<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Monitoring Club &#187; Media</title>
	<atom:link href="http://monitoringclub.org/category/media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://monitoringclub.org</link>
	<description>Blog Media Monitoring club</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 10:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Menentang Kekerasan Berkedok Agama</title>
		<link>http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 03:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[Menentang Kekerasan Berkedok AgamaReviewed by Summase on May 11.Rating: 4.0Gerakan akar rumput #Indonesia Tanpa FPI mengeluarkan somasi menuntut reformasi di tubuh kepolisian Indonesia. Mereka dinilai gagal karena membiarkan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Aksi kelompok akar rumput yang mengandalkan kekuatan jejaring sosial ini menandai babak baru dalam upaya menciptakan toleransi keberagaman di Indonesia. “Dalam berbagai kekerasan [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/' addthis:title='Menentang Kekerasan Berkedok Agama '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Menentang Kekerasan Berkedok Agama</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> May 11<span class="value-title" title="2012-05-11"></span></span>.Rating: <span class="rating">4.0</span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p><img class="alignleft size-full wp-image-1010" title="Bubarkan FPI" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2012/05/Bubarkan-FPI.jpg" alt="" width="128" height="128" />Gerakan akar rumput <a href="http://twitter.com/#!/search/%23IndonesiaTanpaFPI" target="_blank">#Indonesia Tanpa FPI</a> mengeluarkan somasi menuntut reformasi di tubuh kepolisian Indonesia. Mereka dinilai gagal karena membiarkan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Aksi kelompok akar rumput yang mengandalkan kekuatan jejaring sosial ini menandai babak baru dalam upaya menciptakan toleransi keberagaman di Indonesia.</p>
<p>“Dalam berbagai kekerasan terhadap kelompok minoritas, kami melihat adanya patron. Polisi membiarkan pemaksaan kehendak melalui kekerasan. Korban, mereka yang diserang, yang semestinya dilindungi, justru disuruh pergi. Polisi justru mematuhi kelompok yang melakukan kekerasan,” demikian tutur Tunggal Pawestri, salah satu koordinator Gerakan #Indonesia Tanpa FPI <a href="http://twitter.com/#!/search/%23IndonesiaTanpaKekerasan" target="_blank">#Indonesia Tanpa Kekerasan</a> yang mensomasi kepolisian Indonesia.</p>
<p>Lebih dari 1200 orang menandatangani somasi yang disebarluaskan melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan blog. “Semua orang yang mendukung somasi ini bersedia menyerahkan fotokopi KTP untuk mendukung semua upaya guna menghentikan kekerasan. ”</p>
<p>Somasi yang diajukan ke Mabes Polri Kamis (10/5/2012) pukul 13.00 WIB itu berisi tuntutan reformasi dalam tubuh kepolisian dan agar polisi menjalankan tugas sesuai dengan amanat undang-undang. “Jika dalam dua minggu ke depan masih ada pembiaran atas kasus-kasus kekerasan dan intimidasi atas nama agama maka kami akan menempuh ranah hukum baik hukum perdata maupun pidana.”</p>
<p><strong>Protes</strong><br />
Somasi ini dikeluarkan sebagai bentuk protes atas kinerja polisi dalam menangani berbagai aksi kekerasan yang dilakukan ormas-ormas berkedok agama yang beberapa hari terakhir ini terjadi di berbagai tempat di Indonesia.</p>
<p>Pembubaran diskusi yang menghadirkan penulis lesbian Muslim dari Kanada, Irshad Manji di Jakarta dan Yogyakarta hanyalah satu dari rentetan aksi FPI dan ormas sejenis.</p>
<p>“Tercatat dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut telah terjadi beberapa kali peristiwa kekerasan atas nama agama dan pembiaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian, seperti yang terjadi pada saat pembubaran diskusi di salihara, serta pemukulan terhadap aktifis sejuk oleh pada saat peliputan ibadah HKBP Piladelphia,” demikian tertulis dalam somasi yang bisa diakses online melalui situs Gerakan #Indonesia Tanpa # Indonesia Tanpa Kekerasan.</p>
<p><strong>The silent majority menuntut</strong><br />
Pelopor somasi adalah gerakan akar rumput yang menamakan diri #Indonesia Tanpa FPI #. Siapakah mereka?</p>
<p>“Kami adalah warga biasa, bukan aktivis, yang prihatin atas munculnya berbagai aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama,” jelas Tunggal dalam wawancara dengan Radio Wereldomroep. Munculnya Gerakan #Indonesia Tanpa FPI# ini bisa jadi awal munculnya protes dari kelompok yang sering disebut sebagai the silent majority, kelompok mayoritas di Indonesia yang menentang berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh ormas berkedok agama seperti FPI.</p>
<p>Selama ini, media sosial seperti Facebook dan Twitter menjadi tempat “aman” bagi kelompok mayoritas ini untuk mengeluarkan amarah dan protes mereka atas berbagai kekerasan yang dilakukan oleh FPI terhadap kelompok minoritas dengan mengatasnamakan agama.</p>
<p>Terinspirasi oleh penolakan warga Kalimantan awal tahun ini atas pendirian cabang FPI di sana muncullah gagasan mengkoordinir aksi menentang berbagai kekerasan oleh ormas berkedok agama.</p>
<p>“Kalau masyarakat Dayak bisa kenapa kita tidak?” kata Tunggal. “Kami lalu berpikir kenapa tidak kita bikin gerakan yang konkrit. Tidak hanya posting-posting saja tapi kita lakukan sesuatu.” Para pendukung gerakan ini beragam mulai dari mahasiswa, karyawan, aktivis sampai seniman.</p>
<p><em>Melalui blog, Facebook dan Twitter mereka menjalin komunikasi.</em></p>
<p>Gerakan #Indonesia Tanpa FPI# Indonesia Tanpa Kekerasan mulai dikenal luas ketika mereka menggelar protes damai di Jakarta pada 14 Februari 2012 lalu. Ratusan orang turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi penolakan mereka terhadap FPI dan organisasi-organisasi yang memakai kekerasan dan mengatasnamakan agama.</p>
<p>“Banyaknya dukungan yang muncul membuat kami optimis untuk meneruskan aksi ini,” jelas Tunggal.</p>
<p><strong>Bukan FPI-nya tapi kekerasannya</strong><br />
Walau gerakan ini secara eksplisit menentang FPI, mereka menolak kalau dibilang mempromosikan pembubaran FPI.</p>
<p>“Kesepakatan kita pakai nama itu hanya untuk menarik perhatian media. Kita tetap menghormati kebebasan berserikat dan berkumpul. Dari sejarahnya yang kita tentang adalah kekerasan. Tagline kita selalu #Indonesia tanpa FPI. #Indonesia tanpa kekerasan.”</p>
<p>Gerakan yang muncul dari media sosial ini punya satu tujuan yaitu menolak aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Menurut Tunggal, gerakan ini merupakan langkah yang besar.</p>
<p>“Kita secara terbuka menentang kekerasan yang dilakukan oleh ormas berkedok agama.” Ribuan dukungan yang muncul atas aksi somasi terhadap kepolisian menunjukkan bahwa gerakan ini punya potensi untuk terus berkembang.</p>
<p>“Para pendukung gerakan ini bisa menjadi agen-agen toleransi. Sekarang tinggal bagaimana kita menyisiri berbagai dukungan ini,” kata Tunggal.</p>
<p>Sumber: Ranesi?</p>
<p>Bagagaimana pendapat Anda?</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/" title="indonesia tanpa FPI">indonesia tanpa FPI</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/' addthis:title='Menentang Kekerasan Berkedok Agama '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/menentang-kekerasan-berkedok-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah Berimbangkah Media di Indonesia?</title>
		<link>http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 09:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Sudah Berimbangkah Media di Indonesia?Reviewed by Summase on Mar 11.Rating: 4.0Katanya Media di Indonesia sudah tidak berimbang, benarkah?Menurut hasil penelitian yang dilakukan Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) dan HIVOS, Kepemilikan media di Indonesia sudah pada tahap yang membahayakan. Hasil penelitian itu memetakan 12 media besar yang menguasai hampir semua kanal media di Tanah [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/' addthis:title='Sudah Berimbangkah Media di Indonesia? '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Sudah Berimbangkah Media di Indonesia?</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Mar 11<span class="value-title" title="2012-03-11"></span></span>.Rating: <span class="rating">4.0</span><span class="summary">Katanya Media di Indonesia sudah tidak berimbang, benarkah?</span><span class="description"></span></div><p><img src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2012/03/Media.jpg" alt="Media" title="Media" width="240" height="180" class="alignleft size-full wp-image-915" />Menurut hasil penelitian yang dilakukan Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) dan HIVOS, Kepemilikan media di Indonesia sudah pada tahap yang membahayakan. Hasil penelitian itu memetakan 12 media besar yang menguasai hampir semua kanal media di Tanah Air.</p>
<p>Para penguasa media tersebut adalah Grup MNC, Kompas Gramedia, Jawa Pos, Mahaka Media, Elang Mahkota Teknologi, CT Corp, Visi Media Asia, MRA Media, Femina, Tempo Inti Media, dan Beritasatu Media Holding.</p>
<p>Shita Laksmi, Program Officer HIVOS Regional Office Asia Tenggara, seperti dilaporkan Tempo mengatakan, &#8220;Media dikelola sebagai bisnis yang hanya mewakili kepentingan pemilik dan kekuasaan yang dimilikinya.&#8221; Akibatnya warga tidak mendapat hak yang layak akan informasi. </p>
<p>Peneliti CIPG Yanuar Nugroho dari Universitas Manchester mengatakan bahwa kepemilikan media yang hanya terpusat pada beberapa kelompok saja menyebabkan masyarakat hanya mendapat informasi yang itu-itu saja, seragam antara satu sama lain. </p>
<p>Prinsip pasar pun menyebabkan para pemilik media ini lebih berfokus pada mengejar rating dengan mengulang-ulang acara atau format berita yang dianggap &#8216;sukses&#8217;. Yanuar, seperti dikutip Antara, juga mengatakan bahwa pemilik memiliki pengaruh pada keputusan-keputusan redaksi. Mereka bisa mengintervensi melalui penentuan agenda redaksi.</p>
<p>Belum lama ini, <span id="more-914"></span>Partai Demokrat melaporkan MetroTV dan TVOne ke Komisi Penyiaran Indonesia atas tuduhan pemberitaan yang tidak berimbang. Proses mediasinya kini sedang berlangsung. Sementara pihak MetroTV mengatakan bahwa pengaduan Partai Demokrat adalah kecenderungan lama bahwa pihak pemerintah tidak mau dikoreksi. (Isyana Artharini, Yahoo! News Room)</p>
<p>Lalu, apa pendapat Anda sebagai orang yang membaca berita, menonton televisi, mendengar radio, atau membuka situs berita di Indonesia? Bagaimana Anda menilai media-media di Indonesia atau sajian mereka? Apa keluhan terbesar Anda soal media-media di Indonesia?</p>
<p>Apakah Anda merasa ada keseragaman berita atau acara televisi yang Anda tonton? Apakah acara televisi, radio, atau berita yang Anda lihat dan baca setiap hari sudah cukup menyajikan hal-hal yang penting? Apa pemberitaan atau tontonan yang Anda anggap penting dan harus lebih sering disajikan? Apa yang seharusnya dikurangi di media-media di Indonesia? </p>
<p>Apakah berita yang Anda baca atau tonton sudah berimbang? Atau malah Anda tidak mengikuti berita atau menonton televisi sama sekali? Apa alasan Anda?</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/" title="28 UHF berapa MHz">28 UHF berapa MHz</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/" title="berapa mhz mnc drama?">berapa mhz mnc drama?</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/" title="tarian seksi">tarian seksi</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/' addthis:title='Sudah Berimbangkah Media di Indonesia? '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/sudah-berimbangkah-media-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The BOBs ke-8 Tahun 2012 Dimulai</title>
		<link>http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 09:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Deutsche Welle]]></category>
		<category><![CDATA[The BOBs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[The BOBs ke-8 Tahun 2012 DimulaiReviewed by Summase on Feb 12.Rating: 5.0The Bobs 2012 kembali dimulai. Mari dukung Media Monitoring Club di ajang bergengsi iniTanggal 13 Februari 2012, pendaftaran blog dalam kompetisi weblog internasional Deutsche Welle edisi ke delapan dibuka. Keberagaman bahasa merupakan salah satu yang membedakan The BOBs dengan kompetisi blog lainnya: kami berbicara, [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/' addthis:title='The BOBs ke-8 Tahun 2012 Dimulai '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">The BOBs ke-8 Tahun 2012 Dimulai</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Feb 12<span class="value-title" title="2012-02-12"></span></span>.Rating: <span class="rating">5.0</span><span class="summary">The Bobs 2012 kembali dimulai. Mari dukung Media Monitoring Club di ajang bergengsi ini</span><span class="description"></span></div><p>Tanggal 13 Februari 2012, pendaftaran blog dalam kompetisi weblog internasional Deutsche Welle edisi ke delapan dibuka.</p>
<p>Keberagaman bahasa merupakan salah satu yang membedakan The BOBs dengan kompetisi blog lainnya: kami berbicara, memahami dan menerima pendaftaran blog dalam 11 bahasa: Arab, Bengali, Cina, Perancis, Indonesia, Inggris, Jerman, Persia, Portugis, Rusia dan Spanyol. Dan kami terus menjaga elemen ini, yang merupakan keunikan The BOBs.</p>
<p>Walaupun tahun ini terdapat beberapa perubahan dalam penyelenggaraannya, termasuk wajah baru dalam dewan juri, The BOBs masih akan memilih pemenang pilihan juri dan user. Dengan kombinasi pemenang hasil voting online dan rapat dewan juri ini, The BOBs  menjamin dipilihnya blog terbaik, yang tidak hanya populer, tetapi juga terbaik menurut pendapat para pakar blog.</p>
<p>Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, dewan juri diisi oleh para blogger, aktivis internet dan pakar dari 11 negara. Dewan juri akan berkumpul pada awal Mei di Berlin, Jerman, untuk memilih blog terbaik dalam enam kategori utama. Tahun ini, Enda Nasution kembali mewakili Indonesia dalam dewan Juri.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-904" title="Juri The Bobs" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2012/02/Juri-The-Bobs.jpg" alt="" width="665" height="95" /></p>
<p><strong>Kategori<span id="more-903"></span></strong></p>
<p>Dalam kompetisi The BOBs terdapat 17 kategori: enam kategori utama dan 11 kategori bahasa. Dalam kategori utama yang multi bahasa, ke 11 blog nominasi masing-masing bahasa akan saling bersaing untuk menjadi blog terbaik pilihan dewan juri dan user internet. Dalam kategori bahasa, akan dipilih blog terbaik masing-masing bahasa lewat voting online.</p>
<p>Special Topic Award tahun ini menempatkan fokus pada budaya dan pendidikan. Ini juga merupakan topik utama dalam Deutsche Welle Global Media Forum tahun ini. The BOBs akan memilih proyek atau inisiatif yang berhubungan dengan hak atas pendidikan dan dialog antar budaya.</p>
<p><strong>Pendaftaran</strong></p>
<p>Pendaftaran The BOBs dibuka sampai tanggal 13 Maret 2012. Pendaftaran blog dalam kompetisi bisa dilakukan dengan melakuan registrasi ke salah satu jejaring sosial; Facebook, Twitter, Vkontakte dan Sina Weibo. Selain itu The BOBs juga membuka pendaftaran lewat OpenID.</p>
<p>Satu informasi penting mengenai pendaftaran. Satu blog cukup didaftarkan satu kali saja. Berapa seringnya satu blog didaftarkan tidak memperbesar kemungkinan bahwa blog tersebut akan dipilih juri sebagai blog nominasi. Satu kali pendaftaran sudah cukup.</p>
<p><strong>Jadwal Kompetisi</strong></p>
<p>Tahap Pendaftaran: 13 Februari sampai 13 Maret 2012</p>
<p>Voting Online: 2 April sampai 2 Mei 2012</p>
<p>Pengumuman pemenang: 2 Mei 2012</p>
<p>Penyerahan penghargaan pemenang kategori utama pilihan juri: 26 Juni 2012 pada acara Deutsche Welle Global Media Forum di Bonn, Jerman. (Sumber: The BOBs)</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="gelombang kompas tv">gelombang kompas tv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="gelombang kompastv">gelombang kompastv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="Gelombang kompas tv di jakarta">Gelombang kompas tv di jakarta</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="lomba the bobs 2012">lomba the bobs 2012</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="kompas tv gelombang mhz">kompas tv gelombang mhz</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="gelombang kompas tv mhz">gelombang kompas tv mhz</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="gelombang kompas tv jakarta">gelombang kompas tv jakarta</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="28 uhf berapa mhz kompas tv">28 uhf berapa mhz kompas tv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="channel kompas tv mhz">channel kompas tv mhz</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/" title="channel gelombang kompastv">channel gelombang kompastv</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/' addthis:title='The BOBs ke-8 Tahun 2012 Dimulai '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/the-bobs-ke-8-tahun-2012-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>European Broadcasting Union (EBU)</title>
		<link>http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 13:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[European Broadcasting Union (EBU)Reviewed by Summase on Nov 3.Rating: The European Broadcasting Union is the largest association of national broadcasters in the world. They promote cooperation between broadcasters and facilitate the exchange of audiovisual content. The EBU works to ensure that the crucial role of public service broadcasters is recognised and taken into consideration by [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/' addthis:title='European Broadcasting Union (EBU) '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">European Broadcasting Union (EBU)</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Nov 3<span class="value-title" title="2011-11-03"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/11/European-Broadcasting-Union-EBU.gif"><img src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/11/European-Broadcasting-Union-EBU.gif" alt="European Broadcasting Union (EBU)" title="European Broadcasting Union (EBU)" width="141" height="125" class="alignleft size-full wp-image-802" /></a><strong>The European Broadcasting Union</strong> is the largest association of national broadcasters in the world. They promote cooperation between broadcasters and facilitate the exchange of audiovisual content. The EBU works to ensure that  the crucial role of public service broadcasters is recognised and taken into consideration by decision-makers.<br />
The EBU&#8217;s supreme governing body, the General Assembly, meets twice yearly.</p>
<p><strong>Promoting public service values</strong><br />
Europe’s public service broadcasters are different from other market players; they are committed to public service values. The EBU represents its Members on European Union audiovisual policy matters, ensuring that these values are well understood and taken into account by decision-makers. They are consulted by the European Institutions on a regular basis on all issues of concern to the audiovisual sector. They also work closely with the UN, UNESCO and their colleagues in the World Broadcasting Unions (WBU) to ensure that their voice is heard in the global debate on media policy.  </p>
<p><strong>Working for the future</strong><br />
In 1950 Europe’s public service broadcasters embarked on an adventure. They decided to invest in the future, in a new technology – television. They used a fragile infrastructure to bring pictures to audiences all over Europe. Today, the EBU continues to play a leading role in bringing Europe into the future. They are at the forefront of research and development of new media, and they have worked to help develop many new radio and TV systems: radio data system (RDS), digital audio broadcasting (DAB), digital video broadcasting (DVB), high-definition TV (HDTV). They promote open technical standards and interoperability for the benefit of broadcasters and consumers, and explore the opportunities presented by new technologies. They study digital technology for production and transmission and advise members on appropriate solutions.</p>
<p><strong>Bringing the event to your home</strong><span id="more-801"></span><br />
The Eurovision and Euroradio networks, operated by the EBU, carry daily exchanges of programmes, music, sports events and news between Members, and other media players. Much of the foreign news featured on national news bulletins has passed through the control centre in Geneva. Unparalleled know-how ensures reliable, on-air delivery of any event, from Skiing World Championships, to concerts such as the Proms, and the Eurosonic rock and pop festival. Special events teams ensure production and transmission facilities for news and current affairs events, wherever they happen.</p>
<p><strong>Helping Members access valuable and diverse content</strong><br />
The EBU helps its members to access high quality programming for radio and television, and works with them to develop content for new platforms. Radio activities are wide-ranging, from news and sport, to drama and classical music. They have obtained the radio broadcast rights for the entire season of the New York Metropolitan Opera (20 operas to 20 countries). Their television co-productions include, animation: Tom, drama: Henry Dunant – Red on the Cross, documentary: Democracy and of course they also run the Eurovision Song Contest, and its website. The EBU acquires sports rights on behalf of its Members, including the Olympic Games, the Football World Cup and the World Championships in Athletics.</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="julia peres meremas payudara">julia peres meremas payudara</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="hollywood meremas dada">hollywood meremas dada</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="kompas tv mhz">kompas tv mhz</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="meremas payudara">meremas payudara</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="mhz kompas tv">mhz kompas tv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="Saluran Film Indonesia">Saluran Film Indonesia</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="debate pemerintah melarang iklan di tv">debate pemerintah melarang iklan di tv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="adzan maghrib global tv">adzan maghrib global tv</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="adegan role play payudara wanita">adegan role play payudara wanita</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/" title="TV one">TV one</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/' addthis:title='European Broadcasting Union (EBU) '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/european-broadcasting-union-ebu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serangan Cyber Lumpuhkan Situs Radio Nederland</title>
		<link>http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 13:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[DDOS]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Nederland]]></category>
		<category><![CDATA[Wikileaks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Serangan Cyber Lumpuhkan Situs Radio NederlandReviewed by Summase on May 11.Rating: Serangan cyber merupakan hal yang biasa terjadi di dunia maya. Redaksi sendiri pernah 3 bulan berturut-turut dibuat pusing gara-gara salah satu situs yang redaksi kelola (pusat-iklan.com) di hack oleh hacker asal Yaman. Kali ini, Radio Nederland juga mengalami hal serupa. Serangan cyber menyebabkan situs [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/' addthis:title='Serangan Cyber Lumpuhkan Situs Radio Nederland '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Serangan Cyber Lumpuhkan Situs Radio Nederland</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> May 11<span class="value-title" title="2011-05-11"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/05/Serangan-Cyber.jpg"><img src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/05/Serangan-Cyber-300x152.jpg" alt="Serangan Cyber" title="Serangan Cyber" width="300" height="152" class="alignleft size-medium wp-image-646" /></a>Serangan cyber merupakan hal yang biasa terjadi di dunia maya. Redaksi sendiri pernah 3 bulan berturut-turut dibuat pusing gara-gara salah satu situs yang redaksi kelola (pusat-iklan.com) di hack oleh hacker asal Yaman.</p>
<p>Kali ini, Radio Nederland juga mengalami hal serupa. Serangan cyber menyebabkan situs Radio Nederland untuk beberapa waktu tak dapat diakses. Belum jelas siapa dibalik peristiwa tersebut. Radio Nederland bakal melaporkan masalah ini ke pihak yang berwenang. Serangan cyber ini juga sebelumnya juga menimpa situs bank Belanda, Rabobank.</p>
<p>Serangan yang disebut Penolakan Layanan Distribusi (Distributed denial of Service, atau DDoS) dimulai Kamis 5 Mei 2011 malam. Situs Radio Nederland mulai mengalami gangguan pada Rabu 4 Mei 2011 pagi. Dampaknya Radio Nederland merujuk para pengguna situs untuk melihat berita-berita di telpon genggam sebagai alternatif. Namun celakanya situs telpon genggam itu tak berfungsi.</p>
<p>Dalam serangan DDoS, berarti sebuah situs dibanjiri data-data yang berlebihan. Radio Nederland memperoleh sekitar lima ribu pengunjung dari seluruh dunia dalam satu detik. Padahal situs Radio Nederland hanya dirancang untuk menerima dua ratus permintaan setiap detiknya. Akibatnya jaringan lumpuh.</p>
<p>Kees de Heer, kepala otomatisasi Radio Nederland mengatakan: <span id="more-643"></span>&#8220;&#8216;Permintaan itu dikirim dari sekitar 10 ribu alamat IP. Jaringan Radio Nederland tak dapat menerimanya. Ada banyak orang ngantri, dan kami tak tak dapat menerima lagi.</p>
<p><strong>Wikileaks</strong><br />
Serangan cyber ini banyak dijumpai. Tahun 2010 lalu saja, situs Mastercard dan Visa yang menjadi sasaran, karena mereka menolak bekerja sama dengan situs pembocor informasi Wikileaks. Awal pekan ini situs bank Belanda, Rabobank juga diblokir.<br />
.<br />
Menurut Joost Bijl, ahli kemanan cyber di perusahaan pengamanan internet Fox-IT, serangan dapat membawa dampak serius. &#8220;Ini adalah cara anonim mengisengi seseorang. Dalam kasus Radio Nederland, para pengunjung situs tidak bisa membaca artikel. Di Rabobank, para nasabah jadi tidak bisa mentransfer uang. Kalau sudah begitu namanya bukan hanya menggangu saja, tapi sudah berakibat hilangnya penghasilan.</p>
<p><strong>Serangan Cerdik</strong><br />
Siapa yang menyerang situs Radio Nederland belum diketahui. Kees de Heer menganggap serangan cukup cerdik. &#8220;Seringnya kami dapat mengenali polanya. Lalu permintaan masuk mereka bisa kami blokir. Namun mereka berhasil membuka pintu lainnya dengan menggunakan alamat IP lain dari berbagai negara berbeda. Kadang dari Rusia, lalu Mexico atau Afrika Selatan. Jadi serangan tidak dilancarkan dari satu negara tertentu saja.</p>
<p>Radio Nederland sekarang telah memasang filter. Serangan belum berakhir sepenuhnya, tapi situs sekarang sudah kembali online. Radio Nederland akan mengajukan gugatan terhadap musuh yang &#8216;tidak diketahui.&#8217; Menurut Joost Bijl dari Fox-IT, Belanda cukup maju dalam menghadapi kejahatan cyber</p>
<p><strong>Jejak</strong><br />
Sang pelaku harus berusaha sebaik-baiknya untuk tidak tertangkap. Sangatlah sulit aktif bergerak dalam dunia internet tanpa meninggalkan jejak. Sementara polisi Belanda punya banyak ahli untuk melacak jejak mereka.</p>
<p>Sumber: Radio Nederland</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="peristiwa serangan hacker">peristiwa serangan hacker</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="artikel kasus serangan hacker terhadap situs">artikel kasus serangan hacker terhadap situs</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="monitoring serangan ddos">monitoring serangan ddos</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="media online cari kontributor">media online cari kontributor</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="makalah peristiwa serangan dunia maya">makalah peristiwa serangan dunia maya</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="makala kebebasan pers">makala kebebasan pers</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="majalah playboy barat">majalah playboy barat</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="lowongan kerja di center city philadelphia pa usa">lowongan kerja di center city philadelphia pa usa</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="kasus penyerangan di dunia maya">kasus penyerangan di dunia maya</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/" title="kasus heck jaringan Radio">kasus heck jaringan Radio</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/' addthis:title='Serangan Cyber Lumpuhkan Situs Radio Nederland '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/serangan-cyber-lumpuhkan-situs-radio-nederland/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebebasan Pers, Musuh Pemerintah Suriah</title>
		<link>http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 03:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Deutsche Welle]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan pers]]></category>
		<category><![CDATA[Reporters Without Borders]]></category>
		<category><![CDATA[Suriah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[Kebebasan Pers, Musuh Pemerintah SuriahReviewed by Summase on May 8.Rating: Setiap tahun organisasi Reporters Without Borders menempatkan Suriah di peringkat paling bawah daftar negara yang memiliki kebebasan pers. Kini rejim Baath, yang menghadapi gelombang protes, tak hanya mengintimidasi warga, tapi semakin ketat menyensor berita. Berita siang di televisi Suriah. Di hadapan kamera seorang pemuda mengaku, [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/' addthis:title='Kebebasan Pers, Musuh Pemerintah Suriah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Kebebasan Pers, Musuh Pemerintah Suriah</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> May 8<span class="value-title" title="2011-05-08"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><div id="attachment_635" class="wp-caption alignleft" style="width: 204px"><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/05/Simbol-Kebebasan-Pers.jpg"><img class="size-full wp-image-635" title="Simbol Kebebasan Pers" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/05/Simbol-Kebebasan-Pers.jpg" alt="Simbol Kebebasan Pers" width="194" height="143" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Simbol Kebebasan Pers</p></div>
<p>Setiap tahun organisasi Reporters Without Borders menempatkan Suriah di peringkat paling bawah daftar negara yang memiliki kebebasan pers. Kini rejim Baath, yang menghadapi gelombang protes, tak hanya mengintimidasi warga, tapi semakin ketat menyensor berita.</p>
<p>Berita siang di televisi Suriah.<br />
Di hadapan kamera seorang pemuda mengaku, ia anggota kelompok Islam radikal. Ia telah mengorganisir demonstrasi anti pemerintah untuk memicu kerusuhan. Semua media pemerintah dan swasta harus mempublikasi versi resmi ini. Namun apa yang sebetulnya terjadi di kota-kota Dara&#8217;a atau Banyas, sulit dipastikan. Laporan independen tidak mungkin didapatkan. Media asing hanya bisa mengacu pada video-video yang dibuat oleh peserta aksi dan masyarakat setempat. Atau lewat telefon, mewawancarai penduduk setempat, yang mengatakan bahwa semakin banyak warga yang turun ke jalan menentang rejim Baath. Sementara penguasa bereaksi dengan kekerasan, penangkapan dan sensor.</p>
<p>Di Beirut, Pusat Kebebasan Media dan Budaya, Skeyes, setiap bulannya menghimpun pelanggaran-pelanggaran terhadap kebebasan pers di Suriah.</p>
<p>Dalam laporan terakhir Skeyes,<span id="more-632"></span> tercatat penangkapan blogger muda Wassim Hassan dan Khalid al-Mubarak pertengahan April 2011 lalu. Menurut televisi Al Jazeera, aktivis HAM Mahmoud Issa juga ditangkap pasukan keamanan. AlJazeera dan juga televisi Al-Arabiya mendapat peringatan dari pemerintah Suriah ketika memberitakan tentang rangkaian demonstrasi yang berlangsung. Saad Kiwan memperkirakan, sekitar 300 jurnalis, blogger dan penulis sudah ditahan.</p>
<p>Ancaman penangkapan juga dihadapi Mazen Darwish, yang memimpin Pusat Kebebasan Media dan Pendapat di Damaskus. Ia dilarang meninggalkan negara itu, dan kerap dipanggil oleh Badan Intelijen Suriah untuk diinterogasi. Meski terus diintimidasi, ia tetap berusaha menerbitkan sejumlah laporan. Salah satu kritiknya adalah bahwa tak ada undang-undang di Suriah yang memberikan jaminan bagi media untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi. Selain itu, bagai berada di lahan yang penuh ranjau, para jurnalis harus berhati-hati mengenai apa yang ditulisnya. Banyak tema yang tak disoroti.</p>
<p>Khalil Suwailih bertanggung jawab untuk halaman sisipan di korannya, yang berisikan tema budaya. Dalam kolomnya, ia menulis mengenai perkembangan media sosial dalam konteks perubahan di negara-negara Arab. Ia tidak membahas situasi di Suriah secara langsung, namun pendapatnya bisa dibaca di sela-sela kalimat.</p>
<p>Sumber: DW/Mona Naggar/Edith Koesoemawiria<br />
Editor: Vidi Legowo</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="artikel kebebasan pers">artikel kebebasan pers</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="kebebasan pers">kebebasan pers</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="KEBEBASAN">KEBEBASAN</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="pelanggaran kebebasan pers">pelanggaran kebebasan pers</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="gambar kebebasan">gambar kebebasan</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="simbol-simbol kebebasan">simbol-simbol kebebasan</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="simbol kebebasan">simbol kebebasan</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="berita kebebasan pelanggaran pers">berita kebebasan pelanggaran pers</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="kebebasan media">kebebasan media</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/" title="kebebasan di suriah">kebebasan di suriah</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/' addthis:title='Kebebasan Pers, Musuh Pemerintah Suriah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/kebebasan-pers-musuh-pemerintah-suriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KBRI Beijing: Lomba Penulisan Artikel Tentang Promosi Indonesia</title>
		<link>http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 03:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Sayembara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[KBRI Beijing: Lomba Penulisan Artikel Tentang Promosi IndonesiaReviewed by Summase on May 5.Rating: KBRI Beijing akan Menggelar Lomba Penulisan artikel tentang Promosi Indonesia bagi Mahasiswa Tiongkok. Lomba Penulisan artikel ini dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Pendidikan Nasional. Lomba penulisan artikel ini mengusung tema Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pergaulan Internasional. Dan terbuka bagi Mahasiswa tiongkok. [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/' addthis:title='KBRI Beijing: Lomba Penulisan Artikel Tentang Promosi Indonesia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">KBRI Beijing: Lomba Penulisan Artikel Tentang Promosi Indonesia</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> May 5<span class="value-title" title="2011-05-05"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p>KBRI Beijing akan Menggelar Lomba Penulisan artikel tentang Promosi Indonesia bagi Mahasiswa Tiongkok. Lomba Penulisan artikel ini dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Pendidikan Nasional. Lomba penulisan artikel ini mengusung tema Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pergaulan Internasional. Dan terbuka bagi Mahasiswa tiongkok. Adapun persayaratannya adalah sebagai berikut:</p>
<p>A. Persyaratan Administrasi</p>
<ol>
<li>Status peserta sebagai Mahasiswa berkewarganegaraan Tiongkok</li>
<li>Satu lembar fotokopi kartu tanda mahasiswa</li>
<li>Satu lembar foto terbaru.</li>
</ol>
<p>B. Tema dan Sub-Tema Artikel</p>
<ol>
<li>Tema karangan adalah &#8220;Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pergaulan Internasional&#8221;</li>
<li>Diberikan 3 Sub-tema dan setiap peserta memilih 1 subtema untuk karangannya. Subtema-nya :<br />
a) Peran dan kedudukan bahasa Indonesia di mata Dunia Internasionalb) Perbedaan dan keunggulan bahasa Indonesia dibanding bahasa-bahasa lain</p>
<p>c) Bagaimana cara untuk mendorong dan membudidayakan bahasa Indonesia ke dunia internasional</li>
</ol>
<p>C. Persyaratan Penulisan Artikel</p>
<ol>
<li>Karya tulis harus relevan dengan tema dan sub-tema yang telah ditentukan.</li>
<li>Menggunakan Font Times new roman, size 12, spasi 1,5.</li>
<li>Minimal 1000 kata, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila ditemukan peserta yang karangannya tidak mencapai 1000 kata, maka peserta otomatis didiskualifikasi</li>
<li>Karangan belum pernah di publikasikan sebelumnya.</li>
<li>Urutan isi dokumen yang dikirim ke panitia lomba:<br />
a) Halaman pertama Judul Artikel<br />
b) Halaman kedua berisi data pribadi: nama, tanggal lahir, nama universitas, program studi, Provinsi.<br />
c) Halaman ketiga berisi isi artikel</li>
<li>Karangan disimpan dalam format word 98-2003</li>
</ol>
<p>D. Penilaian Artikel</p>
<p>Nilai tertinggi 100 dan dinilai dari 4 aspek:<span id="more-622"></span></p>
<ol>
<li>Kerapian setiap paragraph (10%),<br />
Mencakup keserasian dalam penggunaan font, underline, bold &amp; italic, line spacing, bullets and numbering, dan beberapa fitur-fitur lainnya.</li>
<li> Logika, isi, serta keterkaitan antar paragraf (50%)<br />
Mencakup keterkaitan antar paragraf, keterkaitan antar isi cerita dengan subtema yang dipilih, begitu pula dengan keselarasan antara isi karangan dengan judul karangan, kekreatifan pengarang dalam menyampaikan pesannya di dalam karangan, seberapa menariknya cerita tersebut, apakah cerita yang dituangkan itu sesuai dengan kenyataan yang ada.</li>
<li>Kemenarikan Judul karangan(10%)<br />
Apabila logika karangan telah terpenuhi, maka judul karangan dapat dipertimbangkan.</li>
<li>Kesempurnaan isi karangan(20%),<br />
Termasuk pemakaian kata yang tepat, penggunaan tanda petik, tanda titik, tanda Tanya, tanda koma, tanda seru, dan lain-lain, jumlah penulisan yang salah serta pemakaian kata yang salah, begitu pula dengan pemakaian kata yang tidak baku. Hal-hal diatas sangat mempengaruhi nilai kesempurnaan karangan.</li>
</ol>
<p>E. Tim Juri</p>
<ul>
<li>Li Sukhun (Direktur Divisi Indonesia CRI)</li>
<li>Chaerun Anwar (Atase Pendidikan KBRI Beijing)</li>
<li>Agustinus Wibowo (Penulis Buku &#8220;Selimut Debu&#8221;)</li>
</ul>
<p>F. Hadiah</p>
<p>Pemenang utama akan memperoleh paket Studi wisata ke Bali dan Jogjakarta selama 6 hari</p>
<p>G. Pengiriman Artikel/Karangan</p>
<p>Artikel /karangan dikirim langsung via pos ditujukan kepada Atase Pendidikan KBRI Beijing , dengan alamat : Indonesian Embassy , No. 4 Dongzhimenwai Dajie Chaoyang District, Beijing 100600.</p>
<p>Atau melalui email: atdik.beijing@gmail.com</p>
<p>H. Jadwal</p>
<p>Masa pengiriman artikel Lomba dimulai dari tanggal 11 April 2011 – 19 Mei 2011</p>
<p>Penilaian Juri dimulai dari tanggal 19 Mei 2011 &#8211; 26 Mei 2011</p>
<p>Pengumuman Juara pada tanggal 30 Mei 2011</p>
<p>(Sumber: CRI)</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="artikel tentang promosi">artikel tentang promosi</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="lomba penulisan artikel pos indonesia">lomba penulisan artikel pos indonesia</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="ISI ARTIKEL TENTANG HARI BAHASA">ISI ARTIKEL TENTANG HARI BAHASA</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG PROMOSI INDONESIA">LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG PROMOSI INDONESIA</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="lomba penulisan artikel">lomba penulisan artikel</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="artikel tentang promosi indonesia">artikel tentang promosi indonesia</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="lomba penulisan esai tentang jepang 2011">lomba penulisan esai tentang jepang 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="promosi indonesia di mata dunia">promosi indonesia di mata dunia</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="artikel dengan tema bahasa indonesia">artikel dengan tema bahasa indonesia</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/" title="artikel bahasa indonesia beserta alamatnya">artikel bahasa indonesia beserta alamatnya</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/' addthis:title='KBRI Beijing: Lomba Penulisan Artikel Tentang Promosi Indonesia '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/kbri-beijing-lomba-penulisan-artikel-tentang-promosi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sila Sahin Diboikot Karena Menjadi Sampul Playboy</title>
		<link>http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 13:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Sila Sahin Diboikot Karena Menjadi Sampul PlayboyReviewed by Summase on Apr 27.Rating: Sila Sahin (lahir 3 Desember 1985 di Berlin-Spandau adalah seorang aktris Jerman keturunan Turki, terkenal karena perannya sebagai Ayla Özgül dalam opera sabun Jerman Gute Zeiten, schlechte Zeiten / Good Times, Bad Times (saat baik, saat buruk). Sahin dilahirkan dari ayah aktor, dan [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/' addthis:title='Sila Sahin Diboikot Karena Menjadi Sampul Playboy '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Sila Sahin Diboikot Karena Menjadi Sampul Playboy</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Apr 27<span class="value-title" title="2011-04-27"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/04/Sila-Sahin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-620" title="Sila Sahin" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/04/Sila-Sahin.jpg" alt="Sila Sahin di Majalah Playboy" width="196" height="257" /></a>Sila Sahin (lahir 3 Desember 1985 di Berlin-Spandau adalah seorang aktris Jerman keturunan Turki, terkenal karena perannya sebagai Ayla Özgül dalam opera sabun Jerman Gute Zeiten, schlechte Zeiten / Good Times, Bad Times (saat baik, saat buruk).</p>
<p>Sahin dilahirkan dari ayah aktor, dan tinggal di Charlottenburg.<br />
Dia berpose telanjang untuk edisi Playboy Jerman Mei 2011. Ia membuat keputusan untuk berpose telanjang untuk &#8220;kebebasan&#8221;. Langkah ini telah membuat marah beberapa anggota keluarganya,  Muslim fanatikpun bereaksi marah dan berbagai ancaman yang ditunjukkan dalam postingan-postingan di website yang membuat perempuan yang dibesarkan di Jerman oleh keluarga fanatik ini takut. Takut menjadi cercaan dan dipermalukan.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa dia melakukannya sebagai tindakan pembebasan dan menggambarkannya sebagai sebuah revolusi mirip dengan Che Guevera. &#8220;saya dibesarkan dalam lingkungan konservatif &#8221; katanya pada Playboy.</p>
<p>Sila Sahin kini dijuluki ‘pelacur Barat’ dan ‘perempuan murahan’ setelah tampil menunjukkan dadanya di sampul majalah pria itu.</p>
<p>Berbagai situs Islam fanatik yang dipantau oleh <span id="more-619"></span>badan intelijen Jerman BHD, memposting berbagai kecaman. Sila dikatakan memalukan bagi dunia perempuan Muslim dan melacurkan diri demi uang. “Sebaiknya dia berhati-hati. Dia harus membayar,” demikian salah satu postingan di Jihad Watch.</p>
<p>Seorang pemilik toko kebab ditanya oleh sebuah televisi Jerman, apa yang akan ia lakukan jika Sila adalah putrinya. “Saya akan membunuhnya. Saya serius. Ini sama sekali tidak sesuai dengan budaya yang kami miliki,” ujarnya.</p>
<p>Islamic Community of German sudah menyerukan boikot untuk Sila. Sekitar tiga juta imigran Muslim yang tinggal di Jerman sudah pernah menyaksikan pembunuhan yang dilakukan suami, ayah atau saudara laki-laki fanatik.</p>
<p>Berbagai sumber</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="Sila Sahin">Sila Sahin</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="sampul playboy">sampul playboy</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="playboy jerman mei 2011">playboy jerman mei 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="foto bugil sila sahin">foto bugil sila sahin</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="sila sahin playboy">sila sahin playboy</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="playboy jerman">playboy jerman</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="playboy edisi jerman">playboy edisi jerman</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="sila sahin bugil">sila sahin bugil</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="sila sahin playboy jerman">sila sahin playboy jerman</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/" title="playboy jerman sila">playboy jerman sila</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/' addthis:title='Sila Sahin Diboikot Karena Menjadi Sampul Playboy '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/sila-sahin-diboikot-karena-menjadi-sampul-playboy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nominasi Blog untuk Kompetisi Blog Internasional The BOBs 2011 Telah Diumumkan</title>
		<link>http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 14:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Nominasi Blog untuk Kompetisi Blog Internasional The BOBs 2011 Telah DiumumkanReviewed by Summase on Mar 24.Rating: Juri internasional untuk ajang bergengsi The BOBs 2011, yang terdiri dari blogger terkemuka, telah memilih 11 nominasi blog untuk setiap kategorinya. Mulai hari Selasa, 22 Maret2011, nominasi blog untuk kompetisi blog internasional The BOBs 2011 dapat dilihat di situs [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/' addthis:title='Nominasi Blog untuk Kompetisi Blog Internasional The BOBs 2011 Telah Diumumkan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Nominasi Blog untuk Kompetisi Blog Internasional The BOBs 2011 Telah Diumumkan</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Mar 24<span class="value-title" title="2011-03-24"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><p><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/03/Logo-The-BOBs.png"><img class="alignleft size-full wp-image-593" title="Logo The BOBs" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/03/Logo-The-BOBs.png" alt="" width="278" height="107" /></a>Juri internasional untuk ajang bergengsi The BOBs 2011, yang terdiri dari blogger terkemuka, telah memilih 11 nominasi blog untuk setiap kategorinya.</p>
<p>Mulai hari Selasa, 22 Maret2011, nominasi blog untuk kompetisi blog internasional The BOBs 2011 dapat dilihat di situs www.thebobs.com. Sampai tanggal 11 April 2011, pengguna internet dapat memberikan suaranya untuk memilih blog terbaik pilihan user. Dan dewan juri pun akan menentukan satu blog terbaik untuk enam kategori khusus.</p>
<p>Dalam kompetisi The BOBs 2011 kali ini, untuk pertama kalinya Deutsche Welle juga akan memilih platform internet terbaik untuk kategori Best Social Activism Campaign. Dalam kategori ini, akan dipilih inisiatif terbaik, yang berperan dalam menyuarakan demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, melalui platform jejaring sosial yang ada atau melalui platform komunikasi digital lainnya. Kategori ini tertutup bagi iklan dan kampanye pemasaran perusahaan atau organisasi.</p>
<p>Lima kategori khusus yang diperlombakan lainnya adalah:</p>
<ol>
<li>Best Blog,</li>
<li>est Video Channel,</li>
<li>Best Use of Technology for Social Good,</li>
<li>Reporter Without Borders Award dan</li>
<li> Special Topic Award Human Rights.</li>
</ol>
<p>Dan kategori bahasa adalah:<span id="more-592"></span></p>
<ol>
<li>Arab,</li>
<li>Bengali,</li>
<li>Cina,</li>
<li>Jerman,</li>
<li>Inggris,</li>
<li>Persia,</li>
<li>Perancis,</li>
<li>Indonesia,</li>
<li>Portugis, Rusia dan</li>
<li>Spanyol.</li>
</ol>
<p>Melalui kompetisi The BOBs 2011, Deutsche Welle berupaya mendukung kebebasan berekspresi dan kebebasan media di seluruh dunia. Selain itu, Deutsche Welle juga berusaha untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keragaman blogospher internasional.</p>
<p>Dari tanggal 22 Maret 2011 sampai 11 April 2011 akan ditentukan blog pemenang The BOBs 2011 melalui voting online serta melalui sidang dewan juri, yang digelar tanggal 12 April 2011 di Bonn. Pengumuman pemenang The BOBs 2011 akan diselenggarakan di Deutsche Welle, Bonn, Jerman, tanggal 12 April 2011.</p>
<p>Penghargaan bagi para pemenang pilihan juri dalam kategori khusus akan diserahkan langsung dalam konferensi Deutsche Welle Global Media Forum, tanggal 20 Juni 2011 di Bonn.  Tema konferensi tiga hari ini adalah “Hak Asasi Manusia dan Globalisasi – Tantangan bagi Media“.</p>
<p>Sebagaimana diketahu bahwa sekitar 2.100 blog ikut diperlombakan dalam ajang The BOBs 2011.</p>
<p>Sumber: Deutsche Welle.</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="blog internasional">blog internasional</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kompetisi blog 2011">kompetisi blog 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="international blogger logo">international blogger logo</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="nominasi blog terfavorite 2011">nominasi blog terfavorite 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="nominasi blog terbaik tahun 2011">nominasi blog terbaik tahun 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kontes blog bobs 2011">kontes blog bobs 2011</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kontes blog 2011 juni">kontes blog 2011 juni</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kompetisi blog terbaik">kompetisi blog terbaik</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kompetisi blog internasional">kompetisi blog internasional</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/" title="kategori blog diperlombakan">kategori blog diperlombakan</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/' addthis:title='Nominasi Blog untuk Kompetisi Blog Internasional The BOBs 2011 Telah Diumumkan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/nominasi-blog-untuk-kompetisi-blog-internasional-the-bobs-2011-telah-diumumkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mwawaddy: Koran Baru Militer Burma</title>
		<link>http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/</link>
		<comments>http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 02:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster MMC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monitoringclub.org/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Mwawaddy: Koran Baru Militer BurmaReviewed by Summase on Mar 19.Rating: affiliate program Militer Burma sedang mempersiapkan surat kabar baru yang kemungkinan akan diluncurkan akhir Maret 2011. Seorang pejabat pemerintah yang menolak disebut namanya mengatakan bahwa harian tersebut akan diberi nama Myawaddy dan akan banyak memberitakan kegiatan angkatan bersenjata. Beberapa laporan menyebutkan bahwa koran tersebut akan [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/' addthis:title='Mwawaddy: Koran Baru Militer Burma '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="hreview" style="display:none"><span class="item"><span class="fn entry-title">Mwawaddy: Koran Baru Militer Burma</span></span>Reviewed by <span class="reviewer">Summase</span> on <span class="dtreviewed"> Mar 19<span class="value-title" title="2011-03-19"></span></span>.Rating: <span class="rating"></span><span class="summary"></span><span class="description"></span></div><div style="width: 460px;">
<div style="clear: left; float: right; margin-left: 2px; margin-top: 0px;"> <!-- Begin BidVertiser code -->
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript1.1" SRC="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=145654&bid=849052" type="text/javascript"></SCRIPT>
<noscript><a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/BidVertiser/bdv_publisher.dbm">affiliate program</a></noscript>
<!-- End BidVertiser code --> </div>
<p><a href="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/03/Militer-Myanmar.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-589" title="Militer Myanmar" src="http://monitoringclub.org/wp-content/uploads/2011/03/Militer-Myanmar-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Militer Burma sedang mempersiapkan surat kabar baru yang kemungkinan akan diluncurkan akhir Maret 2011. Seorang pejabat pemerintah yang menolak disebut namanya mengatakan bahwa harian tersebut akan diberi nama Myawaddy dan akan banyak memberitakan kegiatan angkatan bersenjata.
</div>
<p>Beberapa laporan menyebutkan bahwa koran tersebut akan diluncurkan pada 27 Maret 2011, bertepatan dengan hari ulang tahun angkatan bersenjata yang ke-66.</p>
<p>Mwawaddy akan menjadi harian keempat di Burma dan para pengamat mengatakan bahwa penerbitan koran ini bisa dibaca sebagai tanda keinginan militer untuk terus berkuasa.</p>
<p>Tiga harian lainnya <span id="more-586"></span>Kyaymon, Myanma Ahlin, dan harian berbahasa Inggris New Light of Myanmar, diterbitkan oleh kementerian penerangan Burma.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Burma untuk pertama kalinya dalam 20 tahun menggelar pemilu pada tanggal 7 November 2010. Pemerintah yang baru dijadwalkan mulai bekerja pada 1 April 2011.<br />
Para wartawan mengatakan, meski diangkat melalui mekanisme pemilu, pemerintah baru akan banyak diisi oleh mantan pejabat militer yang didukung penuh oleh partai pemenang pemilu.</p>
<p>Sumber: BBC Indonesia</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="koran baru">koran baru</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="www koran baru">www koran baru</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="harian angkatan bersenjata">harian angkatan bersenjata</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="harian monitoring">harian monitoring</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="koram baru">koram baru</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="koran_baru">koran_baru</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="miabi seksi">miabi seksi</a></li><li><a href="http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/" title="wwwkoran baru">wwwkoran baru</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/' addthis:title='Mwawaddy: Koran Baru Militer Burma '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monitoringclub.org/mwawaddy-koran-baru-militer-burma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

