Kadin Indonesia Ajukan Perizinan Virtual Office ke Menteri Perdagangan untuk Kemudahan Startup dan UKM



Kehadiran munculnya banyak startup seperti teknologi aplikasi dan para UMKM yang mulai sejatinya harus didukung pemerintah melalui regulasi yang memihak pada pengusaha pemula. Menyikapi hal demikian, Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM, Koperasi, dan Indsutri Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan industri kreatif sangat dibutuhkan dukungan pemerintah.

Virtual-office
Virtual-office (Ilustrasi/pexels.com)

“Kehadiran aplikasi dan perkembangan startup seperti GoJek, Grab, dan jasa seperti Virtual Office jangan dihambat karena hanya regulasi, kita harus mengejar ketertinggalan dari luar negeri, jadi peraturan yang dibuat juga harus kondusif,” tegas Sandi di hadapan peserta seminar wirausaha.

Sandiaga Uno menyatakan telah menyampaikan keinginan dari pengusaha pemula itu kepada pemerintahan pusat.

“Saya sudah sampaikan hal ini beberapa waktu lalu ke Menteri Perdangangan dan Kantor Wakil Presiden, suasana yang kondusif harus kita ciptakan untuk pengusaha pemula,” ujar Sandi.

Ditemui di tempat yang berbeda, Ketua Badan Pengurus Pusat Bidang Ekonomi Kreatif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Yaser Palito mengatakan, kehadiran teknologi dan ekonomi kreatif di Indonesia jangan diberatkan dengan masalah regulasi, karena ini sama halnya menutup keran pelaku industri tersebut.

“Negara lain diperbolehkan dan banyak pengusaha startup yang sukses di luar awalnya juga melakukan kegiatan bisnisnya di kantor bersama. Di era serba teknologi sekarang ini semuanya menuntut kecepatan, kepraktisan, dan efisien, jadi keberadaan jasa kantor bersama ini memang harus kita sambut dan dukung untuk selamatkan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Yaser.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Kadin Indonesia Ajukan Perizinan Virtual Office ke Menteri Perdagangan untuk Kemudahan Startup dan UKM Post in | Last updated: January 27th, 2016 - 16 views
Gravatar Image
Founder of Media Monitoring Club - Aktif mendengarkan siaran SW dari tahun 1996 hingga 2006. Pernah menjadi Program monitor Radio Jepang NHK World dari tahun 2001-2010, Technical Monitor KBS World Radio, Technical Monitor Radio Taiwan International, dan Technical Monitor Radio Deutsche Welle. Kini sedang menjadi blogger aktif untuk beberapa blog, termasuk blog Media Monitoring Club Ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + twenty =