5 Tips Mendidik dan Mengembangkan Karakter Anak



Anak merupakan anugrah yang dititipkan Tuhan kepada kita. Oleh sebab itu, kita harus menjaganya dengan sepenuh hati. Hal itu merupakan tugas utama dari orang tua, membentuk karakter kuat yang akan menjadi khalifah di Bumi ini, generasi penerus bangsa.

Melalui tulisan ini, saya sampaikan tips mendidik dan mengembangkan karakter, bakat, minat anak. Ada 5 cara yang perlu Anda lakukan, antara lain:

  1. Naluri

Naluri dan rasa kasih sayang dibutuhkan dalam mengasuh anak. Naluri yang kuat memudahkan kita mengenal karakter anak kita. Kepekaan terhadap perasaan si kecil akan semakin meningkat seiring bertambahnya rasa sayang kita.

Cara membentuk karakter anak
Cara membentuk karakter anak (Ilustrasi/pixabay)
  1. Teman Curhat

Ketika masih kanak-kanak biasanya anak sering bercerita dan berceloteh tentang pengalaman barunya. Saat itu, jadilah pendengar yang baik serta pahami setiap makna dari ceritanya dan perubahan emosinya. Ketika ia bercerita, Anda menjadi tahu bahwa ia memiliki karakter yang ceria, pendiam, ataukah serius. Pengetahuan akan karakter yang dimiliki anak merupakan modal besar untuk mengembangkan bakat dan potensinya.

Ajarkan perilaku berbagi perasaan dan permasalahan agar kelak ia jadi individu yang terbuka. Ketika Anda menemukan suatu permasalahan dalam hidup anak, Anda harusnya ikut membantu menyelesaikan permasalahan itu. Karena bahkan kita sebagai orang dewasa tidak bisa menyelesaikan permasalahan kita sendiri. Untuk itu, jadilah partner yang dapat dipercaya.

  1. Teman Belajar

Setiap anak memiliki hobi yang berbeda-beda. Ada yang menyukai musik, suka berkebun, suka olahraga, atau suka pelajaran eksak. Anda seharusnya tahu apa yang diinginkan anak, karena mungkin saja bakat anak terdapat di bidang tersebut. Semua hal menyenangkan terjadi karena kita menyukainya. Jadi, sebisa mungkin dekatkan anak dengan hobinya. Apalagi ketika ia sudah menginjak usia remaja, Anda harus mampu mendorong kepercayaan dirinya untuk mengikuti ekstrakulikuler yang sesuai dengan hobinya. Hal ini diperlukan untuk mengasah bakat dan kemampuan terpendamnya.

Kaitkan hobi dengan permasalahan hidupnya. Misalnya ketika ia disuruh menyapu namun enggan melakukan karena capek. Jika ia memiliki hobi basket, Anda bisa mengatakan bahwa menyapu bisa dijadikan kegiatan untuk melatih pergelangan tangan. Dengan begitu ia akan melakukan pekerjaannya dengan senang hati.

  1. Teladan yang Baik

Orangtua merupakan panutan bagi anaknya. Dengan contoh yang nyata, anak akan lebih mudah mengerti dan memahami pelajaran yang Anda sampaikan. Misalnya, ketika menghadapi suatu cobaan, Anda harus bersabar serta selalu berpikiran jernih. Melalui peristiwa tersebut Anda bisa ajarkan kepada anak tentang bagaimana perilaku ketika menghadapi suatu cobaan.

Ketika memberikan kritik, usahakan untuk memberikan solusinya juga. Sehingga anak mudah percaya dan menerima kritik Anda. Emosi saja tidak akan membuat si anak jera, malah ia menjadi enggan mengemukakan idenya. Hal ini sangat berbahaya karena kita jadi tidak tahu apa yang dirasakannya serta perubahan emosi yang terjadi padanya.

  1. Apresiasi

Untuk semua pencapaian barunya, kita harus memberi ia penghargaan dan apresiasi yang sesuai. Semuanya tidak selalu soal uang. Kalimat-kalimat pujian saja sudah cukup untuk membuat si anak bangga akan dirinya. Kebanggaan itu dapat membawanya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia mampu melanjutkan proses belajarnya dengan motivasi dari orangtua. Keterikatan antara orangtua dan anak membuat anak merasa senang jika ia mampu membuat orangtuanya bangga. Bukankah perasaan seperti itu yang kita rasakan sewaktu kecil?

Demikianlah Cara membentuk karakter anak semoga bermanfaat.



Artikel Terkait dan Link Sponsor

5 Tips Mendidik dan Mengembangkan Karakter Anak Post in | Last updated: October 30th, 2016 - 14 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =