"Media Monitoring Club mengucapkan Selamat Menjalankan ibadah puasa bagi kaum Muslim dan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H"

Anda Sedang Mendengarkan Elshinta

TOPIK LAINNYA: Traveling  |  BISNIS  |  Pasang Iklan  | 

Tag: Temu Pendengar

Dalam rangka 2 tahun Temu pendengar NHK World Radio Jepang, kami tuliskan kembali kilas balik Temu Pendengar NHK World Radio Jepang di Makassar 2 tahun lalu. Tulisan ini kami pindahkan dari SINI.

Beberapa tahun lalu (1-2 tahun yang lalu) telah diadakan temu pendengar Radio Jepang NHK World di Surabaya yang dihadiri oleh sekitar 40 orang (menurut informasi yang kami terima). Redaksi dan beberapa rekan-rekan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya (Wilayah Timur) tidak sempat datang mengingat jauhnya lokasi temu pendengar (mungkin disebabkan faktor kesibukan dan sebagian besarnya, tentu faktor dana). Kami, beberapa pendengar dan klub yang tersebar di bagian timur Indonesia, selalu merasa diabaikan jika pemilihan lokasi temu pendengar dilakukan oleh stasiun-stasiun internasional jika mereka hendak melaksanakan temu pendengar. Kami selalu mengusulkan bahwa sekali-kali Temu Pendengar diadakan di Makassar. Dan barulah keinginan untuk menjadi tuan rumah temu pendengar mendapat angin segar ketika Produser Radio Jepang NHK World, Ms. Tomoko Yoshihara mengemail kepada saya bahwa kemungkinan besar Temu Pendengar akan diadakan di Makassar.

Sebagai tahap persiapan, saya kemudian menghubungi semua pendengar radio yang ada dalam phonebook redaksi, sekitar 100 orang kami hubungi melalui sms, 14 orang diantaranya yang mendaftarkan diri, termasuk dari Broadcast Monitor Club (Sdr. Abd. Wahab Al-Bilal) Sulawesi Barat.
Mengingat jumlah peserta yang mendaftar melalui sms hanya 14 orang, ditambah 12 orang dari Radio Listeners Club (RLC) Makassar, maka saya memuat iklan di Koran Harian Tribun Timur mulai tanggal 27 Februari hingga tanggal 11 Maret 2008. Dari iklan yang kami muat, maka kami menerima 28 orang lagi yang mendaftar, sehingga jumlah keseluruhan yang mendaftar lewat saya ada 42 orang, ditambah 12 orang dari RLC, dan selebihnya mendaftar langsung ke NHK World.

Temu Pendengar ini diadakan di Restaurant Hotel Pantai Gapura, Jl. Pasar Ikan Makassar, mulai pukul 12.15 WITA hingga pukul 16.00 WITA, diikuti oleh sekitar 80 orang yang datang dari Mamuju, Polman, Pare-pare, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tomohon, Gowa dan Makassar.

Rangkaian Acara:
1. Pembukaan oleh Ms. Lily Yulianty
2. Perkenalan terhadap Jepang.
3. Perkenalan dengan Produser, Penyiar, dan Staf Radio Jepang.
4. Kuis.
5. Istirahat (Lunch)
6. Belajar Bahasa Jepang.
7. Lomba Membaca dalam Bahasa Jepang.
8. Menyanyi Lagu Jepang (Guest: Ervina Talalu, Andi Nurhijrawati, dan Norpa T.Palayukan).
9. Foto bersama.

Selaku Chairman Media Monitoring Club, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangannya di Kota Makassar buat segenap Produser, Penyiar dan Staf Radio Jepang seksi Bahasa Indonesia (Ms. Tomoko Yoshihara, Ms. Kaoru Kawanishi, Ms. Shino Kawabe, dan Mbak Lily Yulianty Farid). Begitulah keadaan kota kami. Semoga keberadaannya selama di Makassar pada khususnya membawa kesan yang baik dan hasil yang memuaskan.

Juga, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak, Ibu, dan rekan-rekan semuanya atas waktu yang diluangkan untuk hadir di di acara Temu Pendengar NHK, bahkan ada yang datang dari luar kota atau seberang lautan.

Saya berharap Temu Pendengar tersebut menjadi moment yang dapat mempererat jalinan persahabatan antara pendengar dan Radio Jepang pada khususnya, dan hubungan antara Indonesia dan Jepang pada umumnya.

Pada bulan Oktober 2007 yang lalu, beberapa seksi bahasa di Radio Jepang telah menamatkan siarannya, hal tersebut tentu didasari oleh salah satunya faktor, yaitu kurangnya pendengar, disamping pemangkasan biaya yang tentunya telah dipertimbangkan oleh Radio Jepang sendiri.

Antara pendengar dan Radio Jepang merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Tanpa adanya pendengar, maka siaran Radio Jepang tidak akan ada, karena tentu tak ada gunanya menyiarkan jika tak ada yang mendengarkan, hanya memboroskan biaya yang bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Sebaliknya, tanpa adanya siaran radio, maka jalur informasi dan hiburan menjadi terbatas. Meskipun kita tahu bahwa di era seperti sekarang ini, informasi dan hiburan dapat diakses hanya dengan satu klik saja. Semuanya ada dalam jari tangan kita. Tapi siaran radio gelombang pendek merupakan sarana yang lebih murah untuk mengikuti segala perkembangan di dunia sampai jauh di pelosok sana, dan yang paling istimewa, karena kami bernaung di bawah sebuah komunitas pendengar radio gelombang pendek yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Temu Pendengar NHK telah dilaksanakan dengan sukses, itu merupakan kunci pintu gerbang bagi diadakannya temu pendengar selanjutnya bagi radio internasional yang lain. Makassar merupakan salah satu kota yang memungkinkan untuk diadakan temu pendengar. Terbukti, kami bisa menghadirkan sekitar 80 orang untuk ikut serta dalam perhelatan akbar itu.
Kami menunggu radio internasional lainnya untuk bias hadir di kota kami tercinta. Kami siap membantu apa saja yang diperlukan untuk acara serupa nantinya.

Tags: ,

Oleh Rudi Hartono, Chairman of BLC.

Temu Pendengar Perdana Borneo Listeners Club yang dilakukan di halaman rumah kami (Sekretariat BLC) di Jln Penjajap Timur 3A Pemangkat Kalimantan Barat.

Acara tersebut sebenarnya sudah dimulai jam 07.00 WIB ( pagi hari ) dengan mengundang pemuka masyarakat dan tetangga untuk acara syukuran dan pembacaan doa. Kemudian dilakukan persiapan tempat, konsumsi dan menunggu undangan yang hadir. Acara deklarasi dimulai jam 16.00 WIB s/d 17.30 WIB ( 2 jam lebih lambat dari rencana semula yang direncanakan jam 14.00 WIB-17.00 WIB).

Isi acara Temu Pendengar tersebut dirangkai sebagai berikut :
1. Kata sambutan dari Ketua BLC
2. Kata sambutan dari perwakilan pendengar
3. Perkenalkan VOV dan klub pendengar ( Mapem Club, Always Group dan MMC )
4. Peluncuran Buletin MEDIATOR
5. Pembacaan Doa
6. Acara Santai ( makan bersama )
7. Pembagian door prize dari VOV dan RTISI.

8. Photo bersama.

Acara kali ini dihadiri oleh 28 orang peserta dengan 2 sesi jumpa dimana ada 22 orang yang ikut acara dari awal acara dan 6 orang yang datang terlambat.

Nb: foto menyusul.

Tags:

FOTO KIRIMAN TUTY PRIHARTINI-Member MMC:

Tags: ,

Oleh: Susi-Cikampek.

Persahabatan tanpa wajah. Itulah persahabatan antar sesama pendengar RTI SI selama ini. Memang tidak semua begitu. Tapi itu yg terjadi antara saya, Susi,Cikampèk,begitu saya disebut di RTI SI dengan Bapak. Liem. Ketika peserta Temu Pendengar RTI SI mulai pada datang, saya dìperkenalkn Aris kepada sahabat2 sesama pendengar RTI SI, yang kebetulan ada salam yang dititipkan untuk disampaikn pada Mas Béno, Bapak Eddy Setiawan, Bp.Tony Ashar& Bp.Liem. Titipan salam adalah amanat yg harus saya sampaikan,yang Alhamdulillah semua dapat saya sampaikan pada saat itu. Saat bertemu Bp.Liem itulah saya merasa terharu, bahagia tapi juga…. › Continue reading…

Tags: ,

Membaca laporan dari Saudari Susi di Cikampek, saya menerima beberapa kritikan dari teman-teman Member Media Monitoring Club. Mengapa Pak Alwy Hasan yang mewakili Media Monitoring Club dalam penerimaan suvenir untuk Media Monitoring Club? Bukankah namanya tidak terdaftar di Media Monitoring Club? Apakah tidak ada wakil dari Media Monitoring Club yang hadir pada Temu Pendengar RTI di Jakarta?
Berbagai pertanyaan yang dilontarkan membuat saya sedikit kelabakan. Mengapa tidak, karena dalam Temu Pendengar Radio Taiwan International di Jakarta kali ini, ada 2 orang member Media Monitoring Club yang saya pastikan hadir dan memberikan konfirmasi, yaitu › Continue reading…

Tags: ,

LAPORAN

TEMU PENDENGAR RTI SI DI JAKARTA DAN YOGYAKARTA 1-2 AGUSTUS 2009

LAPORAN DARI SUSI-CIKAMPEK (MEMBER MMC)
Temu Pendengar Perdana RTI SI di Jakarta. Jalinan persahabatn via udara antara RTI SI dengan para pendengarnya dituntaskan dengan diadakannya Temu Pendengar tgl 1 Agustus ’09 di Sari Pan Pacific Hotel,Jakarta. Hm….yang terbayang adalah kami akan bartemu dengan para penyiar RTI SI. Wouw….senengnya. Begitu sampai hotel,eh, nunggu lama. Justru yang dari jauh sudah pada datang,tapi yang dari Jakarta sendiri malah pada ngarèt! Kak Tonny Thamsir sampai heran dengan budaya ngarèt ini. Tapi › Continue reading…

Tags: ,

(Sumber foto: RTI)

Selang 3 tahun lamanya, RTI siaran Indonesia kembali menggelar acara Temu Pendengar di markas besar RTI di Taipei, Taiwan. Kegiatan yang diikuti lebih dari 130 orang ini, diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2009, mulai dari pukul 11 pagi hingga 4 sore.

Acara akbar yang penuh dengan gelak tawa ini dimulai dengan › Continue reading…

Tags: ,
Back to top