by

7 Tips Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri Anak

Sebagai orangtua yang baik, kita perlu memperhatikan perkembangan dari segi manapun, termasuk sifat dan perilakunya. Sikap optimis merupakan sikap yang sangat diperlukan untuk perkembangan hidup anak. Karena sikap optimis dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat dalam dirinya. Dengan keyakinan pada dirinya, si anak akan dapat menghadapi segala tantangan hidup yang akan dihadapinya esok hari.

Orang yang optimis jarang mengalami depresi karena selalu ada harapan dalam dirinya. Harapan inilah yang membuatnya kuat bertahan menghadapi cobaan hidup. Kita sering sekali menjumpai orang sukses yang memiliki optimisme dalam dirinya.

Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri Anak
Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri Anak (Ilustrasi/pixabay)

Dengan paham keyakinan dalam dirinya, si anak akan berani mencoba hal-hal baru dan mencoba lagi hal yang gagal ia lakukan. Ia berani mencoba dan berani bertahan. Ia akan tetap tenang ketika berhasil ataupun gagal. Karena tidak takut gagal, ia berani mempraktekkan ketrampilannya. Sehingga, masa depan yang cerah akan mudah untuk ia raih.

Anak-anak bisa belajar sikap optimis dari pengalaman sukses orang lain, pelajaran tentang hidup, motivasi orang terdekat, dan hikmah dari pengalamannya sendiri. Oleh karena itu, sebelum mengajarkan sikap optimis kepada anak, lebih baik kita memperbaiki diri kita sendiri akan menjadi pribadi yang lebih optimis. Terkadang kita perlu membiarkan suatu kejadian terjadi secara alami agar si anak dapat memetik nilai positif dari pengalamannya sendiri.

Untuk menanamkan keyakinan diri pada anak kita bisa menerapkan strategi berikut:

  1. Anda harus berhati-hati ketika mengkritik anak karena perasaan anak masih sensitif. Sehingga, Anda perlu untuk menjadi sedikit lunak dan sedikit keras. Maksudnya, mengkritik dengan cara yang terlalu keras malah akan memunculkan rasa malu dan bersalah dalam dirinya. Si anak malah enggan mengintrospeksi dan melakukan perubahan dalam dirinya. Sebaliknya, tidak mengkritik anak menjadikan ia tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Sebaiknya, kita mengkritik anak dengan kata-kata yang lembut dan uraikan masalah dengan jelas serta berikan alasannya. Dengan begitu, ceramah Anda akan lebih mudah diterima dan dipercaya anak.
  2. Menuturkan pelajaran-pelajaran mengenai pentingnya sikap optimis dan memberikan motivasi serta dukungan kepada anak. Berikan tanggapan positif terhadap apa yang dilakukan anak. Misalnya yang dilakukannya salah, berikan alternatif yang lebih baik. Misalnya seperti ini: anak suka bermain komputer sepanjang waktu. Hal tersebut tentu saja dapat memperburuk kesehatannya dan menurunkan kreativitasnya. Anda bisa mengajarkannya untuk bermain program lain yang lebih bermanfaat daripada bermain game. Misalnya, mengajarinya menggambar lewat komputer, atau membuatnya penasaran tentang asal-usul komputer sehingga ia mau belajar sejarah komputer.
  3. Tumbangkan ide dan perasaan negatif anak dengan tanggapan yang positif. Misalnya, anak merasa malu dengan nilai ujiannya yang jelek dan sepertinya ia merasa putus asa karena hal tersebut. Sebagai orangtua yang baik, kita tidak boleh malah menyalahkannya. Kita harus menyingkirkan perasaan negatif itu dan membuatnya berkembang lagi dengan cara memberinya motivasi. Kita juga dapat menyisipkan kata-kata mutiara dari tokoh terkenal. Biasanya, hal ini akan membuatnya lebih percaya.
  4. Perhatikan segala aktivitas dan perkembangan anak. Anda bisa mencoba menanyakan kepada si anak ‘pelajaran apa yang kamu dapatkan hari ini, nak?’ Tunjukkan bahwa segala aktivitas yang ia lakukan dapat membawanya ke hal-hal yang positif. Namun, jika perilakunya keliru, Anda bisa menerapkan strategi nomor 2 tadi.
  5. Meyakinkan si anak bahwa peristiwa-peristiwa buruk yang ia alami hanya bersifat sementara.
  6. Uraikan masalah yang sedang terjadi secara jelas dan temukan sebabnya. Yakinkan kepada si anak bahwa masalah itu bisa diatasi dengan menghapuskan penyebabnya.
  7. Ketika si anak membuat kesalahan, uraikan kesalahannya se-spesifik mungkin agar ia dapat menyadari dan memperbaiki kesalahannya.

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 17 =