Teleskop Hubble, Temukan Lengkungan Cahaya Dengan Dua Bintang



Teleskop luar angkasa Hubble bagaikan mata manusia yang mengintip ke jantung alam semesta. Dengan peralatan ilmiah yang inovatif, Hubble menggunakan teknologi baru dan canggih, mampu menemukan sistem langka di galaksi, di mana dua bintang mengorbit lenturan cahaya.

Dilansir dalam Nature World News, berdasarkan pengamatan Hubble, astronom mampu mengidentifikasi planet jauh yang aneh mengorbit bukan hanya satu tapi dua bintang. Ini merupakan pembengkokkan dari “ruang-waktu”, telah dikonfirmasi oleh para ilmuwan NASA dan ESA.

NASA Hubble
NASA Hubble (By NASA [Public domain], via Wikimedia Commons)
Planet yang jauh, diidentifikasi karena perilaku yang disebut “Mikrolensing”. Cahaya dibengkokkan, karena gangguan oleh medan gravitasi obyek. Mikrolensing telah diamati pada awal 2007. Namun, ini merupakan pertama kalinya sebuah planet yang mengorbit dua bintang, dikenal sebagai “circumbinary” planet, dikonfirmasi dengan mengikuti kegiatan microlensing alias pembelokkan cahaya.

Planet circumbinary bukan kejadian alam, karena sebagian exoplanets di alam semesta biasanya mengorbit satu bintang. Misi Kepler NASA melacak sistem transit untuk mendeteksi circumbinary bukan microlensing.
Tapi selain dari kelangkaan metode yang digunakan, para ahli mengatakan bahwa planet terbaru yang ditemukan sangat tidak biasa.

“Exoplanet itu diamati sebagai peristiwa mikrolensing pada tahun 2007. Sebuah analisis rinci mengungkapkan tubuh lensing ketiga selain bintang dan planet yang cukup jelas dari data,” ujar David Bennett dari NASA Goddard Space Flight Center, Amerika Serikat.

Objek langit itu disebut OGLE-2007-BLG-349 dan diidentifikasi selama Optical Gravitational Lensing Experiment (OGLE). Bintang dan exoplanets menyebabkan distorsi dengan cara yang sama. Einstein telah meramalkan dalam teorinya sendiri, sebagai Relativitas Umum.

Namun, analisis lebih lanjut diperlukan. OGLE tidak mampu mengonfirmasi rincian lain dari OGLE-2007-BLG dengan sendirinya, tidak diketahui tubuh lensing.

Para ahli menyarankan menggunakan model baru, untuk lebih menjelaskan distorsi dan kurva cahaya. Data dari Hubble Space Telescope (HST) sangat penting dalam membantu para ahli untuk mendeteksi planet-planet circumbinary.

“OGLE telah mendeteksi lebih dari 17, 000 peristiwa microlensing. Tapi, ini adalah pertama kalinya peristiwa seperti itu telah disebabkan oleh sistem planet circumbinary,” ujar Andrzej Udalski dari Universitas Warsawa, Polandia.

Ilmuwan ini menyimpulkan, bahwa meskipun Kepler mampu mendeteksi circumbinary, menggunakan OGLE, para ahli harus mengidentifikasi lebih lanjut, terkait planet circumbinary pada jarak jauh dari bintang mereka.

Penemuan rintisan ini, menunjukkan beberapa kemungkinan yang menarik. Sementara, Kepler lebih mungkin untuk mendeteksi planet dengan orbit kecil. Dan memang semua planet circumbinary itu, ditemukan sangat dekat dengan batas bawah dari orbit yang stabil. Microlensing memungkinkan planet, dapat ditemukan pada jarak jauh dari bintang induknya.

Sumber Video: Cosmos



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Teleskop Hubble, Temukan Lengkungan Cahaya Dengan Dua Bintang Post in | Last updated: September 24th, 2016 - 10 views
Gravatar Image
Tim Blogger Media Monitoring Club, Founder & First Leader in Rancah Astronomy Club (RAC) - Ciamis - Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 8 =