by

4 Manfaat Psikologis Rutin Mengajak Anak ke Masjid

Sewaktu sholat berjamaah di masjid, kita sering kali dibuat jengkel dengan tingkah polah anak-anak kecil yang ramai dan mengganggu kekhusyuan kita beribadah. Namun yang mengherankan, para orang tua yang membawa anak mereka ke masjid, tetap saja melakukannya meskipun tahu akan menimbulkan kegaduhan.

Ternyata setelah saya pelajari, ternyata ada manfaat secara psikolgis dari kebiasaan orang tua mengajak anaknya ke masjid. Berikut empat manfaat psikologis bagi anak yang sering di ajak ke masjid, selain membangun karakter religius.

1. Melatih kedisiplinan.

Disiplin merupakan rasa taat dan patuh terhadap sesuatu yang diyakini sebagai sebuah tanggung jawab. Kedisiplinan dapat tumbuh karena adanya pelatihan. Seorang anak dari orang tua yang beragama islam, tentu mendapatkan pelajaran yang mengajarkan bahwasannya shalat merupakan tanggung jawab yang perlu ditaati dan dipatuhi. Entah pendidikan itu ia dapatkan dari orang tuanya sendiri maupun sekolah. Dengan rutinnya orang tua mengajak anak ke masjid, maka secara tidak langsung orang tua telah melatih kedisiplinan pada diri anaknya.

2. Melatih keberanian.

Keberanian merupakan kekuatan mental dan moral untuk menghadapi persoalan. Banyak orang menganggap bahwa keberanian merupakan salah satu unsur penting dari kebijakan. Semua orang tua tentu menghendaki anaknya tumbuh menjadi manusia yang mempunyai jiwa berani. Ada beberapa unsur yang mesti dilakukan untuk menumbuhkan jiwa berani, yakni menerima ketakutan, menghilangkan keragu-raguan, menyadari kemampuan. Anak yang sering diajak ke masjid, akan beranggapan bahwa, pergi ke masjid bukanlah suatu permasalahan. Dengan begitu, si anak tidak akan pernah ragu mengunjungi masjid. Hal ini didapatkan karena anak yakin bahwa dirinya punya kemampuan untuk mengujungi masjid. Jadi mengajak anak ke masjid merupakan wujud nyata orang tua menumbuhkan keberanian pada diri anak.

3. Melatih kemampuan berinteraksi.

Kemampuan berinteraksi merupakan syarat mutlak yang musti dimiliki seseorang untuk bisa hidup di masyarakat. Karena interaksi sosial merupakan pondasi seseorang untuk melakukan kegiatan kemasyarakatan sesuai norma atau aturan yang berlaku di kalangan sosial kemasyarakatan. Ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk memiliki kemampuan berinteraksi, yakni komunikasi dan kontak sosial. Anak yang diajak ke masjid akan terbiasa dengan kontak sosial, karena tentunya si anak akan sering bertemu dengan jamaah masjid lainnya. Ketika si anak sudah mempunyai kontak sosial, di situlah dia akan meningkatkan kemampuan berkomunukasi. Dengan begitu si anak akan mempunyai kemampuan berinteraksi.

4. Melatih kepedulian sosial.

Kepedulian sosial merupakan kemampuan berempati kepada orang lain dengan menjalani hidup berdasarkan cinta kasih dan kasih sayang. Seperti yang kita ketahui, hampir setiap masjid memliki kotak amal, entah itu untuk kesejahteraan masjid ataupun anak yatim. Dengan mengajak anak ke masjid kita bisa melatih kepedulian sosial anak dengan mengajarinya bershodaqoh di kotak amal. Apabila hal itu rutin kita lakukan, sudah barang tentu si anak akan memiliki jiwa sosial yang baik.

Demikian manfaat secara psikologis dari mengajak anak ke masjid. Semoga artikel yang singkat ini dapat menambah semangat kita dalam mendidik anak, agar nantinya ia tumbuh menjadi manusia yang berkarakter.

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- peraih nilai un tertinggi smp - apa manfaat anak sering diajak ke masjid atau mushala - manfaat membiasakan anak ke masjid secara psikologi - manfaat mengajak anake masjid - melatih rasa sosial merupakan salah satu manfaat

Sampaikanlah walaupun SATU AYAT! Anda bisa mengirimkan informasi bermanfaat kepada para pembaca kami melalui email atau Whatsapp ke 081355077575

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =