by

8 Cara Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Keputihan merupakan salah satu penyakit yang sering dialami kaum wanita yang muncul pada organ intim. Sebenarnya, organ wanita telah dianugrahi suatu sistem perlindungan berupa pH yang stabil untuk mencegah infeksi dan sistem pelumasan untuk mencegah iritasi. Sistem pelumasan ini menjadikan organ wanita selalu dalam keadaan basah, yang sering dikira sebagai keputihan. Derajat keasaman (pH) yang dibutuhkan oleh organ wanita kita ialah sekitar 3-4 dan dalam keadaan asam. Keadaan asam ini akan mematikan bakteri dan jamur penyebab infeksi.

Cara mengobati keputihan
Cara mengobati keputihan (Ilustrasi/pixabay)

Kondisi basah pada organ tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain oleh siklus haid, kondisi tubuh yang lelah, stres, atau adanya pengaruh dari luar. Untuk itu, perlu kita pahami dulu mana yang merupakan keadaan basah normal dan yang tidak normal.

Jika cairan yang keluar itu jernih, putih, tidak berbau, dan tidak menggumpal maka cairan tersebut normal. Cairan normal ini biasa keluar saat menjelang haid. Apabila cairannya normal, Anda tidak perlu menggunakan obat atau cairan pembersih karena cairan ini akan berkurang dengan sendirinya seiring berakhirnya masa menstruasi.

Namun, bila yang keluar cairan yang putih, menggumpal, berbau, gatal, panas, dan terkadang berwarna kuning kehijauan maka dapat dipastikan cairan tersebut muncul karena ada infeksi bakteri dan jamur pada organ tersebut.

Cara Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Untuk menghindari dan menjauhkan penyakit keputihan dari diri kita, kami berikan cara untuk mencegah dan mengatasi keputihan, antara lain:

  1. Bagi remaja, hindari hubungan bebas karena dapat memudahkan bertukarnya bakteri dari orang satu ke orang lainnya.
  2. Sebisa mungkin hindari melakukan mastur**si karena alat yang tidak steril dapat menyalurkan bakteri dan jamur pada organ kewanitaan.
  3. Menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan imunitas.
  4. Selalu jaga kebersihan organ kewanitaan Anda.
  5. Selalu jaga kebersihan celana dalam Anda. Sebaiknya, hindari penggunaan celana dalam berkali–kali. Maksimal ganti celana dalam Anda setelah digunakan satu kali.
  6. Sebaiknya, celana dalam dicuci menggunakan sabun bayi atau shampo bayi karena kandungan zat kimianya masih tergolong rendah jadi aman untuk organ kewanitaan kita.
  7. Jika telah terjadi infeksi, gunakan cairan pembersih yang mengandung asam laktat (lactid acid) minimal dua kali sehari. Kondisi asam pada organ tersebut akan mematikan bakteri dan jamur penyebab keputihan.
  8. Apabila masih belum ada perubahan, segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan atau kulit atau kelam*n.

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − one =