Menilik Potensi Wisata Bahari Kepulauan Indonesia



Sebuah kapal pesiar model terbaru, superyatch rancangan perusahaan arsitektur ternama di Amerika, sempat diberitakan di sebuah media sosial; menunjukkan model kapal yang dirancang futuristik, tenaga super, sistem super canggih, serta keleluasaan daya tampung yang menawarkan perjalanan wisata laut yang mewah bagi penggunanya. Baru-baru ini juga, sebuah kapal pesiar yang diklaim sebagai kapal pesiar terbesar di dunia dengan tinggi menyamai tinggi Menara Eiffel di Paris serta disebut-sebut sebagai ‘Kota Terapung’, di luncurkan di sebuah pelabuhan di barat laut Paris. Melihat interiornya, sangat pas jika kapal itu dinamai ‘Kota Terapung’. Jika memiliki restoran, bioskop hingga pusat perbelanjaan sudah biasa ditemui di berbagai kapal milik operator wisata bahari kapal pesiar, maka selain daya tampung yang besar, kapal ini memiliki hutan buatan lengkap dengan kicauan burungnya. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan sektor wisata bahari di dunia, sementara itu bagaimana dengan negara kepulauan seperti Indonesia?

Luasan permukaan bumi, terdiri dari 70% lautan dan Indonesia, merupakan negara kepulauan dengan luas lautan dua per tiga bagian dari keseluruhan luas wilayahnya. Potensi sumber daya yang sangat besar ada di lautan, yang membuat lautan juga menjadi alasan perselisihan politik negara-negara yang berbatasan. Namun bisa dibayangkan, besarnya sumber perikanan, belum lagi sumber energy dan mineral yang terkandung di dalamnya, di samping potensi industri kemaritiman dan berbagai bidang jasa transportasi, bisa didapatkan di lautan. Tidak jarang kita dengar adanya konflik mengenai batas wilayah laut, perebutan Zone Ekonomi Ekslusif, hingga membuat setiap negara sangat ketat menjaga dan berlomba-lomba memamerkan kekuatan militer dalam mempertahankan teritorial lautnya. Tak ayal juga membuat Menteri Kelautan dan Perikanan kita ‘bragging’ seluruh dunia dengan meluluh lantakkan kapal-kapal pencuri ikan yang masuk area zona ekonomi Indonesia. Begitu luar biasanya kekayaan yang tersimpan di lautan, bahkan mungkin bisa melebihi kedalamannya. Lautan kemudian menjadi lambang integritas dan kekuatan sebuah negara.

Potensi Wisata Bahari Indonesia
Potensi Wisata Bahari Indonesia (Ilustrasi/Bali/Pixabay)

Kembali ke negara kepulauan Indonesia, kondisi geografisnya memiliki potensi destinasi wisata bahari yang menjanjikan. Pulau besar dan kecil di Indonesia berjumlah tidak kurang dari 17 ribuan pulau dan baru sekitar 40-an persen yang memiliki nama; sumber Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia menyebutkan masih ada 9 ribuan pulau yang belum bernama. Garis pantai lautan di Indonesia merupakan yang kedua terpanjang di dunia setelah negara Kanada, ditambah dengan bentuknya yang kepulauan, bisa diperkirakan banyaknya destinasi wisata yang bisa dikelola hingga potensi-potensi ekonomi ikutan lain yang menguntungkan hajat hidup bangsa selain penggiatan kerja-kerja pelestarian lingkungan alam.

Wisata bahari merupakan salah satu sektor pariwisata yang menyajikan keindahan laut, alam di sekitar lautan, ikan hias, biota laut, terumbu karang dan nyiur melambai di pantai. Mana tempat yang paling tidak bisa dilewatkan, selain menikmati pantai yang sangat luas sejauh mata memandang, debur ombak serta keindahan menjelang senja saat matahari perlahan terbenam. Selain kegiatan menyelam atau ‘diving’ dan ‘snorkling’, apa lagi yang lebih menggiurkan dari melakukan perjalanan di lautan dengan fasilitas layaknya hotel berbintang seperti pelayaran dengan ‘cruise’ atau kapal pesiar.

Kalau pernah melihat film ‘Titanic’, geliat wisata bahari kapal pesiar mungkin telah mulai terintis dengan adanya beberapa fasilitas hiburan di kapal penumpang yang banyak ditumpangi oleh orang-orang terkaya di dunia saat itu.

Tahun 80-an, ada sebuah serial televisi terkenal yang menggunakan latar belakang kehidupan di kapal pesiar sebagai ide ceritanya, dengan berbagai karakteristik penumpang yang berganti-ganti di setiap serinya, belum lagi tokoh-tokoh utama yang merupakan para kru kapal bernama ‘Love Boat’.

Bekerja di kapal pesiar juga telah menarik minat banyak anak bangsa sebagai pilihan kerja dan berkarir; selain tempat kerja yang cukup prestige, ada kesempatan untuk mengelilingi dunia dan bertemu dengan banyak orang baru dari negara lain. Sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan sebagai kru kapal pesiar telah menjadi cabang dari pendidikan perhotelan dan ‘hospitality’.

Meskipun masih merupakan wisata yang baru di Indonesia, animo turis domestik tidak pernah berkurang dan cenderung bertambah untuk bisa merasakan kemewahan di atas kapal pesiar dengan harga yang lebih terjangkau. Contohnya, jika melancong ke Bali, kita bisa menemukan beberapa pelayaran ‘cruise’ atau kapal pesiar sebagai pilihan wisata bahari.

Pulau Bali memiliki dua pulau lain yaitu Nusa Lembongan dan Nusa Penida yang dapat dijadikan rute tur kapal pesiar yang berlayar dari pelabuhan Tanjung Benoa. Tidak saja kapal pesiar, di Bali juga ada wisata bahari yang lebih menantang yaitu menyelami laut dengan kapal selam atau wisata ‘submarine’ bawah laut. Selain merasakan perjalanan ke dasar laut yang menegangkan hingga kedalaman 35 m selama 45 menit, perjalanan ini menyuguhkan keindahan alam bawah laut yang tidak akan terlupakan.

Menurut sebuah sumber, jumlah kapal pesiar yang berlabuh di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan perhatian terhadap potensi kepulauan Indonesia sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata bagi penumpang kapal pesiar dari luar negeri. Tujuan destinasi kapal-kapal tersebut memang paling banyak ke Bali, Lombok serta Raja Ampat, Papua; namun, tidak menutup kemungkinan dengan semakin gencarnya pembangunan di bidang kemaritiman dan pembangunan pelabuhan oleh pemerintah saat ini, kunjungan kapal pesiar ke kepulauan di Indonesia akan memungkinakan bertambah di masa mendatang. Sebaiknya pulau-pulau indah di Indonesia yang berpotensi sebagai tepat berlabuh makin mepersiapkan diri.

Meskipun masih terkendala dengan ketersediaan infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai dan mumpuni, wisata bahari di Indonesia semakin berharga untuk terus diperhitungkan sebagai potensi-potensi sumber pendapatan masyarakat dan pemasukan negara selian untuk melestarikan kekayaan alam yang menjadi ciri khas dari kepulauan negara Republik Indonesia tercinta.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Menilik Potensi Wisata Bahari Kepulauan Indonesia Post in | Last updated: October 5th, 2016 - 14 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 2 =