Dr. KH. Idham Chalid Tokoh Pahlawan Dalam Uang NKRI Rp. 5.000



Idham Chalid merupakan tokoh paling muda sekaligus paling lama memimpin ormas Islam yang didirikan sejak 1926 oleh para ulama. Idam Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan. Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya bernama H Muhammad Chalid yaitu seorang penghulu di Amuntai yang daerahnya berada di 200 Km dari Banjarmasin. Beliau mengakhiri hidupnya di Jakarta pada tanggal 11 Juli 2010 pada umur 88 tahun. Idham Chalid merupakan politisi yang sangat berpengaruh pada masanya.

Riwayat  Hidup Dr. KH. Idham Chalid

Idham merupakan anak yang cerdas dan pemberani, ia memiliki bakat yang luar biasa ketika berpidato saat masuk Sekolah Rakyat. Keahlian berpidato tersebut yang menjadi modal utama dalam meraih kesuksesan di dalam lingkup politik.

Setelah Sekolah Rakyat Idham Chalid melanjutkan pendidikannya di Madrasah Ar-Rasyidiyyah pada tahun 1992. Idham memperbanyak pengetahuan dan keahliannya dalam Bahasa Arab, Bahasa Inggris  dan ilmu pengetahuan umum. Selanjutnya ia memperluas wawasannya dengan mempelajari Bahasa Jerman, Jepang, dan Prancis di Pesantren Gontor yang terletak di Ponorogo.

Idham Chalid
Idham Chalid (Gambar: Wikipedia)

Pada tahun 1943, Idham Melanjutkan pendidikan di Jakarta. Pihak Jepang dari Dai-Nipon sering meminta Idham sebagai penerjemah, karena ia sangat mahir Bahasa Jepang. Pihak Jepang sering meminta Idham sebagai penerjemah dalam pertemuannya dengan alim ulama, dan saat itulah Idham mengenal Tokoh-tokoh Ulama NU.

Menjelang kemerdekaan, Idham aktif dalam kegiatan-kegiatan dalam badan perjuangan yang bermula di Amuntai hingga aktif dalam badan perjuangan Rakyat Indonesia dan kemudian pindah ke Serikat Muslim Indonesia.

Tahun 1947 ia bergabung dengan Sentral Pemberontak Indonesia di Kalimantan Selatan. Usai peperangan kemerdekaan, Idham diangkat menjadi anggota parlemen sementara RI mewakili Kalimantan.

BACA JUGA  Siapakah Novela Nawipa?

Tahun 1950 ia terpilih menjadi anggota DPRS mewakili Masyumi. Pada tahun 1952 NU memilih untuk berpisah dari Masyumi kemudian Idham Chalid memilih bergabung dengan Partai Nahdlatul Ulama.

Tahun 1952 Idham di angkat sebagai ketua PB Ma’arif, organisasi sayap NU yang bergerak dalam bidang pendidikan. Pada tahun yang sama ia juga diangkat menjadi sekretaris jenderal partai, dan dua tahun kemudian ia dipilih menjadi wakil ketua.

Jabatan Politik Dr. KH. Idham Chalid :

  • Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia (1966-1959)
  • Menteri Sosial Indonesia (1970-1971)
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (1971-1977)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (1971-1977)

Jabatan Pemerintahan :

  • Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (1978-1983)

Jabatan dalam Organisasi Islam :

  • Ketua Umum Tanfidziyah PBNU (1952-1984)

Idham Chalid diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 07 November 2011 bersama enam tokoh lainnya berdasarkan Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011. Ia merupakan Putra Banjar ketiga setelah Pangeran Antasari dan Hasan Basry. Dalam peluncuran uang rupiah desain baru, tokoh pahlawan Dr. KH. Idham Chalid merupakan simbol dari uang Rp. 5.000. dengan adanya tokoh tersebut, dalam mata uang Indonesia itu berarti Indonesia sangat menghormati dan menghargai jasa-jasa yang telah dilakukan beliau, baik dalam bidang politik maupun menjadi bagian dari Organisasi Islam.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Dr. KH. Idham Chalid Tokoh Pahlawan Dalam Uang NKRI Rp. 5.000 Post in | Last updated: December 21st, 2016 - 13 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =