5 Cara Bertahan Dalam Pusaran Konflik di Perusahaan



CARA BERTAHAN DALAM PUSARAN KONFLIK DI PERUSAHAAN – Pernahkah Anda berada dalam situasi “kubu-kubuan” di tempat Anda bekerja? Pernahkah Anda menyaksikan beberapa orang dari divisi berbeda saling mendiskreditkan satu sama lain di perusahaan tempat Anda bekerja? Pernahkah Anda merasa bingung, ada orang di salah satu divisi di tempat kerja Anda mengklaim bahwa divisinyalah yang paling berjasa dan berkontribusi besar pada perusahaan dan menuduh divisi lain sebagai penghambat bahkan penghancur perusahaan? Pernahkah Anda mengalami stress karena ada orang dari divisi yang satu membuka aib dan kelemahan rekan dari divisi yang berbeda dan justru memuja-muji, mengunggul-unggulkan rekan satu divisinya sendiri? Dan pernahkah Anda mengalami di tempat Anda bekerja, terjadi friksi dan intrik yang sengit, persaingan yang tidak sehat, persoalan pribadi didramatisir menjadi persoalan antar divisi, saling menjatuhkan untuk menyingkirkan yang lain? Jika iya, hal-hal tersebut di atas biasanya terjadi di perusahaan-perusahaan yang masih menerapkan sistem manajemen tradisional atau perusahaan keluarga. Karena jika di perusahaan yang sistemnya sudah mapan (established), semuanya harus sesuai standar yang ditetapkan, jika terjadi permasalahanpun sudah ada mekanisme standar penyelesaiannya sesuai sistem dan tidak terlalu bergantung pada sosok tertentu. Agar Anda bisa bertahan tanpa ikut merasa pusing dan tak perlu menjadi “korban” sia-sia akibat pusaran konflik, berikut ini tips-tipsnya :

5 CARA BERTAHAN DALAM PUSARAN KONFLIK DI PERUSAHAAN

Bertahan dalam pusaran konflik perusahaan
Bertahan dalam pusaran konflik perusahaan (Ilustrasi/pixabay)
  1. Bersikaplah netral dan bergaullah dengan semua rekan tanpa pilih-pilih sebagaimana biasanya seperti tak terjadi apa-apa, meskipun terjadi konflik yang hebat. Dengan bersikap netral posisi Anda akan aman karena tidak akan terseret dalam pusaran yang Anda tidak tahu seberapa dalam “jurang” konflik tersebut
  2. Bersikaplah teguh dan tidak terpancing jika diajak membahas atau mendiskreditkan pihak lain dalam satu perusahaan. Tolaklah dengan halus dan sopan jika diajak membicarakan aib pihak lain. Jangan takut untuk menolak, selama Anda menolaknya dengan baik. Anda tidak tahu persis bagaimana duduk persoalannya yang benar, jadi pilihlah posisi yang aman tanpa harus kehilangan rasa kepedulian dan kemauan memberikan saran dan masukan untuk kebaikan
  3. Fokuslah pada job deskripsi Anda sendiri, jangan terpancing larut dalam pusaran konflik, karena tugas Anda jauh lebih penting dan utama daripada ikut campur dan terlibat dalam konflik yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan Anda. Ingat, jika tugas utama Anda terbengkalai gara-gara ikut terlibat meskipun jadi penggembira saja dalam konflik tersebut, itu sudah cukup jadi alasan yang bisa membahayakan karir Anda
  4. Pintar-pintarlah melakukan hal-hal prioritas, karena dalam situasi keruh karena konflik, kesalahan-kesalahan kecil yang tak perlu sering menjadi bahan bakar tambahan untuk semakin mengobarkan api konflik.
  5. Untuk saat-saat tertentu, lakukan puasa bicara bila perlu. Jangan mudah asal bicara jika tak dimintai pendapat oleh orang yang memiliki kompetensi dan kapasitas dalam menyelesaikan konflik tersebut. Seringkali, penyebab konflik adalah lisan yang tak “berpendidikan” dan tak bertanggung jawab

Jadi, jangan terlalu khawatir dengan kondisi tersebut di atas. Konflik sebagaimana tersebut di atas adalah hal yang lazim di perusahaan dengan manajemen tradisional atau perusahaan keluarga. Hikmahnya, situasi tersebut akan mendewasakan Anda dan membuat Anda jadi lebih pandai bersikap, mencari terobosan dan yang paling penting menjadi lebih bijak.

Demikianlah 5 CARA BERTAHAN DALAM PUSARAN KONFLIK DI PERUSAHAAN, semoga bermanfaat.

 



Informasi ini masuk dalam bahasan:

- cara bertahan di kondisi konflik di perusahaan - orang yang membuka aib perusahaan - tips bertahan di perusahaan tanpa sistem

Artikel Terkait dan Link Sponsor

5 Cara Bertahan Dalam Pusaran Konflik di Perusahaan Post in | Last updated: September 25th, 2016 - 14 views
Gravatar Image
Kontributor Media Monitoring Club - Malang Jawa-Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =