Menentukan dan Mengendalikan Gaya Hidup



Menarik untuk mencari tahu mengenai hal-hal baru yang kemudian menjadi hal-hal yang biasa dan lumrah di dalam kehidupan. Suatu saat kita merasa begitu bangga mengenakan sepatu baru yang kita beli, namun setelah beberapa waktu kemudian, mungkin hanya lewat sehari ketika model terbaru muncul, sepatu itu menjadi barang yang biasa dan tidak menarik lagi. Bahkan, membuat kita enggan, malas dan malu memakainya karena sudah tidak trendi atau tidak kekinian lagi. Hal ini berlaku hampir pada semua produk; lihat saja produk HP misalnya yang menjamur dimana-mana; berbagai merek, model, fitur seperti tiada hentinya terbarukan. Seperti juga dengan gaya hidup selalu saja ada yang baru.

Seiring dengan perjalanan sejarah kehidupan manusia, ‘trend’ atau gaya, selalu senantiasa berubah menjadi sesuatu yang disebut kekinian atau istilah enterengnya ‘high end’. ‘Fashion’, seni, model, kebiasaan serta gaya hidup mengalami  perubahan dari zaman ke zaman. Selayaknya sebuah produk, gaya hidup sangat erat berkait dengan kebutuhan manusia, malahan beberapa cenderung menjadi bagian dari keinginan semata. Gaya hidup, sebagaimana sebuah pilihan, dipilih seseorang bergantung dengan latar belakang pendidikan, lingkungan serta wawasan dari seseorang. Bermacam-macam gaya hidup dapat ditemui di kehidupan sekitar kita. Gaya hidup sehat, gaya hidup modern, gaya hidup wanita, gaya hidup remaja hingga penyimpangan gaya hidup.

Pola tingkah laku keseharian seseorang menunjukkan gaya hidup yang dipilihnya dengan harapan orang lain akan memberikan penilaian tertentu kepadanya. Terkadang, agar seseorang kelihatan trendi atau kekinian, kebanyakan ia akan memilih atau mengubah gaya berpakaian, potongan rambut, jenis kendaraan yang dinaiki hingga model gadget dan dandanan atau perhiasan yang dipakai. Ia berharap akan membuat orang lain yang melihatnya terkesan dan akan menilai lebih tentang dirinya, apakah ia terpelajar, profesional ataupun sukses. Keinginan untuk dinilai orang lain itu menjadi alasan munculnya berbagai macam inovasi dan gaya hidup baru. Inovasi seperti di bidang teknologi yang menciptakan berbagai macam barang instant yang dapat memenuhi kebutuhan kita hanya dengan memencet sebuah tombol. Gaya hidup seperti makan di restoran mahal atau layaknya para eksekutif muda yang glamor. Berbagai inovasi tersebut di satu sisi pantas untuk diapresiasi, khususnya di era globalisasi yang semakin maju dan serba mengejar target, namun di sisi lain harus benar-benar dipahami apakah gaya hidup itu merupakan kebutuhan ataukah hanya keinginan. Mengikuti gaya hidup yang semata hanya keinginan, tidak akan meberikan manfaat selain kerugian bagi diri kita. Hal ini ditunjukkan dengan makin meningkatnya stres, tekanan hidup, penyimpangan, berbagai macam gangguan kesehatan serta makin tingginya kriminalitas.

Menentukan dan Mengendalikan Gaya Hidup
Menentukan dan Mengendalikan Gaya Hidup (Ilustrasi/pexels)

Gaya hidup, jika semata mendewakan hal-hal yang bersifat materiil, akan menjadi sesuatu yang ‘outdated’ pada waktunya, sehingga tidak puas-puasnya manusia berlomba-lomba membuat perbaharuan. Selalu ada cara baru untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak ada habisnya.

Sebuah pemeo dalam film ‘God Must Be Crazy’ menunjukkan perbedaan antara kehidupan di kota yang sibuk dengan pedalaman hutan yang damai, ‘Semakin manusia membuat hidupnya mudah, maka ia justru mempersulit dirinya’. Contohnya, semakin canggih teknologi yang kita gunakan untuk memudahkan kehidupan kita, selalu ada rasa takut yang membayangi berbagai penyimpangan fungsi atau ‘malfunction’ yang merugikan. Misalnya, sekarang ini orang-orang banyak yang membuat ‘website’, untuk memudahkannya melakukan berbagai hal dari membentuk komunitas sosial hingga membangun sebuah usaha ‘online’. Mereka kemudian menyewa organisasi-organisasi yang melayani pembuatan ‘website’ atau disebut dengan ‘Web developer’. Meskipun organisasi-organisasi tersebut menawarkan paket-paket ‘hosting web’ super canggih, pengawasan ketat ‘server’ selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun; tak pelak setiap saat mereka harus waspada terhadap berbagai ‘malware’ yang dapat mengganggu kinerja sebuah ‘web’ tertentu, apalagi yang ramai dengan ‘traffic’ atau banyak disambangi oleh peselancar dan konsumen dunia maya. Lebih mudahnya lagi, misalnya sebagai pengguna internet, kita mudah berkirim surat, berbincang atau berkomunikasi dengan orang tanpa harus kemana-mana, cukup di depan komputer dilengkapi dengan fasilitas internet; satu hal yang paling ditakutkan ialah sedang asyiknya berselancar tiba-tiba terjadi ‘error’ atau gangguan. Jadi sejauh mana kita harus mengejar dan menjalani gaya hidup?

Pastinya tidak semua gaya hidup itu bersifat negatif atau menyimpang, sementara kehidupan tidak dapat dihindari akan berubah dan berkembang seiring dengan tak terbatasnya keinginan manusia. Sudah lebih dari 40 tahun lalu manusia pertama sampai ke bulan, mungkin sebentar lagi manusia akan sampai ke planet lain yang lebih jauh dari bumi dan membuat koloni yang menetap di sana. Kendaraan super cepat hingga yang bisa terbang sudah mulai bermunculan, hendaknya jangan sampai mengurangi kesadaran akan kodrat kita sebagai manusia, yang sampai kapanpun tidak akan dapat mengalahkan kebesaran yang membuat seluruh jagat raya ini berputar.

Pilihlah gaya hidup yang sehat sesuai dengan kebutuhan dan yang memberikan hal-hal baik untuk tubuh dan pikiran kita. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang kesehatan bisa digunakan untuk lebih mengenal diri kita, karena yang kita butuhkan tidak sama dengan keinginan. Keinginan cenderung tidak terbatas dan bisa merugikan diri kita jika kita tidak mampu untuk mengikutinya. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia memang harus senantiasa berusaha, bekerja dengan rajin dan giat. Jika semua kebutuhan sekiranya sudah terpenuhi maka baru kita mulai melihat keinginan. Tapi sebagai mahluk sosial, belajarlah untuk berbagi, karena belum tentu semua orang dapat memenuhi kebutuhannya dan mungkin memerlukan bantuan dari kita. Dengan mengetahui saudara-saudara kita yang masih kekurangan, maka akan membentuk sebuah rasa syukur dengan apa yang kita miliki. Rasa syukur dan kepekaan sosial akan mengontrol manusia dari arus keinginan yang tiada berbatas, dan mengendalikan gaya hidup yang tidak baik dan tidak bermanfaat bagi kebudayaan peradaban manusia sekarang dan di masa depan.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Menentukan dan Mengendalikan Gaya Hidup Post in | Last updated: October 6th, 2016 - 13 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two − 1 =