Lagu Mari Menyanyi Bulan Mei 2010 Radio Jepang: Butterfly oleh Kaela Kimura
Pada Sabtu pertama setiap bulan, Radio Jepang mengajak anda belajar menyanyikan sebuah lagu Jepang populer. Lagu untuk bulan Mei ini adalah “Butterfly” oleh Kaela Kimura. Kali ini rekan Hnin Wit Yi dari siaran Bahasa Birma dengan instruktur vokal Emi Ogawa ikut belajar menyanyi bersama kita.
Surat Bulan April 2010 Halo Dari Tokyo Radio Jepang NHK World
Setiap bulan, Radio Jepang NHK World memilih surat terbaik untuk acara Halo Dari Tokyo (HDT) yang disiarkan setiap hari Minggu, dan kali ini yang terpilih sebagai surat bulan ini, ialah surat dari Petra Dian Adikrisna, Petra menceritakan tentang kata-kata dalam Bahasa Jepang yang mirip dalam Bahasa Indonesia.
Bagi teman-teman sekalian, jangan lupa kirimkan surat yang menarik untuk dibacakan di acara Halo Dari Tokyo, anda juga bisa mengirimkan cerita-cerita yang berasal dari tempat asal anda, siapa tahu surat anda yang terpilih bulan depan.
(Sumber: Radio Jepang NHK World)
Sayembara Udara Berhadiah Radio Kerajaan Arab Saudi Periode 41 Jumadil Ula 1431 H (April/Mei 2010)
PERTANYAAN :
1. Kapankah kumandang azan mulai diberlakukan / disyariatkan dalam agama Islam?
2. Siapakah Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi yang pertama kali?
3. Siapakah penemu hukum gaya gravitasi?
Jawaban harap dikirim melalui surat atau email ke Read the rest of this entry »
Sebuah Gebrakan : RADIO ELSHINTA MENJALIN KERJASAMA DENGAN CRI, CHINA RADIO INTERNATIONAL.
oleh: Susi-Cikampek
Pada hari Selasa, 20 April 2010 yang lalu dan bertempat di Grand Ballroom Hotel Sultan Jakarta, saya mewakili ‘Kepala Suku’ Media Monitoring Club, Summase A Sanjaya untuk menghadiri undangan Radio Elshinta Jakarta yang meresmikan kerjasama dengan CRI. Dan sekaligus mengadakan Seminar tentang Peluang Produk Indonesia di Kawasan Tiongkok-ASEAN (CAFTA),yang diselenggarakan untuk menepis ìsu yang berkembang tentang dampak perdagangan bebas terhadap pasar domestik karena diberlakukannya ASEAN Free Trade Agreement-China (CAFTA), 1 Januari 2010.

Hadir pada peresmian dan seminar tersebut Duta Besar Tiongkok, Yang Mulia Ibu Zhang Qiyue. Dan dari Indonesia, Bapak Gusmardi Gustami, Dirjen KPI Kemendag, Bapak Adi Putera Taher, Ketua Umum Kadin dan Bapak Mochtar, Kepala Balitbang Departemen Perdagangan. Dan sebagai moderatornya adalah Bapak Ahmad Zaini. Selain itu, hadir juga pada acara tersebut, para undangan yang terdiri dari para pengusaha, Club Pendengar Radio Luar Negeri dan juga dari media cetak maupun media elektronik, yang beberapa diantaranya mengajukan pertanyaan seputar materi yang dibahas tersebut. Karena pada dasarnya ada beberapa produk Indonesia yang memang mengalami kerugian dengan diberlakukannya hal tersebut di atas,antara lain produk alas kaki dan elektronika. Tapi ada juga pernyataan atau lebih tepat disebut sebagai permintaan dari salah satu pengusaha Indonesia, yang menyegarkan suasana dan disambut tepuk tangan meriah. Si Bapak tersebut mengatakan,…”kan Tiongkok/China sudah kaya dan makmur,kenapa ngga membeli saja produk-produk dari Indonesia dan mengurangi produksi dalam negeri mereka?! Hé.hé.hé. Setuju….!!”.

Acara hari itu ditutup dengan acara makan siang. Dan sambil makan siang, kami dari Club Pendengar Radio Luar Negeri sempat saling bercengkerama menjalin persahabatan yang semoga semakin erat dan indah. Amin.
History of Radio Free Europe/Radio Liberty
Then And Now: Free Media In Unfree Societies
Established at the beginning of the Cold War to transmit uncensored news and information to audiences behind the Iron Curtain, Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) played a significant role in the collapse of communism and the rise of democracies in post-communist Europe.
Many East European and Russian leaders, including Vaclav Havel and Boris Yeltsin, have testified to the importance of RFE and RL broadcasts in helping end the Cold War. Former Estonian President Lennart Meri nominated RFE/RL for the Nobel Peace Prize in 1991.
Today, RFE/RL is one of the most comprehensive media organizations in the world, producing radio, Internet and television programs in countries where a free press is either banned by the government or not fully established. RFE/RL broadcasts in in 28 languages in 20 countries, including Afghanistan, Iran, Russia, and the Cental Asian Republics (click here for a map).
Established After the Second World War
Radio Free Europe (RFE) and Radio Liberty (RL), originally separate organizations, were conceived by George F. Kennan (United States Department of State) and Frank G. Wisner (Office of Policy Coordination, later the United States Central Intelligence Agency) to utilize the talents of post-World War II Soviet and East European émigrés in support of American foreign policy.
RFE was founded in 1950 and initially broadcast to Bulgaria, Czechoslovakia, Hungary, Poland and Romania. Three years later, RL began broadcasting to the Soviet Union in Russian and 15 other national languages. RFE/RL began broadcasts to Estonia, Latvia, and Lithuania in 1976.
Initially, both RFE and RL were funded principally by the U.S. Congress through the Central Intelligence Agency (CIA), but RFE also received supplemental private donations.
In 1971, all CIA involvement ended and thereafter RFE and RL were funded by Congressional appropriation through the Board for International Broadcasting (BIB) and after 1995 the Broadcasting Board of Governors (BBG). The two corporations were merged into RFE/RL, Inc. in 1976.
Reaching New Audiences
At the same time, Read the rest of this entry »
Who Says The Newspaper Is Dead?
“A year ago people were worried that losing our FM radio frequency would be a big problem. But we’re working around it,” says Kenan Aliyev, the director of RFE/RL’s Azerbaijani service Radio Azadliq. He waves a copy of “F?rqli dü?ünc?”, a newspaper that’s being distributed weekly in Azerbaijan’s capital Baku and around the country. “Who says the newspaper is dead? It’s not!”
In January 2009, The Azeri government banned all international broadcasters, including RFE/RL, VOA, and BBC, from the national airwaves. This posed a challenge to Kenan and his colleagues: “Our listeners were used to listen to us on FM radio. When the frequency was shut down, many of them lost touch with our station,” he says. “So we had the idea to get our content published in a locally produced newspaper.”
F?rqli dü?ünc?, which translates as “think differently” (Radio Azadliq’s main slogan), is a joint project between Radio Azadliq, the local branch of the international NGO IREX, and a local publishing house. Since December last year, 10,000 copies of the paper are being distributed weekly in Baku and regionally.
“Our main goal is Read the rest of this entry »
Memperkenalkan Radio Jepang NHK World kepada Masyarakat Kota Makassar
Pada tanggal 9 April 2010, Redaksi menerima telepon dari Mbak Riska Dwi Firmiyanti, Spesialis Siaran Bahasa Indonesia Radio Jepang NHK World, meminta bantuan Media Monitoring Club untuk membagikan stiker dan pamflet kepada masyarakat Kota Makassar.
Stiker dan pamflet tersebut baru kami terima pada tanggal 22 April 2010, dan kami edarkan mulai tanggal 23-25 April 2010 di beberapa titik tujuan dengan target pendengar baru, stiker dan pamflet tersebut kami edarkan di:
1. Kampus Patria Arta Panakkukang Mas Makassar sebanyak 10 lembar .

2. TK Yamal Haq BTN CV Dewi Makassar sebanyak 10 lembar.

3. Karebosi Link Jl. Jenderal Ahmad Yani Makassar sebanyak 25 lembar.

4. MTC Karebosi Jl. Jenderal Ahmad Yani sebanyak 25 lembar.

5. Mall Ratu Indah Jl. Dr. Ratulangi sebanyak 10 lembar.

6. Mall Panakkukang Jl. Pengayoman sebanyak 25 lembar. Read the rest of this entry »
Dengar RTI, Rebut T-shirt Exclusive
TUJUAN
Untuk menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari para pendengar dan netters kepada RTI. RTI kembali mengadakan kegiatan undian T-Shirt Exclusive Terbatas.
PETUNJUK.
1.Peserta cukup mengirimkan laporan penerimaan siaran khusus untuk bulan April-Juni,baik lewat internet / surat / mengirim kembali kartu laporan penerimaan siaran. Maka RTI selain akan mengirimkan kartu QSL juga disertai dengan kartu undian khusus kegiatan ini.
2.Peserta diminta untuk mengisi data dalam kartu undian dan dikirim kembali kepada RTI guna mengikuti undian berhadiah tersebut.
3.Setiap peserta tidak dibatasi jumlah kiriman. Kartu undian tidak boleh difotokopi. Kartu undian yang difotokopi maka dinyatakan batal.
BATAS WAKTU PENGOLEKSIAN KARTU QSL DAN KARTU UNDIAN.
1 April s/d 30 Juni 2010 (Sesuai cap pos)
BATAS WAKTU PENGIRIMAN POSTCARD KHUSUS. Read the rest of this entry »
Perkenalan Radio Jepang NHK World Siaran Bahasa Indonesia
Radio Jepang Siaran Bahasa Indonesia dimulai sejak tahun 1953.
Radio Jepang Siaran Bahasa Indonesia menyiarkan warta berita dan programa selama 45 menit dan diudarakan tiga kali sehari melalui gelombang pendek. Anda juga dapat mendengarkannya melalui 37 radio FM di Wilayah Indonesia Barat pada pukul 21.06-21.51 WIB melalui:
* Antero 101,6 FM Banda Aceh
* Sonya FM 106,6 FM Medan
* Padang FM 102,6 FM Padang
* Gress 105,8 FM Pekanbaru
* Kei FM 102,3 FM Batam
* Dian Irama 104,3 FM Jambi
* Muaro Jambi 92,5 FM Muaro Jambi
* Flamboyan 105,9 FM Bengkulu
* Ramona 105,8 FM Palembang
* Fame 101,9 FM Pangkal Pinang
* Andalas 102,7 FM Bandar Lampung
* Harmony 98,1 FM Serang
* Green Radio 89,2 FM Jakarta
* Elpas 103,6 FM Bogor
* Garuda 105,5 FM Bandung
* Q FM 94,6 FM Tasikmalaya
* Maritim 102,6 FM Cirebon
* BOM FM 106,8 FM Semarang
* Karavan 107,3 FM Surakarta
* Kota Perak 94,6 FM Yogyakarta
* Global 107,6 FM Bantul
* Taurus 107,6 FM Kediri
* R FM 94 FM Mojokerto
* Andalus 91,1 FM Malang
* Trijaya 104,7 FM Surabaya
* SWIT FM 95,6 FM Banyuwangi
* Global 96,5 FM Denpasar
* Global FM Lombok 96,7 FM Mataram
* DMWS 103,5 FM Kupang
* Manusa 97,5 FM Pontianak
* RCA 100,2 FM Palangkaraya
* Chandra 88,5 FM Banjarmasin
* One Way 95,2 FM Samarinda
* ROM 2 FM 102 FM Manado
* SPFM 103,5 FM Makassar
* ZIP FM 93,3 FM Kab. Maros
* Swara Alam 99,1 FM Kendari
Kartu vertifikasi, buku pedoman dan teks Belajar Bahasa Jepang disediakan bagi Anda yang mengirimkan surat atau e-mail kepada Radio Jepang Siaran Bahasa Indonesia
The Best Weblog The BOBs 2009
Blogombal menjadi blog terbaik dalam kompetisi The BOBs yang digelar Deutsche Welle, Jerman. Blog ini meraih penghargaan dalam kategori Blog Bahasa Indonesia terbaik.
Blogombal terpilih oleh dewan juri sebagai yang terbaik dalam kategori Blog dengan Bahasa Indonesia. Blog ini dikelola oleh Antyo Rentjoko, atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Paman Tyo.
Blogombal disebut menampilkan konten yang beragam, seperti masalah sosial, budaya, sejarah atau politik. Selain itu, Blogombal dinilai memenuhi beberapa kriteria penilaian, seperti penggunaan bahasa yang baik, pemilihan topik, kualitas penulisan serta konsistensi dalam penulisan.
“Blog ini memiliki bahasa yang enak, Read the rest of this entry »
















