Blog Media Monitoring club
Header image
ANDA SEDANG MENDENGARKAN DELTA FM JAKARTA

"Media Monitoring Club, Klub pendengar radio, pemirsa TV, pembaca media cetak, dan netter"

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli menyatakan ancaman bagi pers Indonesia di masa depan bukan saja datang dari pemidanaan pers tetapi dari tuntutan perdata, Kamis.

“Tidak adanya pembatasan jumlah ganti rugi dalam tuntutan perdata menjadi ancaman terhadap kebebasan pers,” katanya dalam diskusi yang mengkaji Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat.

Kecemasannya beralasan mengingat maraknya gugatan perdata terhadap media masa di Indonesia dengan tuntutan ganti rugi yang sangat besar, misalnya dalam sengketa perdata antara Raymond Tedy dengan beberapa media nasional baru-baru ini.

Karenanya, (more…)

Keyword:

  • Berhadiah Total Rp 85  Juta + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Peserta Siswa SLTP (Kategori A), Siswa SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum  (Kategori C)

Syarat-syarat Lomba:

  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar tingkat SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia maupun yang studi/bekerja di luar negeri. Kecuali keluarga besar PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Panitia/Dewan Juri LMCR 2010
  2. Lomba dibuka 21 April 2010 dan ditutup 15 September 2010 (Stempel Pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, derita dan kekecewaan)
  4. Judul bebas tetapi harus mengacu tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing  boleh digunakan untuk segmen dialog para tokohnya – jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema
  7. Naskah yang dilombakan harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasi
  8. Ketentuan Khusus:
  1. Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, ditik berjarak 1,5 spasi, font 12, huruf Times New Roman, margin justified 2 Cm, panjang naskah antara 6 – 10 halaman, dikirim ke panitia dalam bentuk printout 3 (tiga) rangkap/copy disertai file dalam bentuk CD.
  2. b. Cantumkan sinopsis maksimal 1 (satu) halaman, mini-biodata pengarang, foto 4R, fotocopy KTP atau SIM/Paspor/Student Card
  3. Setiap judul cerpen yang dilombakan wajib dilampiri kemasan LIP ICE (bagian kartonnya) atau segel SELSUN Shampo jenis apa saja
  4. d. Naskah cerpen yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam satu amplop (boleh berisi beberapa judul),  cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2010 dan Kategori-nya di atas amplop kanan atas dan dikirim ke: Panitia LMCR-2010 LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD – Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810
  5. Hasil lomba diumumkan tanggal  15 Oktober 2010 melalui www.rayakulturanet dan www.rohto.co.id
  1. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  2. Hasil Lomba:

Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang Harapan Utama,  10 (sepuluh) Pemenang Harapan dan Pemenang Karya Favorit untuk Kategori A: 20 Pemenang, Kategori B: 60 Pemenang dan Kategori C: 100 Pemenang.

Hadiah Untuk Pemenang: (more…)

Keyword:

Daftar Stasiun Radio di Kota Makassar:

  1. AL IKHWAN STUDIO PT RADIO, Jl Bosowa Indah Bl M/19 MAKASSAR Telp: (0411) 865236
  2. ATLANTA RADIO Jl Macan III 10 MAKASSAR
  3. BHARATA RASIHIMA PT RADIO Jl Nikel II Blok A-21/ No.18 (0411) 432676, Fax. (0411) 432767.
  4. DELTA FM RADIO, Frekwensi 99,2 MHz. Telepon (0411)  421777
  5. FAJAR FRO 2 FM Graha Pena Jl. Urip Sumoharjo Makassar Telepon 0411-438847
  6. FORUM MADAMA PT RADIO Jl Kajaolalido 2-L MAKASSAR
  7. GALAXY MAKASSAR (Gama) FM RADIO. Pasar Ikan U II/7 MAKASSAR
  8. GAMASI JAYA PT RADIO
    Frekwensi 105,9 MHz
    Alamat: Kompl Marindah Bl B/12 MAKASSAR Telepon 0411-875432
  9. HI ROCK RADIO FM INFORMASI DAN HIBURAN Jln.Korban 40.000 jiwa 5a No 16 MAKASSAR(0411) 432665
  10. MAJESTIK RADIO Jl Muh Tahir 63 MAKASSAR
  11. Makassar FM, Frekwensi 98,4 MHz, Jl. Pasar Ikan No. 7 Lt. 2 Makassar, Telp/Fax. 0411-318745, email: makassarfm@yahoo.com
  12. MANDALA RADIO Asrama Mattoangin Bl K-6 MAKASSAR
  13. PT RHEMA RADIO Jl Rappocini Raya 93 MAKASSAR(0411) 443269
  14. REWAKO RADIO Jl Andi Mallombasang 69 MAKASSAR(0411) 841400
  15. RRI Pro 1,
    Frekwensi 94,4 MHz.
    Alamat: Jl. Riburane Makassar.
  16. RRI Pro 3,
    Frekwensi 106,3 MHz.
    Alamat: Jl. Riburane Makassar
  17. Prambors FM, Frekwensi 105, 10 FM
  18. SIMBIOSA RADIO (more…)

Keyword:

Persaingan radio saat ini semakin ketat, sehingga pengelola media siaran radio harus benar-benar memahami dan mengenali ekspektasi atau apa yang diinginkan para pendengar.

“Pengelola radio juga harus membuat segmentasi pendengar sehingga bisa mengetahui acara apa yang tepat untuk para pendengar dengan segmentasi tertentu,” kata pengelola radio di PT Media Nusantara Citra (MNC) Network, Agus Wicaksono, di Yogyakarta, Senin (3/5).

Menurutnya, pada diskusi terkait siaran radio di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, untuk mengetahui ekspektasi tersebut, pengelola radio harus melakukan survei terhadap para pendengar.

Selain itu, (more…)

Keyword:

Hnin Wit Yi dan Emi OgawaPada Sabtu pertama setiap bulan, Radio Jepang mengajak anda belajar menyanyikan sebuah lagu Jepang populer. Lagu untuk bulan Mei ini adalah “Butterfly” oleh Kaela Kimura. Kali ini rekan Hnin Wit Yi dari siaran Bahasa Birma dengan instruktur vokal Emi Ogawa ikut belajar menyanyi bersama kita.

Keyword:

Setiap bulan, Radio Jepang NHK World memilih surat terbaik untuk acara Halo Dari Tokyo (HDT) yang disiarkan setiap hari Minggu, dan kali ini yang terpilih sebagai surat bulan ini, ialah surat dari Petra Dian Adikrisna, Petra menceritakan tentang kata-kata dalam Bahasa Jepang yang mirip dalam Bahasa Indonesia.

Bagi teman-teman sekalian, jangan lupa kirimkan surat yang menarik untuk dibacakan di acara Halo Dari Tokyo, anda juga bisa mengirimkan cerita-cerita yang berasal dari tempat asal anda, siapa tahu surat anda yang terpilih bulan depan.
(Sumber: Radio Jepang NHK World)

Keyword:

PERTANYAAN :
1. Kapankah kumandang azan mulai diberlakukan / disyariatkan dalam agama Islam?
2. Siapakah Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi yang pertama kali?
3. Siapakah penemu hukum gaya gravitasi?

Jawaban harap dikirim melalui surat atau email ke (more…)

Keyword:

Susi-Cikampekoleh: Susi-Cikampek

Pada hari Selasa, 20 April 2010 yang lalu dan bertempat di Grand Ballroom Hotel Sultan Jakarta, saya mewakili ‘Kepala Suku’ Media Monitoring Club, Summase A Sanjaya untuk menghadiri undangan Radio Elshinta Jakarta yang meresmikan kerjasama dengan CRI. Dan sekaligus mengadakan Seminar tentang Peluang Produk Indonesia di Kawasan Tiongkok-ASEAN (CAFTA),yang diselenggarakan untuk menepis ìsu yang berkembang tentang dampak perdagangan bebas terhadap pasar domestik karena diberlakukannya ASEAN Free Trade Agreement-China (CAFTA), 1 Januari 2010.

Suasana Registrasi Dialog CRI-Elshinta Dialog CRI-Elshinta

Hadir pada peresmian dan seminar tersebut Duta Besar Tiongkok, Yang Mulia Ibu Zhang Qiyue. Dan dari Indonesia, Bapak Gusmardi Gustami, Dirjen KPI Kemendag, Bapak Adi Putera Taher, Ketua Umum Kadin dan Bapak Mochtar, Kepala Balitbang Departemen Perdagangan. Dan sebagai moderatornya adalah Bapak Ahmad Zaini. Selain itu, hadir juga pada acara tersebut, para undangan yang terdiri dari para pengusaha, Club Pendengar Radio Luar Negeri dan juga dari media cetak maupun media elektronik, yang beberapa diantaranya mengajukan pertanyaan seputar materi yang dibahas tersebut. Karena pada dasarnya ada beberapa produk Indonesia yang memang mengalami kerugian dengan diberlakukannya hal tersebut di atas,antara lain produk alas kaki dan elektronika. Tapi ada juga pernyataan atau lebih tepat disebut sebagai permintaan dari salah satu pengusaha Indonesia, yang menyegarkan suasana dan disambut tepuk tangan meriah. Si Bapak tersebut mengatakan,…”kan Tiongkok/China sudah kaya dan makmur,kenapa ngga membeli saja produk-produk dari Indonesia dan mengurangi produksi dalam negeri mereka?! Hé.hé.hé. Setuju….!!”.

Foto Bersama Dalam Dialog CRI-Elshinta

Acara hari itu ditutup dengan acara makan siang. Dan sambil makan siang, kami dari Club Pendengar Radio Luar Negeri sempat saling bercengkerama menjalin persahabatan yang semoga semakin erat dan indah. Amin.

Keyword:

Then And Now: Free Media In Unfree Societies

Established at the beginning of the Cold War to transmit uncensored news and information to audiences behind the Iron Curtain, Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) played a significant role in the collapse of communism and the rise of democracies in post-communist Europe.

Many East European and Russian leaders, including Vaclav Havel and Boris Yeltsin, have testified to the importance of RFE and RL broadcasts in helping end the Cold War. Former Estonian President Lennart Meri nominated RFE/RL for the Nobel Peace Prize in 1991.

Today, RFE/RL is one of the most comprehensive media organizations in the world, producing radio, Internet and television programs in countries where a free press is either banned by the government or not fully established. RFE/RL broadcasts in in 28 languages in 20 countries, including Afghanistan, Iran, Russia, and the Cental Asian Republics (click here for a map).

Established After the Second World War

Radio Free Europe (RFE) and Radio Liberty (RL), originally separate organizations, were conceived by George F. Kennan (United States Department of State) and Frank G. Wisner (Office of Policy Coordination, later the United States Central Intelligence Agency) to utilize the talents of post-World War II Soviet and East European émigrés in support of American foreign policy.

RFE was founded in 1950 and initially broadcast to Bulgaria, Czechoslovakia, Hungary, Poland and Romania. Three years later, RL began broadcasting to the Soviet Union in Russian and 15 other national languages. RFE/RL began broadcasts to Estonia, Latvia, and Lithuania in 1976.

Initially, both RFE and RL were funded principally by the U.S. Congress through the Central Intelligence Agency (CIA), but RFE also received supplemental private donations.

In 1971, all CIA involvement ended and thereafter RFE and RL were funded by Congressional appropriation through the Board for International Broadcasting (BIB) and after 1995 the Broadcasting Board of Governors (BBG). The two corporations were merged into RFE/RL, Inc. in 1976.

Reaching New Audiences

At the same time, (more…)

Keyword: