Radio Al Barokah


Dengarkan Streaming Radio Al-Barokah

Cara Mendengarkan Ta’lim Streaming & Berinteraktif dengan Narasumber

Radio Al Barokah bisa diakses dengan 2 cara, tetapi PASTIKAN terlebih dahulu program audio WinAmp telah ter-install dengan baik di PC, Notebook, PDA atau Smartphone anda dan terkoneksi ke internet :

1. Buka Internet Browser (Internet Explorer/Opera/Firefox Mozilla/Netscape) lalu ketik situs http://radio.albarokah.or.id/listen.pls dan Winamp akan segera tampil.

2. Atau bisa langsung buka program WinAmp, lalu klik di menu bar ‘File’, lalu klik ‘Play URL’ (atau ‘Play Location’ untuk Winamp versi sebelumnya), lalu ketikan situs web radionya http://radio.albarokah.or.id/listen.pls

Pada siaran Pengajian On-line akan selalu dilaksanakan dialog interaktif, baik secara forum chatting (Yahoo Chat Room, text based), maupun melalui Skype internet phone dengan data akses:

Yahoo Chat Room : Regional>Indonesia>ForumPengajian Al Barokah (User Rooms)

Maestro FM Bandung


Dengarkan Streaming Maestro FM Bandung

Pada mulanya adalah Gito Nugroho. Gito Nugroho memulai hobby elektroniknya. Dia mempelajari prinsip-prinsip penguat suara dan pesawat pemancar. Usahanya ini dilakukan dengan belajar sendiri, memakai alat-alat dan onderdil bekas. Pesawat pemancar kecil sederhana yang pertama dihasilkannya dengan menggunakan kawat penjemur pakaian, memberikan kekuatan pancar sejauh kurang lebih 200 meter. Hal ini sangat menyukakan hatinya dan memberi semangat untuk melanjutkan percobaannya ke tahap-tahap berikutnya. Dan itu terjadi, pada medio 1968.
Pada akhir 1968, dengan pesawat pemancar yang disempurnakan, dan dengan antena yang masih sederhana, percobaan siaran dimulai. Bertempat di Jl. Kacapiring No.9.

Piringan-piringan hitam lama dalam jumlah terbatas, merupakan sumber yang berharga dalam melangsungkan siaran-siaran percobaan. Telepon mulai berdering, pertanda siaran tertangkap dengan baik. Dan nama Maestro pertama kali dicetuskan secara iseng oleh Saudara Yanto.

Agar tidak mengganggu ketenangan keluarga Sutisna, kegiatan ini pindah ke Jl. Kacapiring 12 paviliun. Kawat antena dibentangkan di antara dua tiang bambu, dengan jarak kurang lebih 70 meter. Ruang untuk siaran percobaan dibenahi dan diisi perabotan sederhana, meja, kursi jok, dengan meminjam kiri kanan. Selebihnya, usaha ini bersumber dari uang saku bersama dan semangat yang besar, berkat dukungan dan dorongan para tetangga. Bapak Irawan, selain mengizinkan pemakaian halaman rumahnya bagi tiang antena dan pemakaian pesawat telepon, juga mensponsori usaha ini dengan pesawat pemutar piringan hitam.

Untuk mulai mengudara, diperlukan izin, dan izin siaran diperoleh dari Kepolisian–Biro khusus. Syarat untuk memperoleh izin, adalah satu di antaranya, harus ada penanggung jawab. Maka, John Liem diangkat menjadi penanggung jawab, pada saat itu.

Pada 4 Januari 1969, siaran lagu-lagu dimulai dengan nama panggilan Maestro secara teratur. Acara siaran diprogram dengan tetap. Waktu istirahat digunakan untuk perbaikan teknis pemancar atau mutu siaran. Gito Nugroho terus menerus memonitor penangkapan siaran dengan cermat. Ini dilakukan dengan pergi ke berbagai sudut kota, bersama pesawat radionya.

Suatu saat, Saudara John Liem pindah ke Jakarta oleh karena tugasnya. Tono Ibrahim kemudian menjadi penanggung jawab yang baru. Pada waktu itulah, diambil inisiatif untuk menertibkan cara-cara siaran, menggariskan sopan santun udara, pelayanan pendengar, dan menanggapi respons pendengar. Jenis musik diperluas dengan musik instrumental, musik tenang, musik pop tempo dulu, musik klasik, dan seriosa. Ruang pendidikan dicetuskan, khusus untuk konsumsi kaum muda.

Tanggapan pendengar bertambah dan surat mulai mengalir, menyambut hangat kehadiran Maestro. Musik tenang dan musk klasik menjadi program khas Maestro. Pada waktu itu, merupakan satu-satunya radio yang menghidangkan jenis musik ini setiap hari, dengan prosentase waktu yang besar. Jangkauan tingkat usia pendengar meluas kepada golongan dewasa dan lanjut usia. Studio dibangun. Ruang siaran dipisah dari ruang tamu, pesawat telepon diperolah, peralatan sedikit demi sedikit ditingkatkan. Hampir semuanya barang bekas, terutama piringan hitamnya. Antik dan klasik, namun masih cukup memadai. Maestro menjadi kesayangan banyak orang dan mendapat dukungan besar.

Tahun 1971, keluar peraturan pemerintah yang mewajibkan radio siaran berbentuk badan hukum atau badan usaha. Maestro sebagai hobby berhenti di sini, dan berubah bentuk menjadi suatu perseroan terbatas. Ini menjadi satu tonggak sejarah yang baru. Siaran harus dikelola lebih profesional. Segala sesuatunya harus profesional.

Tono Ibrahim pindah ke Amerika Serikat, maka tongkat gembala diserahkan kepada Budiono Ibrahim. Dan seperti Daud yang masih muda dan kemerah-merahan, itulah gambaran orang muda yang diserahi tanggung jawab ini. Seperti Daud yang mengalami tantangan berat pada masanya, orang muda kita pun mengalami tantangan dan masa-masa yang sulit. Dari pengalaman yang sangat kurang sekali sampai keadaan Maestro yang berada di titik terendah, ini yang harus dia jawab. Masa-masa itu adalah masa-masa yang pahit, tapi menjadi satu kenangan yang manis.

Ketika itu, keuangan defisit besar. Tanpa pengalaman manajemen dan harus bertanggung jawab untuk belasan jiwa yang bergantung kepada Maestro untuk asap dapurnya, maka pontang-pantinglah Maestro menutup segala pendanaannya.

Kesulitan yang ada membuat satu keputusan kokoh. Apapun, yang dihadapi, Maestro harus tetap jalan. Ternyata, seperti bangsa yang dituntun Allah di padang gurun perjalanan mereka, Maestro pun mengalami itu. Masalah demi masalah diselesaikan dengan baik, menurut versi Dia. Tapi itu bukan sekejap. Ada bilangan tahun yang dapat dihitung. Dalam Allah tidak ada yang instan, semuanya harus melalui proses. Proses demi proses dilalui Maestro, sampai seperti sekarang.

Untuk meningkatkan pelayanan dan mutu siaran Radio Maestro, secara perlahan-lahan dan pasti, dengan pertolongan Tuhan, pada tanggal 15 April 1997, mengudara pada jalur FM. Sampai dengan saat ini, Radio Maetro FM masih menyempurnakan kualitas siaran agar dapat diterima oleh setiap pendengar dengan baik.

WRTH 2010

For those of you not familiar with the WRTH, it’s ‘The World’s Most Comprehensive and Up-to-Date Guide to Broadcasting’ and Media Monitoring Club is proud of its association with this book which is now in its 64th annual edition.

For 2010, we’ve supplied the feature article ‘Samoan Radio Journey’ as well as our usual detailed country information files for some 25 separate Pacific countries including Hawaii, New Zealand, Fiji, French Polynesia, Papua New Guinea…details such as AM, FM and SW stations, operating information, addresses, websites……

You can help us today and make sure you enjoy the WRTH 2010 yourself by buying a copy for just US$23.10 [shipping may even be free]. A few clicks and the book will be on its way to you anywhere in the world for the same price.

Thanks for supporting us.

Perubahan Siaran dan Internet BBC Indonesia

Mulai Senin 18 Januari 2010, BBC Indonesia tampil lebih marak di internet dan melakukan sejumlah perubahan dalam siaran radio.

Sejak awal Desember 2009, BBCIndonesia.com sudah memiliki tampilan baru dengan berbagai liputan yang lebih menyeluruh jika dibandingkan sebelumnya.

Untuk siaran radio, mulai 18 Januari, siaran pukul 13 GMT (pukul 20.00 WIB) dari semula 30 menit menjadi warta berita dunia lima menit.

Siaran pukul 18.00 WIB selama 30 tetap dipertahankan demikian juga siaran pukul 05.00 WIB selama 60 menit.

Selain itu juga BBC Indonesia tidak lagi mengudara selama akhir pekan.

Jadi siaran hari Sabtu pagi, Sabtu malam, dan Minggu pagi tidak muncul lagi.

Sebagai gantinya, BBC Indonesia tetap menyajikan berita-berita terbaru selama 7 hari seminggu dan 365 hari setahun, baik itu berita internasional maupun Indonesia lewat internet.

Anda juga bisa mendengarkan siaran radio langsung dari internet.

Untuk siaran pukul 18.00 WIB, berikut majalah mingguan yang disiarkan Read more…