Candi Sambisari: Keindahan Yang Sempat Terkubur



Candi Sambisari
Candi Sambisari (Gambar: Wikipedia)

Selain Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang tersohor di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, masih banyak candi-candi lain yang tidak kalah menawan dan menarik untuk dikunjungi ketika berlibur ke Yogyakarta, salah satunya yaitu Candi Sambisari. Candi Sambisari yang dibangun sekitar tahun 812-838 Masehi merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di bawah kepemimpinan Raja Rakai Garung. Sekitar tahun 1006 M, material letusan dahsyat dari gunung Merapi sempat mengubur bangunan candi. Baru pada tahun 1966, seorang petani setempat secara tidak sengaja menemukan bagian atas candi ini saat sedang menggarap sawahnya. Butuh waktu 21 tahun untuk menyusun kembali keindahan ‘rangkaian puzzle’ Candi Sambisari yang sempat terkubur.

Candi Sambisari yang terletak di Dusun Sambisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta ini terbilang unik. Saat tiba di lokasi candi, pertama-tama mata anda akan dimanjakan oleh taman dan pepohonan yang nampak asri serta tertata rapi, jauh dari kesan gersang. Anda tidak akan seketika dapat melihat keseluruhan bangunan Candi Sambisari. Dari depan loket pintu masuk, candi ini hanya nampak bagian atasnya saja sehingga tidak sedikit pengunjung yang mengira candi ini sangat kecil.

Tapi jangan buru-buru kecewa. Kompleks Candi Sambisari sebenarnya terdiri dari satu candi induk berukuran 13,65 x 13,65 meter serta tiga candi pendamping/perwara masing-masing berukuran 4,80 x 4,80 meter tanpa atap yang menghadap langsung ke candi utama. Untuk masuk melihat Candi Sambisari dari dekat, pengunjung harus turun dahulu melalui salah satu anak tangga yang berada di keempat sisi candi, sebab posisi candi yang berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Dengan tinggi keseluruhan yang hanya 7,5 meter sementara letaknya yang berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah, membuat candi ini apabila dilihat dari samping seakan kecil dan nampak muncul dari bawah tanah. Tidak heran bila kemudian banyak yang menyebut Candi Sambisari sebagai candi bawah tanah.

Selanjutnya, jika ingin masuk ke selasar candi utama, pengunjung harus naik melalui sebuah tangga kecil. Di ujung kedua sisi tangga tersebut terdapat dua buah patung singa yang berada di dalam mulut makara yang terbuka. Di dalam candi utama terdapat sebuah lingga dan yoni dengan ukuran sekitar 1,5 meter, serta lima buah relung yang tiga di antaranya berisikan arca. Berbeda dengan kebanyakan candi lainnya, Candi Sambisari tidak memiliki kaki-kaki, sehingga alas/pilar penyangga sekaligus menjadi kaki-kaki candi. Selain itu, tidak banyak relief pada bagian bawah candi. Relief-relief baru terlihat pada bagian atas candi saja.

Candi sambisari
Candi sambisari (Foto: Dokumen Pribadi)

Keindahan dan keunikan Candi Sambisari menjadi daya tarik tersendiri. Walaupun belum setenar Candi Prambanan atau Candi Ratu Boko, candi ini tetap menarik untuk dikunjungi. Akses menuju Candi Sambisari tidak begitu sulit. Dari kota Yogyakarta, anda dapat melalui jalan besar Jogja-Solo ke arah bandara Adisucipto menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum berupa bus jurusan Yogya-Solo. Kurang lebih 10 kilometer kemudian, tidak jauh setelah bandara Adisucipto, terdapat papan penunjuk arah menuju Candi Sambisari. Dari jalan besar tempat papan penunjuk arah tersebut, anda tinggal berbelok ke arah kiri dan lurus terus ke dalam sekitar 2 Km. Apabila menggunakan kendaraan umum, anda dapat melanjutkan sisa perjalanan 2 Km ke dalam dengan menggunakan ojek. Objek wisata Candi Sambisari buka mulai pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB. Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp 2.000,- per orang, belum termasuk biaya parkir.

Tertarik untuk mengunjungi Candi Sambisari? Siapkan kamera anda untuk membidik pesona keindahan yang sempat terkubur di salah satu sudut Yogyakarta ini.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

Candi Sambisari: Keindahan Yang Sempat Terkubur Post in | Last updated: August 6th, 2016 - 11 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 20 =