerus.

  1. Kurangi Kadar Stres Dengan Melakukan Hal Yang Bermanfaat

Dalam menghadapi kesulitan, tentu kita pasti merasa tertekan, stres, tidak kuat lagi untuk bertahan, lelah, dan lainnya. Lelah itu wajar, tapi kita harus bisa mengendalikan lelah tersebut agar bermanfaat, dan bisa menambah semangat kita dalam berjuang menghadapi kesulitan. Salah satu caranya ialah mengurangi kadar stres dengan melakukan hal yang bermanfaat. Hal bermanfaat apa saja yang dapat kita lakukan? Kita dapat melakukan hal yang bisa menyalurkan stres, seperti menulis, menulis diary, curhat dengan teman, curhat dengan orang tua, melakukan kebaikan, melakukan hobi yang sekaligus menyenangkan dan bisa menyalurkan stres kita. Hal tersebut dapat mengurangi kadar stres yang kita rasakan dan menjadi kunci agar kita tetap bahagia walau menghadapi kesulitan.

  1. Pantang Menyerah

Sikap pantang menyerah menjadi salah satu kunci kebahagiaan dalam menghadapi kesulitan. Kesulitan dalam hidup sama halnya dalam permainan, yaitu semakin tinggi level, kita maka semakin sulit tantangan yang harus kita hadapi. Dan setelah kita menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut dari level paling mudah hingga tersulit, maka kita akan menuai hasil yang indah, ingat dengan kata “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Setelah kesulitan- kesulitan yang kita hadapi, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan. Kita hanya harus bersabar sedikit lagi untuk menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut, hingga akhirnya kita mendapatkan kebahagiaan yang kita damba.

Kita harus menerapkan 8 kunci ini dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat bahagia dalam keadaan menyenangkan atau kesulitan sekalipun. Demikianlah 8 kunci bahagia dalam menghadapi kesulitan, semoga bermanfaat.

Tentang Penulis: Miaditya Putri - JV

Miaditya Putri - JV
Tim Blogger Media Monitoring Club Kuningan Jawa Barat
Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − thirteen =